Penulis JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan istri musisi Anji, Wina Natalia, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami penurunan mental yang signifikan hingga harus mendapatkan bantuan psikiater saat pertama kali mendengar kata cerai dalam pernikahan keduanya. Pengakuan Wina Natalia Sebelum menikah dengan Anji, Wina pernah menikah dengan pengusaha Wishnutama. “Begitu pertama kali ada kata-kata cerai, mulai terdengar kata-kata kemungkinan cerai itu udah buat aku drop banget,” kata Wina dikutip dari YouTube Feni Rose Official. “Kan enggak pernah kebayang, segitu lamanya, bertahun-tahun aku sama dia, dan hidupku itu selama ini cuma buat Anji dan anak-anak,” sambungnya. Reaksi Anak-Anak Tidak hanya Wina yang merasakan dampak dari perceraian ini. Anak-anaknya juga menolak perceraiannya dengan Anji. “Enggak nangis tapi ngambek,” ungkap Wina. Kesulitan Menghadapi Perceraian Kedua Dua kali gagal menikah bagi Wina bukan suatu hal yang bisa dihadapinya dengan tenang. “Pada saat tiba-tiba ada kata cerai, mulai terdengar kata-kata cerai di rumah tanggaku, syok juga,” ucap Wina. “Hancur banget, kehilangan pegangan, useless,” lanjutnya. Terlebih, pada perceraian kali ini, usianya sudah hampir memasuki 50 tahun. Dia merasa tidak punya cukup kepercayaan diri untuk memulai kembali semuanya dari awal. “Umurku udah tua, ini kegagalanku kedua kali, ngerasa salah sama anak-anak, down-nya di situ, kayak aku gagal,” tutur Wina. Perasaan Bersalah Terhadap Anak-Anak Wina mengaku merasa bersalah kepada anak-anaknya karena tidak bisa menghadirkan keluarga utuh. “Merasa bersalah ke anak-anak, karena aku tidak bisa menghadirkan keluarga utuh buat anak-anak,” imbuhnya. Ketakutan di Usia Senja Berbeda dengan perceraian pertamanya, di usianya yang sekarang, Wina mengaku memiliki ketakutan-ketakutan sendiri sebagai wanita. “Kalau misal cerai sekarang, udah tua. Lebih ke enggak percaya diri, bayangin aku umurnya tahun ini 47 udah mau 50 tahun,” ucap Wina. “Bayangin udah mau menopause, enggak tahu kapan. Orang mau menopause aja secara psikis, perempuan banyak galau, down, sekarang aku harus jadi janda, aku takut,” tuturnya. Rasa Takut dan Kepercayaan Diri Wina menegaskan bahwa rasa takutnya itu bukan tentang memiliki pasangan baru kelak, tapi rasa takut yang muncul karena meragukan kemampuan dirinya sendiri. “Bukan takut enggak laku, tapi aku bisa enggak setua ini jadi single mom,” kata Wina. “Finansial juga, itu jadi concernku. Karena dari kerja ke enggak kerja, aku 100 persen bergantung sama Anji, kalau misal cerai gimana ya?” imbuhnya. Kesepakatan Perceraian Wina bersyukur bahwa dalam salah satu kesepakatan cerainya, Anji bersedia menanggung biaya hidup Wina hingga Wina nanti menemukan pasangan hidup baru. Penyanyi Anji Manji resmi bercerai dari Wina Natalia melalui putusan secara e-court di Pengadilan Agama (PA) Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/7/2024). Wina Natalia melayangkan gugatan cerai terhadap Anji pada 21 Mei 2024. Pasangan ini menikah pada tahun 2012. Saat itu Anji memiliki seorang anak perempuan dari aktris Sheila Marcia, sementara Wina memiliki dua orang anak dari pernikahan dengan Wishnutama. Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengapa Wina Natalia merasa sangat tertekan dengan perceraian kedua? Wina mengaku bahwa dua kali gagal menikah bukanlah hal yang mudah baginya. Dia merasa sangat tertekan karena merasa telah gagal dalam menjaga keutuhan keluarga, terutama untuk anak-anaknya. Bagaimana Wina Natalia mengatasi rasa takutnya? Wina mengatasi rasa takutnya dengan mencari bantuan dari psikiater dan mengandalkan dukungan dari orang-orang terdekat. Apa yang berbeda dari perceraian pertama dan kedua Wina Natalia? Pada perceraian kedua, Wina merasa lebih tertekan karena usianya yang sudah hampir 50 tahun. Dia merasa tidak punya cukup kepercayaan diri untuk memulai kembali semuanya dari awal. Kesimpulan Perceraian adalah proses yang sulit dan penuh tantangan, terutama bagi mereka yang sudah mengalami kegagalan pernikahan lebih dari sekali. Wina Natalia mengungkapkan berbagai perasaan dan ketakutannya dalam menghadapi perceraian kedua dengan Anji. Dukungan psikiater dan kesepakatan perceraian yang menguntungkan menjadi salah satu cara Wina untuk menghadapi masa-masa sulit ini. Meski begitu, rasa bersalah kepada anak-anak dan kekhawatiran tentang masa depan tetap menjadi beban yang harus dihadapinya.