Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) yang saat ini menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, telah memilih Gubernur Minnesota, Tim Walz, sebagai calon wakil presiden untuk maju dalam pemilu pada November mendatang. Pemilihan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Harris dalam persaingan yang ketat melawan calon dari Partai Republik, Donald Trump, dan pasangannya, Senator JD Vance. Dengan memilih Walz, Harris berharap dapat menarik pemilih di negara bagian yang krusial seperti Pennsylvania, di mana mereka berencana mengadakan rapat umum di Philadelphia. Latar Belakang Pemilihan Tim Walz Kamala Harris mengumumkan pilihannya terhadap Tim Walz setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pengalaman eksekutif, layanan militer, dan kemampuan untuk memenangkan pemilih pedesaan yang cenderung mendukung Trump. Walz, yang telah menjabat sebagai gubernur Minnesota sejak 2018 dan 2022, memiliki rekam jejak yang kuat dalam politik dan pelayanan publik. Pengalaman dan Kontribusi Walz Walz membawa nilai-nilai yang ia pelajari dari pertanian keluarganya dan pengalaman sebagai guru ke dalam perannya di Kongres dan ibu kota negara bagian. Dalam pidatonya, Walz menyatakan kebanggaannya dapat mendukung Harris dan berusaha membawa nilai-nilai tersebut ke Gedung Putih. Pengalaman Eksekutif: Sebagai gubernur, Walz telah mengelola berbagai krisis dan memimpin upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minnesota. Layanan Militer: Pengalaman Walz dalam militer memberikan perspektif unik yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan pertahanan dan keamanan nasional. Rekam Jejak di Kongres: Sebelum menjadi gubernur, Walz terpilih di distrik yang cenderung mendukung Republik di Dewan Perwakilan AS pada tahun 2006 dan menjabat selama 12 tahun. Kritik dan Tantangan Meskipun memiliki banyak pengalaman, Walz juga menghadapi kritik, terutama dari pihak oposisi. Senator JD Vance mengkritik penanganan Walz terhadap protes setelah kematian George Floyd pada tahun 2020, menyatakan bahwa Walz tidak cukup tegas dalam menghadapi perusuh. Kritik dari Pihak Oposisi Penanganan Protes: Vance menuding bahwa pemilihan Walz menunjukkan kecenderungan Harris untuk tunduk kepada elemen paling radikal dari partainya. Dukungan dari Kiri: Walz juga mengalahkan gubernur populer Pennsylvania, Josh Shapiro, yang telah menghadapi kritik tajam dari kelompok progresif dan aktivis pro-Palestina. Strategi Kampanye Harris dan Walz berencana untuk melakukan tur di beberapa negara bagian kunci seperti Wisconsin, Arizona, dan Nevada setelah penampilan bersama mereka di Philadelphia. Strategi ini dirancang untuk membangun momentum yang telah dipertahankan Harris sejak menjadi calon utama Partai Demokrat setelah Presiden Joe Biden mengakhiri kampanye pemilihannya bulan lalu. Rencana Kampanye Rapat Umum di Philadelphia: Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian krusial untuk mengalahkan Trump dan Vance. Tur di Negara Bagian Kunci: Setelah Philadelphia, Harris dan Walz akan melanjutkan kampanye di Wisconsin, Arizona, dan Nevada. Mengumpulkan Dukungan: Gedung Putih menyatakan bahwa Harris dan Biden berbicara sebelum Harris mengumumkan pilihannya terhadap Walz, menunjukkan koordinasi yang erat antara keduanya. FAQs Mengapa Kamala Harris memilih Tim Walz sebagai calon wakil presiden? Harris memilih Walz karena pengalamannya dalam eksekutif, layanan militer, dan kemampuannya untuk memenangkan pemilih pedesaan yang cenderung mendukung Trump. Apa kritik utama terhadap Tim Walz? Kritik utama terhadap Walz adalah penanganannya terhadap protes setelah kematian George Floyd dan tuduhan bahwa ia tunduk kepada elemen paling radikal dari partainya. Apa rencana kampanye Harris dan Walz? Mereka berencana mengadakan rapat umum di Philadelphia, kemudian melakukan tur di negara bagian kunci seperti Wisconsin, Arizona, dan Nevada. Bagaimana reaksi dari pihak oposisi terhadap pemilihan Walz? Senator JD Vance mengkritik pemilihan Walz, menyatakan bahwa hal ini menunjukkan kecenderungan Harris untuk tunduk kepada elemen paling radikal dari partainya. Kesimpulan Pemilihan Tim Walz sebagai calon wakil presiden oleh Kamala Harris adalah langkah strategis untuk memperkuat posisinya dalam pemilu mendatang. Dengan pengalaman eksekutif, layanan militer, dan rekam jejak di Kongres, Walz diharapkan dapat membantu Harris memenangkan pemilih di negara bagian krusial. Meskipun menghadapi kritik, pasangan ini berencana untuk membangun momentum melalui kampanye yang intens di berbagai negara bagian kunci.



