Special Plan: Lansia Entrepreneur berdayakan penduduk produktif di masa tua

Program Wirausaha Lansia Mendorong Produktivitas di Usia Senja

Special Plan – Jakarta — Upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap produktif sepanjang hayat terus digenjot melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu program unggulan yang dikembangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah program yang dikenal dengan sebutan Lansia Entrepreneur. Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap fenomena global di mana jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat secara signifikan.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Wihaji, pejabat dari Kemendukbangga/BKKBN yang berada di Bekasi pada hari Rabu, program ini memiliki peran vital dalam membangun ketahanan keluarga. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat meraih dividen demografi secara optimal, meskipun sedang menghadapi tantangan berupa penuaan populasi atau yang sering disebut sebagai aging population. Program ini tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga kesejahteraan sosial para lansia.

Mengatasi Kesepian Melalui Aktivitas Produktif

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh banyak lansia adalah perasaan kesepian. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah merancang program Sekolah Lansia yang terintegrasi dengan konsep kewirausahaan. Melalui pendekatan ini, para lanjut usia didorong untuk terus beraktivitas dan terlibat dalam kehidupan sosial.

“Sekolah lansia bagian dari cara kita untuk memberdayakan lansia supaya ada aktivitas, lebih produktif, dan tentu mengurangi kesepian. Dari masalah kesepian itulah kita buat program Sekolah Lansia dan Lansia Entrepreneur,” ujar Wihaji.

Program Lansia Entrepreneur sendiri merupakan bagian integral dari Program Lansia Berdaya atau yang lebih dikenal dengan singkatan Sidaya. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui mekanisme Sekolah Lansia yang berada di bawah naungan Bina Keluarga Lansia (BKL). Dengan demikian, para lansia tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan dukungan dari lingkungan keluarga dan komunitas sekitar.

Pelatihan dan Implementasi di Lapangan

Secara operasional, program ini dirancang untuk mendorong para lansia agar terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan di usia lanjut. Berbagai bentuk kegiatan telah disiapkan untuk memastikan keberhasilan program ini.

“Bentuk Lansia Entrepreneur meliputi peningkatan kapasitas lansia melalui pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan kemampuan, minat, dan hobi, pelatihan kewirausahaan dengan melibatkan kementerian/lembaga dan mitra kerja, serta implementasi dilakukan di BKL dan Sekolah Lansia di kelompok BKL,” paparnya.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta mitra kerja swasta. Hal ini memastikan bahwa para lansia mendapatkan bimbingan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Keberhasilan di Kota Bekasi

Kota Bekasi menjadi salah satu wilayah percontohan yang menunjukkan hasil luar biasa dalam implementasi program ini. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 3.000 lansia untuk bergabung dalam sekolah lansia. Target tersebut telah berhasil dilampaui dengan jumlah peserta yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Ternyata lonjakannya luar biasa, baru masuk tahun ketiga ini, kurang lebih 3.500 lansia yang sudah menjadi peserta didik, terdiri atas 22 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan (di Kota Bekasi),” kata Tri Adhianto.

Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat lanjut usia di Kota Bekasi. Dengan 22 sekolah lansia yang tersebar merata di setiap kecamatan, aksesibilitas program menjadi lebih mudah bagi para peserta.

Pameran Karya dan Kreasi Lansia

Sebagai wujud nyata dari keberhasilan program, kegiatan Kriyaan Lansia Kota Bekasi Tahun 2026 telah diselenggarakan di GOR Bang Yan. Kegiatan ini mengusung tema “Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia” yang menjadi ajang unjuk karya bagi seluruh sekolah lansia di wilayah tersebut. Para lansia memamerkan berbagai hasil kreasi yang telah mereka pelajari selama mengikuti proses pembelajaran.

Antara lain, pameran menampilkan pembuatan minuman tradisional yang memiliki nilai jual tinggi, batik eco green yang ramah lingkungan, fashion rajut dengan desain modern, serta berbagai jenis makanan ringan yang telah diinovasi. Semua karya ini membuktikan bahwa usia lanjut bukan halangan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para lansia secara holistik.