Visit Agenda: Gubernur Sumut mendukung PRSU masuk Karisma Event Nusantara

Gubernur Sumut Apresiasi Upaya PRSU Raih Pengakuan Karisma Event Nusantara

Visit Agenda – Medan — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang menginginkan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) terdaftar sebagai Karisma Event Nusantara (KEN) di bawah naungan Kementerian Pariwisata. Langkah strategis ini dipandang sebagai peluang besar untuk mengangkat prestise acara tersebut ke tingkat nasional.

Menurut Gubernur Bobby, apabila PRSU berhasil masuk dalam agenda nasional, maka diyakini akan menjadi salah satu mesin penggerak utama perekonomian daerah melalui kontribusi sektor budaya dan pariwisata. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bobby setelah mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI yang berlangsung di lokasi PRSU ke-50 di Medan, pada hari Kamis.

Momentum Kebangkitan Pasca Pandemi

Gubernur menjelaskan bahwa penyelenggaraan PRSU edisi ke-50 tahun ini menandai pertama kalinya acara tersebut dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Lebih dari itu, acara ini juga berfungsi sebagai momentum kebangkitan ekonomi dan sosial setelah masa sulit pandemi COVID-19. PRSU hadir sebagai wadah yang menyatukan berbagai potensi sumber daya manusia, kekayaan budaya, serta ekonomi kreatif yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini menampilkan keragaman budaya yang luar biasa. Berbeda dengan daerah lain yang mungkin hanya menampilkan satu jenis tarian, Sumatera Utara menghadirkan setidaknya lima etnis melalui pakaian adat, kirab budaya, hingga pertunjukan tarian tradisional.

“Jika masuk agenda nasional, PRSU diyakini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor budaya dan pariwisata,” ujar Bobby usai mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI, di PRSU ke-50 Medan, Sumut, Kamis.

Mengatasi Ego Sektoral dan Memaksimalkan Paviliun

Gubernur juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara agar mengesampingkan ego sektoral demi mendukung kelancaran penyelenggaraan PRSU. Bobby menyoroti bahwa masih terdapat beberapa daerah yang memiliki paviliun di PRSU namun belum memanfaatkannya secara optimal untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing kepada pengunjung.

“Jangan ada ego daerah. Paviliunnya sudah ada, tetapi tidak dibuka atau tidak dimanfaatkan untuk mengenalkan daerah masing-masing kepada masyarakat,” katanya pula.

Keberhasilan pelaksanaan PRSU ke-50 bukan hanya menjadi pencapaian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melainkan juga merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Sumatera Utara secara kolektif. Hal ini menunjukkan bahwa acara tersebut memiliki makna yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi Menuju Profesionalisme

Evita Nursanty, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, menilai bahwa PRSU yang telah memasuki usia emas perlu terus bertransformasi menjadi ajang yang lebih profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Utara. Pihaknya menyatakan bahwa semangat besar menjadikan PRSU ke-50 ini tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang yang memiliki dampak ekonomi dan sosial yang sangat luas.

“PRSU harus menjadi etalase budaya, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ekonomi kreatif, dan sekaligus media promosi pariwisata serta potensi daerah,” kata Evita.

Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, Ferry Indra, mengapresiasi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI sebagai bentuk dukungan nyata terhadap PRSU. Pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini diikuti oleh 33 paviliun kabupaten dan kota se-Sumut serta satu paviliun negara sahabat. Seluruh kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui skema kemitraan yang melibatkan berbagai pihak.

“Sebanyak 75 persen konten acara diisi oleh putra-putri daerah sebagai bentuk komitmen menjadikan PRSU sebagai panggung utama pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.

Ferry menambahkan bahwa hingga hari keenam pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini, jumlah pengunjung tercatat mencapai 25.447 orang dengan nilai transaksi ekonomi lebih dari Rp511 juta. Capaian ini menunjukkan perputaran ekonomi yang positif, dan diyakini akan terus meningkat hingga penutupan PRSU. Dengan dukungan berbagai pihak, PRSU diharapkan dapat menjadi contoh sukses penyelenggaraan acara budaya dan ekonomi di tingkat nasional.