Utusan Khusus Presiden minta kepala daerah dukung implementasi SRUK
Hashim Djojohadikusumo Dorong Daerah Dukung Implementasi SRUK
Utusan Khusus Presiden minta kepala daerah – Hashim Sujono Djojohadikusumo, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk bidang Iklim dan Energi, menyampaikan ajakan kepada seluruh pemerintah daerah agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sistem Registri Unit Karbon atau yang lebih dikenal dengan singkatan SRUK. Pernyataan ini disampaikan secara langsung pada momen peluncuran resmi sistem tersebut yang diselenggarakan di ibu kota Jakarta pada hari Kamis, tanggal 9 Juli.
Pentingnya Kolaborasi Pusat dan Daerah
Dalam sambutannya, Hashim menekankan bahwa sistem registri karbon yang telah dibangun oleh pemerintah pusat tidak akan berjalan secara maksimal tanpa adanya sinergi dan kerja sama yang erat dari berbagai tingkat pemerintahan daerah. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi SRUK sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh komponen di tingkat lokal maupun regional. Tanpa dukungan tersebut, potensi sistem ini untuk mendukung kebijakan iklim nasional akan terasa kurang optimal.
Sistem SRUK sendiri merupakan instrumen penting dalam kerangka kerja pengelolaan karbon di Indonesia. Melalui mekanisme ini, setiap unit yang terlibat dalam aktivitas terkait karbon akan terdaftar secara sistematis, sehingga memungkinkan pemantauan dan verifikasi yang lebih transparan. Hashim menambahkan bahwa keterlibatan pemerintah daerah menjadi kunci agar seluruh proses registrasi dan pelaporan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Konteks Peluncuran di Jakarta
Peluncuran SRUK yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik maupun swasta. Acara tersebut menjadi momen strategis untuk memperkenalkan sistem baru ini kepada publik dan memastikan bahwa semua pihak memahami peran masing-masing dalam ekosistem karbon nasional. Hashim juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan infrastruktur teknis yang diperlukan, namun implementasi di lapangan sangat bergantung pada kesiapan daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Menurut Hashim, setiap daerah memiliki karakteristik unik yang perlu dipertimbangkan dalam proses implementasi SRUK. Oleh karena itu, komunikasi dua arah antara pusat dan daerah akan terus dijaga agar setiap tantangan yang muncul dapat diatasi secara bersama-sama. Ia berharap bahwa dengan dukungan penuh dari para kepala daerah, sistem ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya penurunan emisi karbon di negara ini.
Ke depan, pemerintah berencana untuk melakukan evaluasi berkala terhadap progres implementasi SRUK di berbagai wilayah. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk penyempurnaan sistem serta penyesuaian strategi komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hashim juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya melihat SRUK sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai peluang untuk mengembangkan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Proses implementasi SRUK diharapkan dapat berjalan lancar dengan adanya komitmen dari semua pihak. Hashim Sujono Djojohadikusumo menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta merupakan fondasi utama untuk mencapai target iklim nasional. Melalui sistem registri yang terintegrasi, Indonesia dapat menunjukkan komitmennya dalam menangani perubahan iklim secara lebih terstruktur dan terukur.
(Laporan oleh Sanya Dinda Susanti/Anggah/Rizky Bagus Dhermawan/Roy Rosa Bachtiar)
