Latest Program: Pasar Jaya pastikan 145 pasar di Jakarta dukung gerakan pilah sampah
Pasar Jaya Perkuat Gerakan Pemilahan Sampah di 146 Pasar Jakarta
Latest Program – Jakarta — Langkah strategis terus diambil oleh Perumda Pasar Jaya dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan pasar. Direktur Utama perusahaan, Agus Himawan, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 146 pasar yang berada di bawah naungan perusahaan telah dilengkapi dengan fasilitas tempat sampah terpilah. Inisiatif ini menjadi tonggak awal dalam penerapan sistem pemilahan sampah yang dimulai langsung dari sumbernya, sejalan dengan visi pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.
Menurut Agus, penyediaan infrastruktur tempat sampah yang terorganisir ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen perusahaan. Tujuannya adalah mewujudkan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pedagang maupun masyarakat umum. Program ini merupakan bagian integral dari kampanye Gerakan Bersama Bersih Pasar atau yang lebih dikenal dengan singkatan GEBER. Kampanye tersebut tidak hanya bersifat simbolis, melainkan sebuah gerakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini merupakan komitmen dan langkah nyata kita bersama untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, higienis, dan nyaman, baik bagi para pedagang maupun masyarakat selaku pengunjung pasar, dalam mendukung Jakarta menuju kota global,” ujar Agus Himawan di Jakarta pada hari Jumat.
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa kehadiran tempat sampah terpilah ini juga merupakan respons terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Instruksi tersebut secara khusus mengatur tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah ini sangat penting, karena fokus tidak lagi hanya pada penanganan di hilir, tetapi harus dimulai dari kawasan yang menghasilkan sampah, termasuk kawasan pasar yang padat aktivitas.
Agus menambahkan bahwa mulai bulan Agustus 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan baru terkait pembuangan sampah. Kebijakan ini akan mengubah pola pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang yang selama ini menjadi andalan. Dengan demikian, Pasar Jaya ditugaskan untuk melaksanakan gerakan pemilahan sampah secara intensif dari sumbernya.
Implementasi Proyek Percontohan dan Pembentukan Satgas
Dalam rangka mengimplementasikan program tersebut, Pasar Jaya telah meluncurkan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri. Proyek ini dilaksanakan di Pasar Induk Kramat Jati dengan melibatkan kerja sama strategis antara LAPI ITB dan PT FDR. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang efektif dan dapat direplikasi di pasar-pasar lainnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Perumda Pasar Jaya telah membentuk 58 personel Satuan Tugas atau Satgas GEBER. Tugas utama mereka meliputi pengawasan, edukasi, dan menjadi penggerak perubahan perilaku pengelolaan sampah di lingkungan pasar. Peran Satgas ini sangat krusial sebagai motor penggerak yang bekerja secara terus-menerus.
“Satgas ini akan menjadi motor penggerak, pengawas sekaligus mitra edukasi bagi seluruh warga pasar secara terus-menerus,” papar Agus Himawan.
Agus menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dicapai oleh pemerintah dan Perumda Pasar Jaya secara sendiri. Diperlukan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pedagang, koperasi, pengelola pasar, hingga masyarakat luas. Dengan sinergi yang kuat, Agus optimistis pasar-pasar Perumda Pasar Jaya mampu bertransformasi menjadi pasar yang bersih, sehat, dan modern sesuai harapan.
Rekomendasi Dewan Pengawas untuk Keberlanjutan Program
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, La Ode Basir, memberikan pandangan penting mengenai masa depan gerakan ini. Ia menilai bahwa gerakan pemilahan sampah tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, gerakan ini harus berkembang menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya.
La Ode Basir juga meminta jajaran direksi untuk segera menyusun standar operasional prosedur atau SOP yang terukur. Penyusunan SOP ini penting agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara disiplin di setiap pasar. Selain itu, ia mengusulkan agar kebersihan dan keberhasilan pelaksanaan pemilahan sampah menjadi salah satu indikator penilaian kinerja kepala pasar.
“Harus ada penilaian yang terukur di seluruh pasar. Kebersihan, kerapian, dan gerakan pilah sampah harus masuk dalam aspek penilaian keberhasilan kepala pasar. Dengan begitu, gerakan ini benar-benar diterapkan hingga tingkat teknis dan menjadi budaya yang melekat di lingkungan Perumda Pasar Jaya,” kata La Ode Basir.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan, Jakarta diharapkan dapat mewujudkan visi sebagai kota global yang ramah lingkungan. Program GEBER dan pemilahan sampah dari sumber menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan tersebut. Seluruh pihak diharapkan dapat berkontribusi aktif agar program ini berhasil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
