Visit Agenda: KH Zulfa Mustofa sebut siap maju jadi calon Ketum di Muktamar NU
KH Zulfa Mustofa Siap Berkontribusi Sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Kedepan
Visit Agenda – Jakarta mencatat perkembangan menarik dalam kancah kepemimpinan Nahdlatul Ulama. KH Zulfa Mustofa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum. Pernyataan ini disampaikan dengan sikap terbuka dan rendah hati, tanpa ambisi pribadi yang berlebihan. Kiai Zulfa menegaskan bahwa dirinya akan menerima amanah apabila mendapat dukungan kuat dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama maupun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.
Meskipun tidak secara langsung mendeklarasikan diri sebagai calon, sikap terbuka ini menunjukkan bahwa Kiai Zulfa tidak akan menolak jika pencalonannya merupakan wujud aspirasi nyata dari para pengurus NU di tingkat daerah. Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta pada hari Sabtu, beliau menyampaikan bahwa dorongan dari cabang dan wilayah memiliki kekuatan yang sangat signifikan. “Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak,” tegas Kiai Zulfa dengan penuh keyakinan.
Menjelang Muktamar ke-35 NU di Jawa Timur
Periode menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi momen penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 ini akan diselenggarakan di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jawa Timur. Lokasi ini dipilih sebagai tempat strategis untuk mengumpulkan seluruh perwakilan dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di seluruh nusantara.
Dalam konteks persiapan Muktamar tersebut, sejumlah nama mulai muncul sebagai kandidat potensial untuk menduduki jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. KH Zulfa Mustofa menjadi salah satu nama yang semakin sering disebut-sebut dalam berbagai diskusi internal organisasi. Dukungan terhadap pencalonan beliau juga semakin menguat dengan adanya pernyataan resmi dari tokoh-tokoh NU terkemuka.
Dukungan Gus Aab dan Aspirasi Regional
Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Aab, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka menyampaikan dukungannya. Menurut beliau, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi gelombang aspirasi yang terus mengalir dari berbagai PWNU dan PCNU. Aspirasi ini bertujuan agar Kiai Zulfa dapat ikut serta dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang.
Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama,
Ungkapan ini disampaikan oleh Gus Aab dengan nada penuh apresiasi terhadap antusiasme para pengurus NU di daerah. Dukungan yang datang dari berbagai penjuru ini bukan sekadar formalitas, melainkan mencerminkan harapan nyata dari warga Nahdliyin. Mereka menginginkan PBNU ke depan dapat menjadi organisasi yang semakin kuat melalui agenda pembaruan yang komprehensif.
Kiai Zulfa Sebagai Ikon Perubahan
Para pengurus NU yang menyampaikan dukungan ini memiliki alasan yang jelas. Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan pada tubuh Nahdlatul Ulama secara menyeluruh. Dalam pandangan mereka, Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang sangat dibutuhkan NU saat ini. Perubahan yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi hingga program-program dakwah yang lebih inovatif.
Sikap Kiai Zulfa yang tidak pernah secara langsung mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU justru menjadi nilai tambah. Hal ini menunjukkan bahwa beliau lebih mengedepankan musyawarah dan konsensus daripada ambisi pribadi. Aspirasi dari berbagai pengurus terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 NU, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan beliau.
Proses Demokratis dalam Penentuan Calon
Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, memberikan perspektif tambahan mengenai dinamika pencalonan ini. Beliau menyebut bahwa dorongan kepada Kiai Zulfa untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU datang dari berbagai tingkatan kepengurusan NU. Mulai dari PCNU, PWNU, hingga kalangan PBNU sendiri, semuanya memberikan dukungan yang tulus.
Kita lihat nanti siapa yang akan maju dalam Muktamar. Semuanya tentu bergantung pada aspirasi pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai pemilik mandat,
Pernyataan ini menegaskan bahwa proses penentuan calon Ketua Umum PBNU tetap sepenuhnya berada di tangan para pemilik hak suara dalam Muktamar. Meskipun aspirasi dari daerah sangat kuat, keputusan final akan ditentukan melalui mekanisme demokratis yang telah ditetapkan. Semua pihak menunggu dengan penuh harap untuk melihat siapa yang akan maju dan bagaimana hasil akhir dari proses suksesi kepemimpinan ini.
Muktamar ke-35 NU di Tambakberas nanti akan menjadi momen bersejarah bagi organisasi. Dengan adanya berbagai kandidat potensial termasuk KH Zulfa Mustofa, NU diharapkan dapat memilih pemimpin yang tepat untuk membawa organisasi menuju masa depan yang lebih cerah dan relevan dengan tantangan zaman.
