New Policy: Dukung kemakmuran bersama, Australia-Indonesia luncurkan Katalis 2.0
New Policy – “`html
New Policy Katalis 2.0: Langkah Strategis Indonesia-Australia
Jakarta menjadi saksi peluncuran resmi program Katalis 2.0 yang menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Sebagai bagian dari New Policy yang komprehensif, program inovatif ini merupakan bagian integral dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau yang dikenal dengan singkatan IA-CEPA. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat arus perdagangan dan investasi dua arah, sekaligus membuka potensi ekonomi yang belum tergali sepenuhnya dari kedua negara.
Proses Peluncuran dan Tokoh Kunci
Inisiatif strategis ini diresmikan secara bersamaan oleh dua pejabat tinggi dari masing-masing negara. Matt Thistlethwaite, yang menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, hadir bersama Dyah Roro Esti Widya Putri sebagai Wakil Menteri Perdagangan Indonesia. Upacara peluncuran berlangsung di Jakarta pada hari Senin, dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari kedua negara. Peluncuran ini merupakan wujud nyata dari New Policy yang telah dirancang untuk memaksimalkan potensi kerjasama bilateral.
Asisten Menteri Thistlethwaite menyampaikan apresiasinya terhadap kedekatan hubungan ekonomi antara kedua negara. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Menurutnya, kolaborasi ini akan menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kemakmuran bersama bagi kedua negara melalui implementasi New Policy yang efektif.
“Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Bersama-sama, kita menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kemakmuran bersama bagi kedua negara,” ujar Asisten Menteri Thistlethwaite dalam keterangan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Mekanisme Pelaksanaan dan Pendanaan
Katalis 2.0 didanai sepenuhnya oleh pemerintah Australia dan dilaksanakan melalui kemitraan dengan pemerintah Indonesia. Program ini dirancang untuk mendukung implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi praktis antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai lembaga ekonomi. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Sebagai bagian dari New Policy, program ini juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.
Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi. Menurutnya, langkah ini akan memperkuat daya saing industri nasional serta menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia di pasar internasional. Ia juga menambahkan bahwa kemitraan dengan Australia terus mendukung prioritas-prioritas nasional yang telah ditetapkan melalui New Policy yang berkelanjutan.
“Indonesia berkomitmen untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi yang memperkuat daya saing industri nasional serta menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia di pasar internasional. Kemitraan kami dengan Australia terus mendukung prioritas-prioritas nasional tersebut,” ujar Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri.
Perluasan dari Fase Pertama
Program Katalis 2.0 melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai pada fase pertama yang berlangsung antara tahun 2021 hingga 2025. Dengan pengalaman yang telah diperoleh, program ini akan memperluas peluang perdagangan dan investasi, memperkuat institusi-institusi penting, serta mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan bahwa perempuan dan kelompok-kelompok yang kurang terwakili juga mendapatkan manfaat dari program ini. Implementasi New Policy ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan fase sebelumnya.
Deputi Bidang Pengembangan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Eka Chandra Buana, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kerjasama internasional. Menurutnya, kemitraan yang kuat memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. Kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi, dan memobilisasi investasi akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh. Melalui New Policy, Indonesia dan Australia dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih holistik.
“Kemitraan internasional yang kuat memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. Kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi, dan memobilisasi investasi akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Eka Chandra Buana.
Dampak Jangka Panjang bagi Kedua Negara
Peluncuran Katalis 2.0 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kedua negara dalam jangka panjang. Dengan fokus pada penguatan institusi dan peningkatan partisipasi masyarakat, program ini tidak hanya akan meningkatkan angka perdagangan dan investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. New Policy ini menjadi fondasi penting untuk kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Australia di masa depan.
Kerjasama ini juga akan membuka peluang baru bagi sektor-sektor strategis seperti teknologi, energi terbarukan, dan pendidikan. Melalui implementasi New Policy yang konsisten, kedua negara dapat menghadapi tantangan global dengan lebih efektif dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.
“`
