Rektor Unhas: Guru besar berperan penting hasilkan riset berdampak
Peran Strategis Guru Besar dalam Mendorong Riset Berdampak di Unhas
Rektor Unhas – Makassar menjadi saksi pentingnya transformasi dalam dunia perguruan tinggi ketika Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa, atau yang lebih dikenal sebagai Prof JJ, menyampaikan pandangannya mengenai peran vital para guru besar. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Jumat, ia menegaskan bahwa keberadaan dosen dengan jabatan profesor memegang posisi strategis sebagai penggerak utama dalam riset, inovasi, serta kolaborasi ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dari Efisiensi Menuju Efektivitas
Menurut Prof JJ, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini telah bergeser. Bukan lagi sekadar meningkatkan produktivitas akademik, melainkan memastikan setiap sumber daya yang ada mampu menghasilkan dampak yang terukur melalui penelitian dan inovasi. Ia menjelaskan bahwa efisiensi tetap menjadi kebutuhan dalam pengelolaan perguruan tinggi, namun efektivitaslah yang menjadi ukuran lebih penting karena menentukan sejauh mana riset, pendidikan, dan pengabdian mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Efisiensi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah efektivitas dalam mencapai tujuan,” ujarnya usai pengukuhan empat guru besar baru dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas untuk Upacara Penerimaan Jabatan Profesor di Makassar.
Universitas sebagai Pusat Penciptaan Pengetahuan
Pandangan yang disampaikan Prof JJ ini sejalan dengan tren global yang menempatkan universitas sebagai pusat penciptaan pengetahuan sekaligus penghasil solusi berbasis bukti. Dalam paradigma baru ini, kualitas sebuah institusi pendidikan tinggi tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian mampu mendorong inovasi teknologi, memperkuat kebijakan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi secara menyeluruh.
Unhas, melalui filosofi logonya yang merepresentasikan Ayam Jantan dari Timur, tidak hanya melihat simbol tersebut sebagai identitas institusi semata. Menurut Prof JJ, filosofi ini juga mencerminkan semangat kepemimpinan, keberanian, dan kemampuan menjadi penggerak perubahan melalui ilmu pengetahuan. Semangat ini harus diwujudkan melalui pengembangan inovasi, penguatan ekonomi berbasis pengetahuan, serta kontribusi akademik dalam merespons dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Science Diplomacy dan Daya Saing Global
Prof JJ juga menekankan pentingnya memperkuat science diplomacy, yakni pemanfaatan kerja sama ilmiah sebagai instrumen membangun hubungan internasional sekaligus menghasilkan solusi atas berbagai persoalan lintas negara. Melalui jejaring akademik global, perguruan tinggi dapat mempercepat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas kontribusi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Menurut rektor Unhas, perubahan lanskap geopolitik saat ini semakin dipengaruhi oleh faktor geoekonomi, di mana penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi penentu daya saing suatu bangsa. Dalam konteks ini, guru besar memiliki peran krusial untuk menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat, serta antara Indonesia dan komunitas ilmiah internasional.
Pengukuhan empat guru besar baru dalam acara tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat posisi Unhas sebagai universitas riset yang berdampak. Para profesor yang baru dikukuhkan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam berbagai inisiatif penelitian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Dengan demikian, visi Unhas untuk menjadi universitas yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional semakin kuat melalui penguatan peran guru besar sebagai penggerak riset dan inovasi yang berorientasi pada dampak sosial dan ekonomi yang terukur.
