Wamenekraf dukung ekosistem bisnis musik yang sehat agar berkelanjutan

Wamenekraf dukung ekosistem bisnis musik Indonesia menuju keberlanjutan

Wamenekraf dukung ekosistem bisnis musik – Jakarta — Dalam rangka memperkuat fondasi industri musik nasional, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem bisnis musik yang sehat dan berkelanjutan. Pernyataan ini menjadi tonggak penting bagi para pelaku industri musik Indonesia yang selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam membangun model bisnis yang stabil. Menurut Irene, keberadaan musisi Indonesia tidak hanya memerlukan panggung pertunjukan semata, tetapi juga ekosistem yang memungkinkan mereka bertahan dalam jangka panjang.

Irene menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif memiliki komitmen kuat untuk mempelajari bisnis model industri musik secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang mendalam, diharapkan dapat menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan aktual para pelaku industri. “Musisi tidak cukup memperoleh panggung, tetapi juga harus memiliki ekosistem bisnis yang sehat sehingga dapat terus berkarya dan berkembang,” jelas Irene dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Sabtu.

Komponen Penting dalam Ekosistem Musik

Menurut penjelasan Irene, keberlanjutan ekosistem musik tidak dapat hanya bergantung pada festival-festival yang bersifat periodik. Terdapat berbagai sumber pendapatan berkelanjutan yang perlu dikembangkan melalui kanal distribusi yang beragam, komunitas penggemar yang solid, serta kerja sama dengan lintas sektor industri. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri musik Indonesia ke arah yang lebih positif.

Kemenekraf juga melakukan pemetaan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendukung ekspansi musisi Indonesia ke panggung global. Salah satu strategi yang diidentifikasi adalah memperkuat storytelling yang memiliki ciri khas berbeda dari negara lain. Orisinalitas dan gaya musik Indonesia yang begitu beragam menjadi modal utama yang tidak dapat ditiru oleh negara lain. “Industri kreatif membutuhkan identitas dan orisinalitas yang kuat. Inilah yang harus menjadi inspirasi bagi banyak musisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Wamenekraf.

Dukungan untuk ALI Band di Panggung Internasional

Dalam konteks ini, Irene menyatakan dukungannya terhadap rencana tur Amerika Serikat yang dilakukan oleh grup ALI Band. Tur ini diyakini mampu menunjukkan talenta musisi Indonesia yang memiliki nilai jual unik di kancah internasional. Bassist ALI Band, Arswandaru Cahyo, menjelaskan bahwa perpaduan unsur musik funk, disko, soul Timur Tengah, dan berbagai pengaruh budaya lainnya menjadi daya tarik utama saat grup tersebut tampil di Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia.

Keunikan musik ALI Band membuat banyak promotor internasional menilai bahwa mereka dapat menawarkan karakter musik yang berbeda dari grup-grup lain. Aswandaru berharap pemerintah dapat menjadi support system yang kuat untuk para musisi saat menghadapi berbagai obstacle jelang persiapan tur internasional. “Wamenekraf begitu juga men-crack solusi sehingga kami berharap subsektor musik Indonesia tentu lebih berkembang dan kami yakin sangat layak berada di platform global sehingga bisa terus diperhitungkan. Kami juga ingin pemerintah membantu sebagai support system untuk para musisi saat menghadapi obstacle jelang persiapan tur internasional,” ujar Arswandaru.

“Musisi tidak cukup memperoleh panggung, tetapi juga harus memiliki ekosistem bisnis yang sehat sehingga dapat terus berkarya dan berkembang,” – Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif

Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah serta ekosistem bisnis yang sehat, industri musik Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi kreatif nasional. Langkah-langkah konkret yang diambil oleh Kemenekraf menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan industri musik Indonesia di masa depan.