Anggota DPR minta pemerintah jamin pemulihan korban rudapaksa Sampang
Amelia Anggraini Tekankan Pentingnya Pemulihan Komprehensif bagi Korban Rudapaksa Sampang
Anggota DPR minta pemerintah jamin pemulihan – Jakarta — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Amelia Anggraini, menyampaikan permohonan mendesak kepada pemerintah agar memberikan jaminan pemulihan menyeluruh bagi seorang gadis berusia 15 tahun yang menjadi korban kasus rudapaksa di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Dalam pernyataannya, Amelia menekankan bahwa aspek pemulihan korban memiliki bobot yang sama pentingnya dengan upaya penegakan hukum yang ditujukan kepada para pelaku kejahatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya hadir ketika kasus telah viral, melainkan harus hadir sejak pencegahan sampai korban benar-benar pulih.
Menurut Amelia, bentuk-bentuk pemulihan yang seharusnya diberikan kepada korban mencakup berbagai dimensi kehidupan. Pertama, pendampingan psikologis untuk membantu korban mengatasi trauma yang mendalam. Kedua, dukungan medis untuk memastikan kondisi fisik korban pulih sempurna. Ketiga, pendampingan hukum agar korban memahami proses hukum yang sedang berjalan. Keempat, dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Kelima, keberlanjutan pendidikan korban agar proses belajar tidak terganggu. Terakhir, perlindungan terhadap identitas korban agar nama baik dan privasinya tidak tercemar di masyarakat.
Tuntutan Penegakan Hukum yang Tegas
Amelia juga memberikan instruksi tegas kepada kepolisian untuk segera menangkap seluruh tersangka yang masih dalam status buron. Penuntasan perkara harus dilakukan secara profesional dengan standar tinggi. Khusus untuk terduga pelaku yang masih berusia anak, Amelia menegaskan bahwa mereka wajib diproses hukum sesuai dengan sistem peradilan pidana anak. Hal ini penting agar pertanggungjawaban hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain aspek penegakan hukum, Amelia juga meminta agar jejak komunikasi digital diamankan dan diperiksa secara menyeluruh.
Saya mengecam keras dugaan kekerasan seksual berulang terhadap seorang anak di Sampang yang melibatkan puluhan orang,
Ungkapan Amelia ini disampaikan di Jakarta pada hari Sabtu, menunjukkan betapa seriusnya ia memandang kasus ini. Ia tidak hanya melihat kasus ini sebagai kejahatan biasa, melainkan sebagai alarm keras yang menandakan adanya kegagalan sistem perlindungan anak di Indonesia. Kegagalan ini harus segera diperbaiki agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Amelia juga mengingatkan publik dan media massa untuk menghindari kesimpulan yang belum dibuktikan oleh penyidik. Spekulasi tanpa dasar dapat merugikan korban dan proses hukum.
Sebelum pernyataan Amelia, Polda dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur telah memberikan pendampingan psikologis kepada anak di bawah umur yang menjadi korban pemerkosaan di Kabupaten Sampang. Kasus ini saat ini sedang diusut oleh Polres Sampang. Kapolres Sampang, AKBP Hartono, yang menyampaikan keterangan di Sampang pada hari Selasa tanggal 14 Juli, menjelaskan bahwa pendampingan oleh Polda Jatim dan Dinsos Pemprov Jatim dilakukan karena korban mengaku sangat trauma setelah kejadian tersebut.
Menurut AKBP Hartono, polisi telah berhasil menangkap 12 tersangka dan masih memburu 15 pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian. Tim dari kedua institusi ini sudah mendatangi rumah korban untuk memberikan dukungan langsung. Yang bersangkutan sudah dua kali menjalani pemeriksaan psikiater sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma yang sedang berlangsung. Proses ini diharapkan dapat membantu korban kembali ke kondisi normal secara bertahap.
Kasus ini menjadi perhatian nasional karena melibatkan banyak pelaku dan terjadi terhadap anak yang masih sangat muda. Amelia berharap agar pemerintah tidak hanya memberikan respons reaktif, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang kuat. Perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Dengan pendekatan holistik yang mencakup penegakan hukum, pemulihan korban, dan pencegahan, Indonesia dapat membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anaknya.
Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Sementara itu, dukungan psikologis dan sosial dari berbagai pihak akan membantu korban melewati masa-masa sulit ini. Amelia terus memantau perkembangan kasus dan siap memberikan dukungan penuh dari sisi legislatif. Melalui upaya bersama, pemulihan komprehensif bagi korban rudapaksa Sampang dapat terwujud secara optimal.
