Trump Prediksi Operasi Militer ke Iran Memakan Waktu Empat Minggu

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa ia memperkirakan serangan militer terhadap Iran akan berlangsung hingga empat minggu. Operasi bersama Israel ini dilaporkan telah mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta mengganggu sistem pertahanan negara tersebut. “Ini adalah proses empat minggu. Kami memperkirakan akan terjadi sekitar empat minggu,” ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar Daily Mail, Selasa (2/3/2026).

Koalisi AS-Israel Serang Target Strategis Iran

Operasi skala besar yang dimulai pada Sabtu (28/2) melibatkan serangan terhadap fasilitas komando Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tempat peluncuran rudal, drone, lapangan terbang militer, serta sistem pertahanan udara Iran. Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa serangan gabungan ini menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai hampir 750 individu. Menurut data terkini, 24 dari 31 provinsi di Iran menjadi korban serangan tersebut.

“Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu atau kurang,” tambah Trump.

Komando Pusat AS (Centcom) tengah menyelidiki dugaan serangan yang menargetkan sekolah perempuan di bagian selatan Iran. Menurut laporan pejabat Iran, peristiwa tersebut menyebabkan kematian lebih dari 100 siswa. Di sisi lain, Angkatan Udara Israel melancarkan penerbangan militer terbesar dalam sejarah Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dengan lebih dari 200 jet menyerang lokasi rudal dan pangkalan udara IRGC.

IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 500 target, termasuk peluncur rudal dan sistem pertahanan udara Iran. Operasi ini menjangkau area di barat dan tengah Iran, menunjukkan skala penyerangan yang luas. Sementara itu, adanya nama-nama calon penerus Ali Khamenei juga menjadi sorotan terkini dalam politik Iran.