Prabowo Cium Tangan Pengasuh Ponpes Al Falah Kediri di Istana Merdeka
Pada malam Kamis (5/3/2026), Presiden Prabowo Subianto terlihat menghormati Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, saat mengadakan pertemuan dengan para ulama di Istana Kepresidenan Jakarta. Momen tersebut tercatat dalam video yang dibagikan oleh Sekretariat Presiden. Pada acara tersebut, Kepala Negara berjalan sambil menyapa satu per satu tamu undangan, dengan diiringi nyanyian kasidah.
Dalam pertemuan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menunjukkan sikap hormat dengan menunduk saat bersalaman dengan Pengasuh Pesantren Al Bahjah di Cirebon, Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh lain seperti Pengasuh Ponpes Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Kafabihi Ali Mahrus, serta pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Gus Miftah.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari undangan Presiden Prabowo untuk buka puasa bersama. Sejumlah tokoh keagamaan seperti Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie turut hadir. Mereka tiba di Istana Kepresidenan Jakarta mulai pukul 15.54 WIB, dengan Anwar Iskandar menghadiri undangan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.
Isi Diskusi dalam Pertemuan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyambut sejumlah tokoh seperti Ketua Presidium ICMI Ilham Akbar Habibie, pendakwah Muhammad Subki Al-Bughury, dan Mamah Dedeh. Mereka hadir dalam rangka mengikuti undangan untuk buka puasa bersama. Anwar Iskandar menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan para ulama, mubaligh, dan pengasuh pesantren yang memiliki jaringan luas.
“Buka puasa bersama. Nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubaligh, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas,” ujar Anwar Iskandar.
Para pengasuh pesantren dan tokoh agama mulai datang ke Istana Kepresidenan sejak sore hari, Kamis (5/3/2026), sebelum acara resmi dimulai. Keseluruhan kegiatan berlangsung di Istana Merdeka, menjadi ajang silaturahmi dan pembahasan isu keagamaan serta sosial yang relevan dengan tugas mereka.
