Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Doha Selama Empat Hari Akibat Konflik Iran – AS dan Israel

Jakarta, IDN Times – Mugiyanto, Wakil Menteri HAM, mengatakan bahwa dirinya dan tim dari Kementerian HAM masih terjebak di Doha, Qatar, sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memanas. Situasi tersebut menyebabkan penutupan ruang udara, sehingga memengaruhi perjalanan mereka. Mereka berada di Qatar dalam rangka menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.

Kondisi di Doha terus diperbarui melalui pernyataan video yang diunggah ke Instagram Kementerian HAM pada Selasa, 3 Maret 2026. Mugiyanto menyebutkan bahwa situasi masih tidak stabil dan belum ada jaminan kapan konflik akan berakhir serta ruang udara kembali dibuka.

“Kami berharap kita semua yang berada di wilayah terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan saja situasi ini segera membaik, serta mengikuti arahan dari Bapak-Bapak Duta Besar dan otoritas setempat,” ujarnya.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar melaporkan lebih dari 100 orang terjebak di Bandara Hamad, Doha. Selain itu, puluhan hingga ratusan WNI juga terkena dampak di Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, serta Bahrain.

Mugiyanto menegaskan bahwa WNI di area konflik harus tetap tenang dan mematuhi instruksi dari perwakilan RI serta pihak lokal. Menurutnya, perjalanan ke Jenewa terhambat karena eskalasi perang yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026.