Purbaya: Harga BBM Subsidi Pasti Naik kalau Lonjakan Harga Minyak Bebani APBN
Kementerian Keuangan mengungkapkan kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jika lonjakan harga minyak global terus berlanjut hingga menyulitkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa langkah ini hanya akan diambil bila kondisi keuangan negara tak lagi mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya energi dunia.
“Kalau anggarannya benar-benar tidak kuat, tidak ada jalan lain, kami harus berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan harga BBM,” kata Purbaya dalam sesi taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.
Menurutnya, peningkatan harga BBM bukanlah pilihan utama pemerintah. Sebelum itu, negara akan mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak lonjakan harga minyak terhadap defisit APBN. Menteri Keuangan memperkirakan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) jika harga minyak global tetap stabil di level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun.
Contoh Pengalaman di Masa Lalu
Purbaya menyebutkan bahwa Indonesia pernah menghadapi kenaikan harga minyak hingga 150 dolar AS per barel. Meski ekonomi mengalami perlambatan, negara tetap mampu bertahan. “Kita dulu pernah melewati situasi dimana harga minyak mencapai 150 dolar AS per barel. Ekonomi jatuh nggak? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” jelasnya.
Pemicu Kenaikan Harga Minyak
Kenaikan harga minyak global saat ini didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Harga minyak Brent naik 4,93 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada Januari 2026, saat Brent berada di sekitar 64 dolar AS per barel dan WTI di kisaran 57,87 dolar AS per barel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM bersubsidi saat ini tetap stabil, serta pasokan energi nasional dalam kondisi aman, terutama menjelang libur Idul Fitri.
