ANTARA Permintaan Maaf atas Kesalahan Berita
Penjelasan dari Direktur Utama
Jakarta (ANTARA) – Benny Siga Butarbutar, direktur utama Kantor Berita ANTARA, memberikan permintaan maaf yang tulus kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta seluruh masyarakat Indonesia, termasuk pihak-pihak terkait dalam penyampaian informasi. Permintaan maaf ini diberikan karena adanya kesalahan dalam laporan berjudul “Pemerintah setop penerbangan luar negeri imbas konflik Iran” yang disiarkan ANTARA pada 17 Maret 2020, pukul 17.27 WIB.
Kesalahan terjadi karena pewarta dan editor tidak memenuhi standar jurnalistik dalam proses penulisan dan penyiaran berita. Hal ini mencakup ketidaksesuaian dengan konteks dan pengutipan yang dianggap tidak tepat, serta kesalahan dalam menyajikan data. Verifikasi berita juga dilakukan dengan kurang memenuhi SOP yang berlaku, sehingga berpotensi menyebarkan informasi yang membingungkan.
“Berdasarkan hasil investigasi, berita tersebut tidak relevan dengan konteks wawancara yang sebenarnya membahas pengiriman prajurit TNI ke Gaza. Mensesneg telah menjawab pertanyaan jurnalis mengenai peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian, namun berita yang disiarkan tidak menyentuh isu tersebut,” jelas Benny di Jakarta, Selasa malam.
Benny menyebutkan bahwa ANTARA telah mengambil langkah perbaikan, termasuk penghapusan berita yang salah, menyampaikan permintaan maaf, dan memberikan sanksi kepada wartawan terkait. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terjadi kembali.
melalui klarifikasi ini, ANTARA menegaskan komitmen pada transparansi dan tanggung jawab profesional sebagai penyampai informasi. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri dan masyarakat, serta para pemangku kepentingan informasi lainnya,” tambah Benny.
