Viral Spanduk ‘TNI Pembunuh’ di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar
Protes Mahasiswa dengan Spanduk di JPO Gatsu Benhil
Selama beberapa jam, sekelompok mahasiswa dari Universitas Trisakti menghadirkan spanduk bertuliskan pesan protes di jembatan penyeberangan orang (JPO) Gatsu Benhil, Jakarta. Aksi ini dilakukan pada Selasa malam, dengan tujuan memperkuat kampanye media sosial yang menuntut Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menelusuri kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Viralnya video tersebut memicu perhatian publik, menunjukkan bagaimana sejumlah orang menegaskan kritik terhadap institusi TNI. Rekaman yang beredar menunjukkan lokasi aksi berada di dekat Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, di mana pesan tajam diukirkan dalam spanduk berukuran besar.
“Itu titik lokasinya di JPO Gatsu Benhil, mengarah ke Semanggi,” ujarnya saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (1/4/2026).
Aksi Kritis terhadap TNI
Spanduk yang dipasang memuat narasi langsung tentang sejumlah dugaan pelanggaran HAM masa lalu, termasuk tragedi Marsinah, Trisakti, Semanggi I dan II, serta kasus Andrie Yunus. Pesan tersebut secara eksplisit mengecam, dengan kalimat “TAUKAH KALIAN KALAU TNI KITA PEMBUNUH!” yang menjadi fokus perhatian.
Menurut informasi dari Satpol PP DKI Jakarta, aksi tersebut berlangsung singkat dan langsung diakhiri dengan pembersihan atribut spanduk setelah proses pengambilan gambar selesai. “Semalam mereka cuma buat konten aja. Nggak sampai dipasang, selesai bikin konten langsung di take out,” papar Satriadi Gunawan, Kasatpol PP DKI Jakarta.
Kehadiran petugas patroli di lokasi juga mempercepat keluarnya kelompok tersebut dari area JPO. “Tadi malam waktu petugas patroli, pas mau dilakukan peneguran, mereka juga sudah langsung bubar,” tambahnya.
Lapangan Padel ‘Bodong’ Banyak Terdapat di Jakarta, Satpol PP Siap Bertindak
Sampai saat ini, situasi di lokasi aksi dipastikan telah kembali normal. “Tadi pagi, kami cek sudah tidak ada,” pungkas Satriadi. Aksi ini dianggap sebagai bentuk kampanye kesadaran publik yang diselenggarakan oleh mahasiswa, sebagaimana terlihat dari unggahan akun “Kepresma Usakti” di media sosial.
