TNGR: Korban Kecelakaan di Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dievakuasi
Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan bahwa individu yang terluka di jalur pendakian Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah diperoleh bantuan medis. Menurut Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB, Budi Soesmardi, kejadian ini berlangsung pada Sabtu (4/4) di jalur turun menuju Danau Segara Anak, yang terletak di Sembalun.
“Dengan semangat gotong royong, korban berhasil dibawa ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk penanganan awal,” kata Budi Soesmardi di Mataram, Minggu.
Korban yang mengalami cedera pada pergelangan kaki mengalami kesulitan berjalan. Budi menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan petugas evakuasi, pemandu, serta porter di lapangan untuk memastikan pelayanan terbaik.
Koordinasi berkelanjutan dilakukan hingga korban mencapai Puskesmas Sembalun, lalu dirujuk ke rumah sakit di Mataram untuk pengobatan lanjutan. “Korban telah diberikan pertolongan medis,” tambahnya.
Apresiasi kepada Tim yang Terlibat
Budi menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh anggota tim, termasuk petugas TNGR, Asuransi Kita Bisa (EMHC), pemandu, dan porter. “Keselamatan pendakian harus selalu menjadi prioritas, dan persiapan fisik serta perlengkapan harus matang,” katanya.
Penutupan Sementara Jalur Pendakian
Sebelumnya, Balai TNGR menyebutkan bahwa jalur pendakian di Gunung Rinjani resmi dibuka kembali sejak 1 April 2026 setelah ditutup sementara karena hujan pada bulan Januari hingga Maret tahun yang sama. Penutupan ini bertujuan untuk menjaga ekosistem kawasan serta meningkatkan fasilitas pendukung.
