Kemenhub perkuat implementasi zero ODOL 2027 dari hulu hingga hilir

Dari Jakarta, Kementerian Perhubungan berupaya memperkuat kebijakan menuju zero penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan (ODOL) pada 2027 secara menyeluruh, melibatkan seluruh elemen rantai logistik. Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk menyelesaikan isu ini.

“Untuk mewujudkan zero ODOL 2027, permasalahan angkutan lebih dimensi dan muatan tidak bisa lagi ditangani secara terpisah, tetapi harus diatasi secara integratif dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Aan menyoroti bahwa banyak pihak masih menganggap ODOL sebagai pelanggaran lalu lintas biasa, padahal ia menegaskan bahwa masalah ini harus dilihat sebagai ancaman keselamatan transportasi. Ia menekankan perlunya keterlibatan semua pihak dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien dan aman.

“Diperlukan komitmen dari seluruh lapisan, mulai dari kementerian, operator logistik, hingga masyarakat, untuk merealisasikan target zero ODOL 2027,” tambahnya.

Menurut Aan, langkah holistik ini didasari oleh rencana aksi yang telah disusun pemerintah. Saat ini, berbagai pemangku kepentingan sedang memproses strategi untuk mengatasi masalah yang ada dalam sistem distribusi logistik.

“Kita sudah memiliki roadmap yang mencakup aspek pengawasan, penegakan hukum, serta peningkatan kesejahteraan pengemudi,” jelas Aan.

Dalam hal regulasi, ia menyebut proses revisi sedang berlangsung di DPR untuk disesuaikan dengan kebutuhan industri angkutan saat ini. Pemerintah, kata Aan, akan memberikan insentif bagi pelaku usaha yang mematuhi aturan serta sanksi bagi yang melanggarnya.

Dari sisi pengawasan, Aan menggarisbawahi perlunya keterlibatan pemerintah sejak awal. Ia menekankan bahwa pengawasan harus dimulai dari titik pemuatan barang, diperkuat dengan teknologi deteksi digital, integrasi data, serta penegakan hukum yang konsisten.

“Penanganan ODOL harus mencakup seluruh proses distribusi, sehingga tidak hanya menindak pelaku tetapi juga menata ekosistemnya secara menyeluruh,” tegasnya.

Dengan adanya rencana aksi dan sistem pengawasan yang terpadu, Aan optimis target zero ODOL 2027 bisa tercapai. Ia menegaskan bahwa komitmen bersama dari semua stakeholder adalah kunci utama keberhasilan ini.