KPK Periksa Pegawai Bea Cukai untuk Mendalami Sumber Dana dari Pengusaha Rokok

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pemeriksaan terhadap karyawan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berinisial SA pada 9 April 2026. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengeksplorasi dugaan pemberian uang dari para pengusaha rokok kepada oknum di lembaga tersebut.

“Penyidik mendalami saksi SA terkait dengan perusahaan atau pengusaha-pengusaha rokok yang diduga memberikan sejumlah uang kepada oknum di Ditjen Bea dan Cukai,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Pada hari yang sama, KPK menyebutkan bahwa salah satu tersangka yang ditangkap adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal.

Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW atau tiruan. Mereka termasuk Rizal (RZL), yang saat ini menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, serta Sisprian Subiaksono (SIS) dan Orlando Hamonangan (ORL) sebagai kepala seksi intelijen.

Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS) dan Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL) juga menjadi tersangka. Di samping itu, pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) turut diperiksa.

Pada 26 Februari 2026, KPK menambahkan Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. Sehari setelahnya, pada 27 Februari 2026, lembaga antirasuah menyatakan sedang menggali dugaan korupsi dalam pengurusan cukai. Pendalaman ini terjadi setelah penyitaan Rp5,19 miliar ditemukan dalam lima koper dari rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, yang diduga berasal dari kepabeanan dan cukai.