Polisi Sebut Kecelakaan Truk di Jaksel Disebabkan Sopir Mengantuk
Jakarta Selatan menjadi lokasi kecelakaan tunggal yang melibatkan truk pada Sabtu pagi. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk. “Kejadian bermula saat truk Mitsubishi Colt Diesel dengan plat nomor B-9205-FDC yang dikemudikan Nur Syaefudin bergerak dari arah barat ke timur di Jalan Gatot Subroto,” jelas AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, di Jakarta, Sabtu.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat lalu lintas di sekitar Halte Busway Pancoran masih sepi. Truk melaju tanpa hambatan hingga mendekati titik kejadian. Namun, beberapa detik sebelum sampai ke sana, diduga sopir mengalami penurunan konsentrasi akibat rasa kantuk. Akibatnya, kendaraan kehilangan kendali dan oleng ke kanan. Truk kemudian menabrak separator busway yang menjadi pembatas jalur Transjakarta.
“Diduga karena mengantuk dan kurang hati-hati, akhirnya menabrak separator busway yang ada di kanan jalan,” ujar Ojo.
Kerusakan terjadi pada bagian depan dan samping truk. Meski tidak ada korban luka atau jiwa, insiden ini mengganggu arus lalu lintas. Petugas kepolisian segera datang ke lokasi untuk menangani situasi. Evakuasi kendaraan dilakukan cepat agar tidak memicu kemacetan, mengingat jalur tersebut merupakan rute utama di ibu kota.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menegaskan bahwa kelalaian sopir menjadi penyebab utama. Faktor kelelahan dan kantuk dipandang sebagai indikasi utama kehilangan kendali. Ojo mengimbau para pengemudi, terutama kendaraan berat, untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara, terlebih pada jam rawan seperti dini hari hingga pagi.
Sopir truk, Nur Syaefudin, mengakui bahwa kecelakaan terjadi karena kantuk saat mengemudi. “Iya (terguling), karena saya ngantuk. Sudah tidur saya, tapi masih ngantuk,” katanya. Truk yang mengangkut muatan pasir seberat dua ton bergerak dari Kuningan ke Pancoran, dengan tujuan akhir Karawang. Namun, setibanya di lokasi, sopir diduga tak mampu mengendalikan kendaraannya, sehingga menabrak beton pembatas jalan.
“Iya, jadi saya enggak lihat ada pembatas jalan, karena mau tidur, mengantuk,” ucap Syaefudin.
Kecelakaan menyebabkan muatan pasir tumpah ke jalan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2,5 juta. Proses evakuasi memakan waktu lama karena beban truk yang berat serta posisi kendaraan terguling di tengah jalan. Polisi mengosongkan sebagian muatan untuk memudahkan pindahannya.
