PBNU dan Keuskupan Agung Jakarta bangun gerakan ketahanan sosial

Kemitraan PBNU dan Keuskupan Agung Jakarta

Jakarta – PBNU serta Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen mengembangkan inisiatif kolaboratif bernama “Gerakan Ketahanan Sosial”. Tujuan utama gerakan ini adalah untuk meningkatkan kerja sama antar komunitas dalam memperkuat rasa persaudaraan dan kegotongroyongan. Pertemuan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dengan Uskup Agung Jakarta Romo Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo berlangsung di Wisma Keuskupan Agung Jakarta, Sabtu.

“Ini adalah gerakan kolektif yang bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas saling bantu-membantu hingga tingkat dasar,” ujar Gus Yahya dalam pernyataannya.

Sebelumnya, PBNU telah melakukan kunjungan ke sejumlah Duta Besar negara-negara sahabat seperti Arab Saudi, Iran, Turki, Amerika Serikat, serta negara lain. Topik utama yang dibahas termasuk dampak perang global, khususnya bagi masyarakat akar rumput.

Pengembangan Gerakan Ketahanan Sosial

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia mengungkapkan bahwa ide gerakan ketahanan sosial sempat menjadi pembicaraan internal di lingkungan keuskupan. “Kami merasa prihatin terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat, dan beberapa waktu terakhir kami mendiskusikannya secara mendalam,” katanya.

“Kami terpanggil untuk turut serta dalam setiap inisiatif yang bertujuan mendorong kekuatan komunitas,” tambah Kardinal.

Uskup Agung Jakarta menegaskan siap berkomunikasi dengan seluruh pimpinan gereja guna mendorong realisasi Gerakan Ketahanan Sosial. PBNU juga menyatakan kemauan untuk memanfaatkan sumber daya serta jaringan organisasi seperti Lazisnu dan GKMNU dalam mengembangkan inisiatif ini.

Kerja Sama Teknis untuk Gerakan

Kedua lembaga sepakat bekerja sama secara teknis segera setelahnya. “Tim kami akan segera berkoordinasi untuk menentukan langkah strategis dalam merealisasikan inisiatif ini,” jelas Gus Yahya.