Main Agenda: DKI sepekan, stok LPG hingga pajak kendaraan listrik
Jakarta: Lima Isu Terkini dalam Sepekan Terakhir
Beberapa hal menarik terjadi di ibu kota Jakarta dalam satu minggu terakhir, termasuk kebijakan pajak untuk kendaraan listrik, tindakan pengawasan elpiji subsidi, serta upaya mitigasi bencana alam. Berikut ringkasan informasi terkini:
Keputusan Pajak Kendaraan Listrik dengan Insentif
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mengumumkan rencana pengenaan pajak pada kendaraan listrik, namun tetap memberikan bantuan berupa insentif. Kepala Bapenda DKI, Lusiana Herawati, menyebutkan bahwa formulasi tarif telah disusun setelah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026.
“Permendagri 11/2026 menjadi dasar untuk menetapkan tarif yang adil dan transparan,” ujar Lusiana.
Pemantauan Penggunaan LPG Subsidi di Sektor Kuliner
Untuk mencegah penyalahgunaan bahan bakar subsidi LPG, Pemprov DKI melakukan inspeksi terhadap hotel, kafe, serta restoran. Tindakan ini melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) serta lembaga terkait lainnya.
“Kami rutin mengawasi penggunaan LPG subsidi, terutama di sepanjang sungai Ciliwung,” kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur Jakarta.
Petakan Wilayah Rentan Longsor di Jaksel dan Jaktim
BPBD DKI Jakarta melakukan pemetaan daerah yang berisiko longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Langkah ini bertujuan meminimalkan dampak bencana selama musim hujan.
“Kami terus mengamati titik rawan longsor dan berkoordinasi dengan kelurahan,” terang Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data Kebencanaan BPBD.
Ketersediaan Elpiji Nonsubsidi Dijamin Aman
Pemprov DKI memastikan pasokan elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg tetap stabil setelah penyesuaian harga sejak 18 April 2026. Elpiji 12 kg dipengaruhi dinamika harga global.
“Kebutuhan elpiji di Jakarta tetap terpenuhi meski ada perubahan tarif,” jelas Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian DKI.
Peningkatan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan luas ruang terbuka hijau (RTH) kini mencapai 3.703,56 hektare, meningkat dari 3.446 hektare pada 2024. Peningkatan ini berasal dari 15 area taman, satu jalur hijau, tiga hutan, serta satu makam yang diperluas.
“Dengan tambahan 7.627 potensi petak makam, RTH Jakarta terus bertambah,” tutur Rano dalam Rapat Paripurna DPRD DKI.
Klik di sini untuk informasi lebih lengkap tentang setiap isu di atas.
