Jamaah calon haji Kloter 7 NTB diberangkatkan menuju Arab Saudi

Jamaah Calon Haji Kloter 7 NTB Berangkat ke Arab Saudi

Jamaah calon haji Kloter 7 NTB diberangkatkan – Lombok Tengah menjadi sorotan pada hari Rabu, saat sebanyak 393 jamaah calon haji dari Kabupaten tersebut memulai perjalanan menuju Arab Saudi. Mereka tergabung dalam Kloter 7 yang merupakan bagian dari program haji tahunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberangkatan ini diadakan di Masjid Agung Praya, di mana Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, memberikan pesan penting kepada para jamaah sebelum mereka berangkat. Acara pelepasan berlangsung dengan suasana yang penuh haru, diiringi oleh doa-doa keluarga dan masyarakat setempat yang berharap perjalanan ibadah haji berjalan lancar.

Peringatan dari Pemimpin Daerah

“Para jamaah diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol yang berlaku di Saudi agar ibadah dapat berjalan optimal,” ujar HM Nursiah. Ia menekankan bahwa kesehatan menjadi prioritas utama selama perjalanan ke Tanah Suci, karena setiap tahap ibadah membutuhkan kondisi fisik yang stabil. Kondisi cuaca, kelelahan, dan faktor lingkungan di Arab Saudi bisa memengaruhi kinerja jamaah, sehingga persiapan sebelum keberangkatan harus matang.

Pemimpin daerah ini juga mengingatkan jamaah untuk mematuhi semua aturan yang diterapkan di Arab Saudi, baik dalam hal kebersihan, protokol kesehatan, maupun prosedur ibadah. “Semoga perjalanan mereka membawa berkah dan keberhasilan dalam menunaikan kewajiban agama,” tambah Nursiah, menutup pesannya dengan harapan agar seluruh jamaah dapat kembali ke Lombok Tengah dalam kondisi sehat dan penuh kebahagiaan.

Sebelumnya, Kloter 2 telah berangkat pada 23 April 2026 melalui Bandara Internasional Lombok, dengan jumlah peserta yang sama, yaitu 393 orang. Keberangkatan Kloter 7 dianggap sebagai bagian dari rangkaian besar jumlah jamaah calon haji yang akan berangkat dari NTB dalam tahun ini. Jumlah total calon haji NTB mencapai 1.174 orang, yang dibagi menjadi empat kloter. Dua dari kloter tersebut berupa kloter utuh, sementara dua lainnya merupakan kloter campuran yang terdiri dari warga dari beberapa daerah di NTB.

Detil Kloter dan Tantangan dalam Proses

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa keberangkatan Kloter 7 dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Lombok Tengah memiliki empat kloter, yaitu Kloter 2, 7, 12, dan 15. Total jamaah yang akan berangkat tahun ini sebanyak 1.174 orang,” katanya. Menurut Syamsul, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses kloterisasi, termasuk pemenuhan syarat kesehatan dan ketersediaan kuota untuk setiap kelompok.

“Kloter 2 sudah berangkat pada 23 April 2026, sedangkan Kloter 12 dan 15 akan berangkat sesuai jadwal yang telah diatur,” imbuh Syamsul. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, ada jamaah yang tidak mampu melanjutkan perjalanan karena kondisi kesehatan yang memburuk, termasuk dua orang yang gagal berangkat karena sakit dan satu orang yang meninggal dunia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun, pemerintah daerah berusaha memastikan ketersediaan fasilitas medis dan dukungan logistik yang memadai. Meski ada kendala, jumlah jamaah yang berangkat tetap mencapai target, dengan harapan semua peserta dapat menyelesaikan ibadah haji tanpa hambatan signifikan. Syamsul juga menyampaikan bahwa persiapan untuk keberangkatan Kloter 12 dan 15 sedang berlangsung, dengan penekanan pada pengawasan kesehatan dan pelatihan bagi para jamaah.

Proses pengorganisasian jamaah calon haji di NTB melibatkan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan pemerintah daerah. Setiap kloter dirancang agar sesuai dengan kapasitas pesawat dan kebutuhan logistik selama perjalanan. Kloter 7, seperti yang diungkapkan Syamsul, menjadi bagian dari upaya untuk menyebarluaskan keberangkatan secara merata. “Kloter 7 merupakan satu dari empat kelompok yang diberangkatkan secara bertahap,” jelasnya, menjelaskan bahwa keberangkatan ini dilakukan dalam beberapa tahap untuk memastikan kualitas layanan dan keselamatan jamaah.

Dalam rangka mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci, jamaah calon haji menjalani berbagai tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pelatihan tentang aturan dan tradisi di Arab Saudi. HM Nursiah menyebutkan bahwa keluarga dan masyarakat setempat juga berperan aktif dalam mendukung keberangkatan jamaah. Mereka menyiapkan perlengkapan, makanan, serta doa-doa khusus untuk mengiringi perjalanan ibadah ini. “Saya berharap semangat dan doa masyarakat bisa menyertai para jamaah hingga mereka kembali dengan berkah,” kata Nursiah.

Pelepasan jamaah calon haji Kloter 7 dianggap sebagai momen penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Lombok Tengah. Ribuan jamaah yang berangkat dari NTB menunjukkan kepercayaan mereka pada perjalanan ke Tanah Suci sebagai bagian dari ibadah yang sangat sakral. Dalam suasana yang penuh keharuan, keluarga yang hadir memberikan doa dan dukungan moral kepada para jamaah, menginginkan mereka mampu menjalani ibadah dengan penuh kesabaran dan konsentrasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah jamaah calon haji dari NTB terus meningkat, mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji. Tahun ini, kenaikan jumlah jamaah mencapai angka 1.174 orang, yang berarti ada peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Syamsul Hadi menuturkan bahwa hal ini diakibatkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang memperluas akses bagi masyarakat umum. “Kloter 7 merupakan bagian dari program yang menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Pengorganisasian kloter haji juga memperhatikan aspek budaya dan lingkungan. Kloter 7, misalnya, dibagi berdasarkan distribusi wilayah dan kebutuhan logistik masing-masing kelompok. Syamsul menekankan bahwa setiap jamaah akan diberikan informasi lengkap sebelum berangkat, termasuk panduan tentang kehidupan di Arab Saudi, seperti cuaca, makanan, dan protokol kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa para jamaah tidak merasa kewalahan selama perjalanan,” katanya.

Keberangkatan jamaah calon haji Kloter 7 dianggap sebagai pengakhiran dari proses pendaftaran yang telah berlangsung sejak bulan Januari 2026. Ratusan jamaah telah mendaftar dan melewati seleksi kesehatan serta administratif, yang memastikan mereka siap menjal