New Policy: Kemendagri: Kompetisi Damkar uji kesiapan personel di lapangan
Kemendagri: NFSC 2026 Sebagai Uji Coba Kesiapan Tim Damkar di Lapangan
New Policy – Palembang, Rabu – Kompetisi keahlian pemadam kebakaran Nasional (NFSC) Tahun 2026 menjadi momen penting dalam menilai tingkat kesiapan petugas penyelamatan di lapangan. Acara ini diadakan di pelataran Benteng Kuto Besak, Kota Palembang, pada 29 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang menguji kemampuan operasional para prajurit damkar dari seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh personel siap menghadapi berbagai situasi darurat dengan meminimalkan risiko.
Prinsip Utama: Penyelamatan Tanpa Risiko
Dalam pernyataannya di Jakarta, Safrizal menyatakan bahwa keterampilan menjadi faktor utama dalam penyelamatan. “Tugas kami adalah menjamin keselamatan warga sekaligus melindungi nyawa dan harta benda dengan prinsip keamanan penuh,” tuturnya. Menurutnya, para petugas harus mampu menyelesaikan tugas secara akurat dan terukur, agar tidak hanya mencegah kecelakaan tetapi juga memastikan keberhasilan penyelamatan.
“Skill harus tinggi, akurat, dan penuh perhitungan untuk memastikan zero risk/zero accident bagi petugas dan sukses 100 persen dalam menyelamatkan korban,” ujar Safrizal. Ia menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga sarana evaluasi nyata dalam kondisi nyata.
Puncak acara NFSC 2026 menampilkan babak final yang diikuti oleh tim terpilih dari berbagai daerah. Setelah melalui seleksi ketat, enam tim finalis terpilih dalam tiga kategori utama: Hose Laying, Survival, dan Ladder Pitching. Kualifikasi ini menjadi penanda bahwa hanya petugas yang mampu memenuhi standar tinggi dapat memperjuangkan gelar juara nasional.
Tim-Tim Finalis dan Kategori Lomba
Kategori Hose Laying yang menilai kecepatan dan presisi pemasangan selang air melibatkan tim dari Kota Bekasi 1, Kota Makassar, Kota Bekasi 2, Kota Bandung, Kota Padang, serta Kabupaten Kebumen. Sementara kategori Survival, yang menguji ketahanan mental dan strategi di bawah tekanan, melibatkan Kota Makassar, Kabupaten Banjar, Kota Bekasi 1, Kota Surabaya, dan Kota Jambi 1. Di sisi lain, kategori Ladder Pitching, yang menekankan teknik penggunaan tangga pemadam, diikuti oleh Kota Bekasi 1, Kota Bandung, Kabupaten Bogor 1, Kota Bekasi 2, Kabupaten Bogor 2, dan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kehadiran tim dari berbagai daerah menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) sub-urusan kebakaran. Safrizal menyebut bahwa NFSC 2026 menjadi pembelajaran berharga bagi semua peserta, termasuk Damkar Kota Palembang, untuk menambah pengalaman dan kualitas layanan. “Ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mengetahui kekuatan masing-masing tim, sehingga kita bisa terus memperbaiki kemampuan,” tambahnya.
Apresiasi dari Pemimpin Kota Palembang
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan dukungan penuh kepada Kemendagri yang mempercayakan kota ini sebagai tempat penyelenggaraan NFSC 2026. Ia menilai acara ini sejalan dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan publik. “Pembelajaran ini sangat berharga, terutama bagi Damkar Kota Palembang untuk belajar dari tim lain dan memberikan pelayanan yang lebih optimal,” katanya.
“Damkar selalu menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan. Nama Damkar tak hanya dikenal di daerah, tetapi juga di seluruh Indonesia,” sambung Ratu Dewa. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan seperti ini bisa memperkuat kemitraan antar daerah dalam menghadapi bencana.
Kompetisi yang diikuti oleh ratusan petugas damkar ini berakhir dengan penyerahan penghargaan kepada tim pemenang. Safrizal mengungkapkan bahwa gelar juara umum berhasil diraih oleh Kota Bekasi 1, yang menunjukkan konsistensi unggul di semua kategori. Pemenang dalam kategori Hose Laying, Survival, dan Ladder Pitching tercatat secara terpisah, dengan Kota Bekasi 1 sebagai pemenang utama.
Hasil dan Makna Kemenangan
Secara umum, NFSC 2026 menyoroti prestasi tim yang mampu mengatasi tantangan teknis dan fisik. Kota Bekasi 1 tercatat sebagai pemenang di kategori Hose Laying, dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bogor 1 menduduki peringkat kedua dan ketiga. Sementara itu, di kategori Survival, Kota Makassar, Kabupaten Banjar, dan Kota Bekasi 2 menjadi pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Untuk kategori Ladder Pitching, Kota Bekasi 1, Kota Makassar, dan Kota Padang menempati urutan teratas.
Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Damkar di seluruh Indonesia. “Kita tingkatkan terus kemampuan dan kapasitas Damkar Seluruh Indonesia, termasuk Relawan Pemadam Kebakaran/Redkar, baik dari sisi skill maupun sarprasnya,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan penuh, termasuk persiapan peralatan dan latihan berkala.
“Damkar di hati rakyat, terus berkontribusi sebagai penyelamat. Salam Yudha Brama Jaya,” tambah Safrizal, mengakhiri pernyataannya dengan semangat membangun peradaban keamanan nasional.
Kehadiran pembicara dari berbagai latar belakang memperkaya diskusi tentang kebutuhan pengembangan program damkar. Safrizal menyebutkan bahwa hasil penilaian dewan juri dari NFSC 2026 menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut. Ia juga menyoroti peran peralatan terkini dalam meningkatkan efektivitas operasi, seperti alat yang mampu mengurangi risiko cedera pada petugas.
Selama acara berlangsung, suasana di Benteng Kuto Besak dipenuhi oleh semangat dan antusiasme peserta. Kehadiran masyarakat sekitar dan khalayak dari berbagai wilayah menunjukkan minat yang tinggi terhadap kegiatan penyelamatan. Safrizal menilai bahwa NFSC 2026 juga menjadi ajang promosi keahlian para petugas damkar, sehingga masyarakat lebih memahami peran mereka dalam menghadapi keadaan darurat.
Dengan berbagai kategori lomba dan penilaian yang objektif, NFSC 2026 dianggap sebagai platform penting untuk menciptakan standar nasional dalam keahlian damkar. Acara ini diharapkan menjadi acuan bagi daerah lain dalam membangun sistem pemadam kebakaran yang lebih baik. Safrizal menegaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kesatuan antar tim penyelamatan.
Kota Palembang sendiri menjadi lokasi yang ideal untuk menyelenggarakan NFSC 2026, karena memiliki infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Ratu Dewa mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut. “Kota Palembang terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk dalam bidang keselamatan,” u
