Meeting Results: Dubes Rizal dorong peluang kerja aman di sektor pariwisata Turki
Dubes Rizal Dorong Peluang Kerja Aman di Sektor Pariwisata Turki
Meeting Results – Jakarta, Senin – Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki, Achmad Rizal Purnama, melakukan kunjungan kerja ke kota Fethiye untuk memperkuat perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan memastikan peluang kerja aman bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Turki tetap terbuka. Acara ini menyoroti sejumlah besar peluang kerja yang tersedia bagi PMI di wilayah tersebut, terutama di sektor layanan, manufaktur, konstruksi, serta pendukung industri pariwisata, seperti yang disampaikan KBRI Ankara dalam pernyataan yang diterima di Jakarta. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah Indonesia dan pelaku bisnis Turki dalam mendukung keberhasilan pekerja asing.
Pertemuan dengan CEO Orka Sunlife Resort Hotel
Dalam pertemuan dengan Uğur Serindağ, CEO Orka Sunlife Resort Hotel, Dubes Rizal membahas mekanisme penempatan PMI yang lebih luas. Mekanisme ini diharapkan sesuai dengan regulasi, aman, dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja Indonesia. Serindağ, dalam sesi tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja PMI serta berharap bisa menerima lebih banyak pekerja dari Indonesia di tahun depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua negara untuk memastikan kualitas tenaga kerja yang masuk.
Peluang Kerja di Sektor Hospitality
Sektor hospitality dianggap sebagai salah satu bidang paling potensial untuk PMI di Turki, terutama di kota-kota wisata seperti Fethiye, Antalya, Muğla, Bodrum, dan Istanbul. Pekerja asing yang ditempatkan di sektor ini umumnya bekerja dalam posisi seperti housekeeping, spa therapist, waiter/waitress, kitchen worker, cleaning service, general worker, staf dapur, hingga posisi hotelier lainnya. KBRI Ankara mencatat bahwa keberadaan PMI di sini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan layanan dan menarik wisatawan ke negara tetangga tersebut.
Dubes Rizal berkomitmen untuk memastikan kondisi kerja PMI tetap stabil. Ia menekankan bahwa keberhasilan pekerja Indonesia di Turki tidak hanya bergantung pada keahlian, tetapi juga pada kedisiplinan dan etos kerja yang baik. “Setiap PMI yang bekerja di Turki adalah individu terpilih, dan kesempatan ini harus dijaga dengan perjuangan, kerja keras, serta profesionalisme,” ujarnya dalam pesan yang disampaikan kepada para pekerja. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak PMI untuk terus menunjukkan nilai dan identitas terbaik Indonesia di lingkungan kerja.
Interaksi Langsung dengan PMI di Hotel
Selama kunjungan, Dubes Rizal bertemu langsung dengan sekitar 40 PMI yang bekerja di Orka Sunlife Resort Hotel. Pertemuan ini dilakukan untuk mendengarkan pengalaman para pekerja, mengecek kondisi kerja, serta memberikan motivasi agar mereka tetap bersemangat dalam menjalankan tugas. Dari beberapa PMI yang hadir, salah satunya, Desi, yang berasal dari Lampung, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada KBRI Ankara yang datang langsung, melihat kondisi kami, dan memberi semangat untuk terus bekerja dengan baik,” tutur Desi.
Kehadiran Dubes Rizal dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah Indonesia terhadap PMI di luar negeri. Ia menjelaskan bahwa perlindungan bagi pekerja asing yang berada di Turki harus terus ditingkatkan agar mereka tidak hanya berkontribusi secara ekonomi, tetapi juga bisa menjaga citra Indonesia di mata masyarakat lokal. “Kami ingin PMI terus menunjukkan kemampuan, keahlian, dan semangat kerja yang luar biasa,” tambahnya, sambil menambahkan bahwa etos kerja yang baik adalah kunci dalam menjaga hubungan bilateral.
Kinerja PMI di Turki yang Meningkat
Menurut data yang diperoleh dari KP2MI, jumlah penempatan PMI ke Turki pada 2025 meningkat 151,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan minat yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk bekerja di negara tetangga. Dalam hal itu, KBRI Ankara juga melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 13.781 WNI yang memiliki izin kerja yang masih berlaku di Turki. Angka ini menunjukkan bahwa PMI tetap menjadi bagian penting dari tenaga kerja asing yang diakui secara legal.
Secara khusus, sektor pariwisata menjadi tempat utama PMI bekerja. Pariwisata Turki pada 2025 mencatatkan 52,77 juta wisatawan, dengan pendapatan sebesar 61,1 miliar dolar AS. Turki juga menduduki peringkat kelima sebagai negara tujuan wisata asing terbesar di dunia. Faktor ini menjadikan Turki sebagai pasar yang menjanjikan bagi PMI, terutama dalam bidang pelayanan dan kebersihan.
Mengembangkan Keberlanjutan Kerja
Dubes Rizal menekankan pentingnya pengembangan keberlanjutan kerja PMI di Turki. Ia menyoroti bahwa selain memberikan penghasilan, pekerja Indonesia juga bisa menjadi duta budaya dan ekonomi bagi negara mereka. “Kami ingin PMI tidak hanya fokus pada kerja, tetapi juga menjadi teladan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Indonesia,” ujarnya. Ia berharap para pekerja bisa menjaga hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja lokal, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang mereka berikan.
Kedutaan Besar juga berupaya memastikan bahwa PMI mendapatkan perlindungan hukum yang memadai. Menurut peraturan di Turki, pekerja asing yang memiliki izin kerja legal memiliki hak ketenagakerjaan yang sama dengan warga negara setempat. Hal ini memberikan kepastian bagi PMI dalam menjalani pekerjaan tanpa risiko yang tidak terduga. KBRI Ankara berupaya memberikan dukungan yang kontinu untuk memastikan kondisi kerja yang adil dan nyaman bagi para pekerja.
Dubes Rizal mengingatkan bahwa kesuksesan PMI di Turki adalah bentuk kebanggaan bagi Indonesia. Ia berharap mereka tetap menjaga kualitas dan integritas dalam menjalankan tugas, serta terus mengasah kemampuan mereka agar bisa bersaing di pasar global. “PMI harus menjadi representasi terbaik Indonesia, dengan profesionalisme dan sikap ramah yang khas,” pesannya. Dalam konteks ini, dukungan dari KBRI Ankara dilihat sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program migrasi kerja.
Dengan pertemuan di Fethiye, KBRI Ankara ingin memperkuat hubungan kerja sama dengan pelaku bisnis lokal, sekaligus memastikan keberadaan PMI tetap stabil. Program penempatan kerja ke Turki bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan bisnis dan budaya antarbangsa. Dubes Rizal yakin bahwa dengan kerja sama yang lebih erat, peluang kerja aman bagi PMI bisa terus berkembang, seiring dengan pertumbuhan pariwisata di negara tersebut.
