Main Agenda: Rusia kembali gelar forum ekonomi global KazanForum 2026

Rusia Kembali Gelar Forum Ekonomi Global KazanForum 2026

Pengumuman dan Lokasi Forum

Main Agenda – Kota Jakarta menjadi tempat pengumuman mengenai penyelenggaraan kembali Forum Ekonomi Internasional “Rusia-Dunia Islam: KazanForum 2026”, yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kazan, Tatarstan, pada 12 hingga 17 Mei mendatang. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menjelaskan bahwa acara ini menawarkan ruang diskusi mengenai berbagai topik ekonomi Islam. “KazanForum 2026 kembali hadir dengan tema utama yang mencakup perbankan syariah, industri halal, serta fesyen Muslim,” tuturnya dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Rabu. Ia juga menyoroti pentingnya aspek moderasi dalam menghadirkan perspektif global pada isu-isu tersebut.

Fokus Utama Forum

“Forum ekonomi internasional KazanForum kembali digelar dengan fokus pada berbagai isu ekonomi Islam, mulai dari perbankan syariah, industri halal, hingga fesyen Muslim dan moderasi,” kata Tolchenov.

Dalam konteks ini, perbankan syariah menjadi salah satu prioritas utama. Sebagai institusi keuangan yang berbasis prinsip-prinsip Islam, perbankan ini dianggap sebagai pilar penting dalam pengembangan ekonomi global yang inklusif. Sementara itu, industri halal menarik perhatian karena pertumbuhan pasar global yang terus meningkat. Industri ini tidak hanya mencakup makanan dan produk kebersihan, tetapi juga mencakup layanan dan teknologi yang bersifat ramah agama. Fesyen Muslim, di sisi lain, memperlihatkan peran kreativitas dalam membentuk identitas budaya dan ekonomi masyarakat Muslim di berbagai negara.

Tolchenov menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia menekankan bahwa kehadiran delegasi Indonesia selama acara ini sangat berpengaruh, karena negara ini memiliki keterlibatan aktif dalam isu-isu ekonomi Islam. “Setiap tahun, penyelenggara mengundang banyak delegasi dari Indonesia,” ucapnya. Pada tahun 2025, misalnya, hadir Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama sejumlah perwakilan dari berbagai sektor, menunjukkan komitmen Indonesia terhadap kolaborasi dengan Rusia dalam bidang ini.

Partisipasi Indonesia

Pengaruh kehadiran Indonesia di KazanForum terus ditekankan oleh Tolchenov. “Tahun ini, partisipasi Indonesia kembali mendapat perhatian khusus,” imbuhnya. Menurutnya, delegasi dari Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam membangun kemitraan ekonomi antar negara-negara OKI. “Penyelenggara menilai kehadiran delegasi Indonesia vital untuk mendorong pertukaran ide dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan dan teknologi,” tambahnya.

“Tahun ini, partisipasi Indonesia kembali mendapat perhatian khusus. Penyelenggara menilai kehadiran delegasi Indonesia penting dalam memperkuat kerja sama, terutama dalam lingkup organisasi kerja sama Islam,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling aktif dalam menghadiri acara ini. Ia menyoroti bahwa partisipasi delegasi dari Indonesia mencerminkan keseriusan negara ini dalam menjembatani antara kebijakan ekonomi Rusia dan kebutuhan komunitas Muslim global. Tolchenov juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas unggul dalam pengembangan industri halal dan pendidikan syariah, yang menjadi daya tarik bagi para peserta dari Rusia.

Populasi Muslim di Rusia

Dalam wawancara tersebut, Tolchenov juga menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat Muslim di Rusia menjadi dasar penting dalam penyelenggaraan KazanForum. “KazanForum sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan fakta bahwa populasi Muslim di Rusia cukup signifikan, yakni sekitar 15 hingga 18 juta jiwa,” katanya. Ia menekankan bahwa Tatarstan, khususnya, merupakan wilayah dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Rusia, dan Kota Kazan menjadi pusat kegiatan ini.

“Jadi, ini mungkin agama terbesar kedua di negara kami. Salah satu wilayah dengan populasi Muslim terbesar di Rusia adalah Republik Tatarstan, dengan Ibu Kota Kazan,” ucapnya.

Kehadiran masyarakat Muslim di Rusia tidak hanya memperkaya keberagaman budaya, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi yang signifikan. Tolchenov menyebut bahwa Tatarstan memiliki peran kunci dalam membangun ekosistem ekonomi Islam, termasuk pengembangan pertanian, teknologi, dan layanan pendidikan. “Dengan kehadiran sekitar 18 juta penduduk Muslim di Rusia, Kazan menjadi pilihan strategis untuk menggali potensi kerja sama di komunitas Muslim global,” tambahnya.

Pemilihan Kota Kazan sebagai Tempat

Kota Kazan dipilih sebagai tempat penyelenggaraan KazanForum karena posisinya yang strategis sebagai pusat budaya, ekonomi, dan pendidikan Islam. Lokasi ini memudahkan pertemuan antara delegasi dari berbagai negara OKI serta perwakilan Rusia. “Kazan merupakan kota yang ideal untuk menggali peluang kerja sama di komunitas Muslim global,” jelas Tolchenov. Ia menambahkan bahwa fasilitas pendidikan dan keuangan Islam di Kazan sudah cukup berkembang, sehingga mampu mendukung acara ini secara maksimal.

KazanForum telah menjadi ajang rutin sejak