What Happened During: Kemenhub tunggu hasil KNKT usut kecelakaan maut bus ALS di Muratara

Kemenhub Tunggu KNKT Analisis Kecelakaan Bus ALS di Muratara

What Happened During kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di Muratara masih dalam penyelidikan oleh Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan bahwa tim Kemenhub masih menunggu laporan KNKT dan hasil penyelidikan Polri untuk memahami akar masalah insiden tersebut. “Kami sedang mengumpulkan data dan memproses hasil What Happened During yang diperoleh dari KNKT dan pihak kepolisian,” jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.

Penyelidikan di Lokasi Kecelakaan

Aan Suhanan melakukan inspeksi langsung ke lokasi kejadian di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Muratara. Di sana, ia memeriksa kondisi kendaraan dan memberikan perhatian khusus pada bus ALS yang ditemukan dalam keadaan rusak. “What Happened During kecelakaan ini, kami temukan bahwa bus ALS tidak memiliki izin operasional sejak 4 November 2020,” ujarnya. Pihak Kemenhub juga mengecek dokumen Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) yang masih berlaku hingga 11 Mei 2026.

“Kami datang ke lokasi dan mengecek kendaraan. Ditemukan bahwa bus ALS ini tidak memiliki izin sejak 4 November 2020,” tambah Aan Suhanan.

Berdasarkan What Happened During investigasi, tim menemukan adanya perbedaan nomor rangka pada bus ALS. Hal ini memicu dugaan pemalsuan dokumen perjalanan dan pelanggaran aturan izin operasional. “Pelanggaran seperti penggunaan izin yang telah habis masa berlakunya menjadi faktor penting dalam What Happened During penyelidikan,” kata Aan. Ia menekankan bahwa semua temuan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Proses Identifikasi dan Kondisi Korban

Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Pusdokkes Polri sedang fokus pada identifikasi 17 jenazah korban kecelakaan menggunakan teknik DNA. Kepala Bidang DVI, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa sampel tulang diambil karena jaringan lunak telah rusak akibat panas. “What Happened During analisis jenazah, kita mengambil tulang yang masih merah untuk memastikan DNA tetap terawat,” katanya dalam konferensi pers di Palembang, Sabtu.

“Dengan kondisi tulang yang masih utuh, kita berharap What Happened During identifikasi korban bisa lebih cepat,” ujarnya.

Wahyu Hidayati menyebut bahwa sampel DNA dari jenazah akan mempercepat proses pengidentifikasian. “DNA memang memakan waktu, tapi What Happened During pemeriksaan ini diharapkan selesai dalam lima hari,” tambahnya. Hingga kini, tim DVI telah menerima 15 sampel antemortem dari keluarga korban, termasuk anak-anak, untuk membandingkan dengan data penduduk.

Detail Kecelakaan dan Penumpang

Bus ALS yang melintas dari Terminal Tipe A Batay, Lahat, ke Medan ditemukan memiliki jumlah penumpang yang berbeda. Dalam manifest, penumpang tercatat sebanyak 10 orang, tetapi saat meninggalkan Terminal Lubuklinggau pada pukul 10.00 WIB, jumlahnya meningkat menjadi 18. “What Happened During keberangkatan, ada tambahan penumpang dan kru,” terang Aan Suhanan. Ia menganggap perubahan ini menjadi salah satu faktor yang perlu dianalisis.

“What Happened During peningkatan penumpang, kami temukan adanya tambahan orang yang tidak tercatat dalam manifest awal,” ujarnya.

Kecelakaan terjadi pada Rabu (6/5) dan menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan sekitar. Aan menegaskan bahwa What Happened During penyelidikan akan mencakup seluruh aspek keamanan dan keselamatan transportasi. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap memantau perkembangan kasus ini.

Kemungkinan Sanksi dan Perbaikan

Pelanggaran yang ditemukan dalam What Happened During investigasi berpotensi mengarah pada sanksi administratif. Aan Suhanan menyebut bahwa operator bus bisa dikenai pembekuan izin operasional selama 6-12 bulan atau pencabutan permanen. “What Happened During kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi serius untuk perbaikan sistem transportasi,” jelasnya. Ia juga menyoroti kelalaian operator sebagai faktor utama dalam kejadian tersebut.

“What Happened During kecelakaan ini mengungkapkan beberapa pelanggaran yang berdampak serius,” kata Aan Suhanan.

Kemenhub akan melanjutkan What Happened During penyelidikan untuk menentukan tanggung jawab pihak terkait. Dengan hasil KNKT, Kemenhub berharap dapat menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih ketat untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa minggu sebelum keputusan akhir diumumkan.