Key Strategy: Kolaborasi Mercu Buana-UMT dorong UMKM lebih adaptif dan berdaya saing
Kolaborasi Mercu Buana-UMT dorong UMKM lebih adaptif dan berdaya saing
Key Strategy – Di Jakarta, Universitas Mercu Buana (UMB) dan Universiti Malaysia Terengganu (UMT) meluncurkan kerja sama dalam program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Meruya Selatan, Jakarta Barat. Kegiatan ini menggabungkan keahlian akademis dari kedua universitas untuk memberikan bantuan praktis kepada pengusaha lokal, memastikan mereka bisa menjawab tantangan perubahan ekonomi dan mengembangkan usaha secara lebih profesional.
Program Kerja Sama Luar Negeri untuk Penguatan Kapasitas
Kolaborasi ini dijalankan dalam skema kerja sama internasional, fokus pada penguatan kemampuan UMKM dalam berbagai aspek kritis. Dari manajemen operasional hingga pemanfaatan teknologi digital, pelaku usaha diberikan pelatihan yang dirancang untuk memperkuat tata kelola usaha mereka. Selain itu, pemasaran yang inovatif dan pengembangan produk menjadi bagian penting dari program ini, dengan harapan mereka bisa menciptakan nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB, Nurul Hidayah, menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi yang pesat saat ini memaksa pelaku UMKM untuk beradaptasi. Menurutnya, usaha kecil dan menengah harus mampu mengenali peluang, mengelola keuangan secara efisien, serta memperluas jaringan pemasaran. “UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital dan menjaga keberlanjutan usaha agar tetap relevan di tengah persaingan global,” katanya.
Pelaku UMKM Masih Banyak Hadapi Kendala
Nurul Hidayah menambahkan, sebagian besar pelaku UMKM di daerah tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya dokumentasi bisnis yang terstruktur dan strategi pemasaran yang kurang efektif. Selain itu, banyak usaha belum memiliki panduan yang jelas untuk memperkuat merek atau memperbaiki kualitas produk. “Mereka juga sering kali kewalahan dalam mengelola sumber daya manusia dan mengoptimalkan penggunaan teknologi,” ujarnya.
Associate Professor dari UMT, Zikri Muhamad, menekankan bahwa keberlanjutan UMKM sangat bergantung pada kualitas talenta yang dimiliki. “Talent yang disiplin, kreatif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang menjadi kunci untuk mengembangkan usaha secara bertahan lama,” kata dia. Menurutnya, kemampuan ini harus dilatih melalui pendekatan sistematis, termasuk penguatan pola pikir kewirausahaan dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan yang berbasis data.
Program yang Menyasar Aspek Utama Usaha
Dalam program kerja sama tersebut, peserta UMKM mendapatkan pendampingan terkait identifikasi kebutuhan pelanggan, strategi branding berbasis keberlanjutan, dan penerapan kemasan ramah lingkungan. Selain itu, mereka diberikan panduan untuk meningkatkan komunikasi bisnis yang lebih bertanggung jawab, baik dalam pengelolaan sumber daya maupun hubungan dengan konsumen.
Tim dosen dari UMB juga memberikan pembelajaran mengenai tata kelola usaha, inovasi produk, serta langkah digitalisasi yang dapat diterapkan secara praktis. Contohnya, pelaku usaha dianjurkan untuk melakukan pencatatan keuangan harian, meningkatkan kualitas kemasan, dan membangun merek yang kuat. “Tujuan utamanya adalah membantu mereka mengubah pola pikir dari usaha tradisional ke model yang lebih modern dan berkelanjutan,” kata Nurul Hidayah.
Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Pilar Utama
Sebagai bagian dari kegiatan ini, penguatan sumber daya manusia dianggap sebagai salah satu pilar kritis dalam meningkatkan daya saing UMKM. Para pelaku usaha diberikan pelatihan tentang manajemen tim, pelayanan pelanggan, dan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. “Kemampuan ini tidak hanya memperkuat usaha individu, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih solid,” tambah Zikri Muhamad.
Menurut Nurul Hidayah, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya strategi pemasaran yang berorientasi pada keberlanjutan. “Kami menekankan penggunaan teknologi sebagai alat untuk memperluas jaringan dan mempercepat proses pengambilan keputusan,” ujarnya. Hal ini diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekitar.
Kolaborasi Internasional untuk Keberlanjutan Ekonomi
Kerja sama antara UMB dan UMT ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan solusi berbasis pendidikan tinggi. Dengan memadukan kurikulum dari kedua universitas, program tersebut dirancang agar peserta bisa memperoleh pengetahuan yang komprehensif dan relevan dengan dinamika pasar saat ini. Zikri Muhamad menegaskan bahwa pendekatan ini juga menggabungkan perspektif internasional dan lokal, sehingga mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang kuat, bukan hanya sekadar pelaku pasar,” kata Zikri Muhamad. Ia menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia dan adaptasi terhadap tren global adalah kunci keberhasilan. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan UMKM bisa lebih siap menghadapi tantangan dan menemukan peluang baru di tengah perubahan ekonomi yang cepat.
Langkah Praktis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kegiatan yang diadakan dalam beberapa sesi ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan latihan langsung kepada peserta. Contohnya, mereka diajarkan cara melakukan analisis segmentasi pelanggan, mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. “Setiap pelaku usaha diberi kesempatan untuk memperbaiki kelemahan dan memaksimalkan potensi usaha mereka,” jelas Nurul Hidayah.
Dalam keseluruhan program, para pelaku UMKM juga diberi pengenalan mengenai kekuatan produk dan nilai tambah yang bisa dijual ke pasar. Selain itu, mereka diberi bimbingan mengenai pencatatan keuangan harian, penguatan merek, dan penggunaan kemasan yang ramah lingkungan. Zikri Muhamad menekankan bahwa peningkatan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM Indonesia. Dengan adanya dukungan akademik dari universitas ternama, pelaku usaha kecil dan menengah di Meruya Selatan diharapkan bisa bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih profesional dan berdaya saing. “Program seperti ini juga membuka jalan untuk pertukaran ide dan pengembangan inovasi di tingkat lokal,” tambah Nurul Hidayah.
Perkembangan Berkelanjutan Melalui Pendidikan Tinggi
Menurut Zikri Muhamad, kerja sama internasional ini memberikan peluang untuk memperkaya kurikulum pendidikan bisnis di Indonesia. “UMKM adalah bagian integral dari perekonomian, dan perlu diberikan alat-alat modern untuk bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat,” ujarnya. Ia men
