New Policy: Pramono terpilih jadi Wakil Ketua C40
Pramono terpilih jadi Wakil Ketua C40
New Policy – Dari Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi dianugerahi jabatan sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities. Pengukuhan ini mencerminkan kemajuan Jakarta dalam mengambil peran utama sebagai salah satu pemimpin dalam perjuangan menangani perubahan iklim di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO). Dengan posisi baru ini, ibukota Indonesia akan semakin aktif dalam mendorong solusi kota berkelanjutan, sambil terus memperkuat hubungan internasional serta kolaborasi dengan kota-kota besar di seluruh dunia.
Pramono menyatakan bahwa komitmen Jakarta terhadap isu iklim tidak hanya sekadar pidato atau rencana kerja, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. “Kota ini terus membangun kebijakan holistik yang melibatkan berbagai sektor, seperti infrastruktur, ekonomi, dan masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat. Menurut Pramono, peran sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities akan menjadi kesempatan untuk memperkuat reputasi Jakarta sebagai kota global yang proaktif dalam menyelaraskan kepentingan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi dan sosial.
“Bagi Jakarta, komitmen terhadap aksi iklim bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang holistik dan melibatkan berbagai sektor,” kata Pramono dalam keterangannya, Jumat.
Dalam posisi tersebut, Pramono diharapkan menjadi representasi kawasan ESEAO di tingkat global. Ia juga akan bekerja sama dengan para pemimpin kota lainnya, baik dari Indonesia maupun negara-negara lain, untuk mempercepat pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) serta membangun kota yang tangguh, inklusif, dan adil. “Momentum ini menjadi kesempatan untuk menyatukan upaya seluruh pihak dalam menyelesaikan tantangan lingkungan yang terus berkembang,” imbuh Pramono.
Kota-kota besar dunia bersatu melalui C40
Sebagai wadah kerja sama internasional, C40 Cities mengumpulkan hampir 100 kota besar dari berbagai belahan dunia. Anggota-anggotanya berkomitmen untuk menangani krisis iklim melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan inovasi kebijakan. Jaringan ini menjadi platform penting bagi kota-kota besar untuk membangun solusi yang berdampak signifikan, sekaligus mencakup sekitar 700 juta penduduk dan 25% dari perekonomian global.
Kota-kota dalam C40 Cities terus berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya lingkungan. Dengan keanggotaan Jakarta dalam komite penyelaras, kota besar Indonesia ini berpeluang memperkuat keberhasilan program-program kota yang sebelumnya telah mencatatkan pencapaian menjanjikan. Pramono akan memastikan bahwa Jakarta tetap menjadi mitra utama dalam mengembangkan kebijakan yang terintegrasi, sekaligus menjadi pionir dalam penerapan praktik ekonomi hijau di kawasan ESEAO.
Marulina Dewi, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, mengatakan bahwa penunjukan Pramono sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities menunjukkan tingkatkan pengaruh Jakarta di tingkat global. “Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” ujar Dewi.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” ujar Dewi.
Dewi menambahkan bahwa Pramono akan mewakili suara kawasan ESEAO dalam diskusi internasional tentang keberlanjutan kota. “Posisi ini akan memungkinkan Jakarta berkontribusi dalam menyusun rencana aksi iklim yang inklusif, serta memastikan kebutuhan penduduk kota-kota besar diperhatikan dalam pembangunan masa depan,” jelasnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa keanggotaan Jakarta di C40 Cities menjadi langkah penting dalam menegaskan kemampuan kota besar Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara-negara lain.
Dalam peran sebagai Vice Chair, Pramono diharapkan mendorong kebijakan yang berorientasi pada keadilan lingkungan, sekaligus memastikan bahwa manfaat aksi iklim dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti Jakarta akan terus meningkatkan upaya dalam mengurangi polusi udara, mengelola limbah secara efisien, serta mengintegrasikan energi terbarukan dalam sistem transportasi dan listrik kota. Tantangan utama yang dihadapi kota besar seperti Jakarta adalah menghadirkan solusi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Kemitraan dengan C40 Cities menjadi salah satu bukti bahwa Jakarta mampu mengambil peran aktif dalam forum global. Dengan keanggotaan tersebut, kota metropolitan ini berpeluang menjadi contoh bagi kota-kota lain yang sedang berkembang. Marulina Dewi menegaskan bahwa kerja sama internasional ini juga membantu Jakarta menyebarluaskan pengalaman lokalnya dalam penerapan inovasi lingkungan, sekaligus menyerap ide-ide terbaik dari kota-kota di berbagai belahan dunia.
C40 Cities memainkan peran krusial dalam menggerakkan perubahan iklim di tingkat kota. Jaringan ini berfokus pada upaya kolektif yang menuntut koordinasi antarnegara, agar kebijakan lingkungan dapat diimplementasikan secara efektif. Kehadiran Jakarta dalam komite penyelaras akan memperkaya kerangka kerja ini dengan kontribusi lokal yang terbukti berhasil, seperti program pengurangan emisi dari kawasan industri atau pengelolaan air bersih secara terpusat.
Dengan terpilihnya Pramono, Jakarta semakin dikenal sebagai kota yang mampu menggabungkan kekuatan politik, ekonomi, dan sosial untuk mencapai tujuan lingkungan. Ia diharapkan menjadi penghubung antara ESEAO dan kota-kota besar lainnya, memastikan bahwa isu iklim tidak hanya menjadi prioritas kebijakan lokal, tetapi juga menjadi agenda global yang terukur. Dewi menegaskan bahwa ini adalah momentum penting untuk memperkuat Jakarta sebagai mitra utama dalam mendukung kota-kota besar dalam transformasi hijau.
Kehadiran Jakarta di C40 Cities juga menunjukkan peningkatan keterlibatan kota besar Indonesia dalam isu global. Dengan lebih dari 700 juta penduduk yang diwak
