Key Strategy: Survei: Kekhawatiran terhadap AS meningkat di kalangan warga Kanada

Survei: Kekhawatiran terhadap AS meningkat di kalangan warga Kanada

Key Strategy – Ottawa – Menurut hasil survei yang dirilis pada Minggu (24/5), kekhawatiran warga Kanada terhadap kebijakan Amerika Serikat mengalami peningkatan signifikan. Responden mengungkapkan ketidakpuasan terhadap arah politik dan ekonomi AS, dengan 80 persen dari mereka merasa negara tetangga di selatan itu tidak bergerak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Angka ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 14 persen penduduk Kanada yang masih percaya AS berada di jalur yang benar. Perbedaan pandangan antara persepsi terhadap Kanada dan AS terus membesar sejak Donald Trump kembali memimpin Gedung Putih serta periode Mark Carney menjadi Perdana Menteri Kanada, menurut laporan survei.

Kebutuhan eksternal memengaruhi opini publik

Survei yang dilakukan oleh Abacus Data mencatat bahwa warga Kanada semakin mengaitkan tekanan ekonomi yang mereka alami dengan faktor eksternal, bukan hanya masalah domestik. Meskipun keterjangkauan dan ketidakpastian ekonomi tetap menjadi isu utama, warga lebih mengarahkan perhatian mereka ke peristiwa luar negeri, seperti kebijakan Trump atau ketidakstabilan di AS. David Coletto, CEO Abacus Data, menjelaskan bahwa opini publik saat ini terutama terpengaruh oleh kecemasan terhadap lingkungan internasional, bukan faktor internal.

“Saat ini, perhatian masyarakat Kanada lebih banyak ditujukan pada situasi eksternal, seperti volatilitas global dan kebijakan pemerintah AS, daripada kejenuhan terhadap pemerintah federal mereka sendiri,” kata Coletto dalam wawancara terpisah.

Dalam survei ini, 47 persen penduduk Kanada menyatakan bahwa negara mereka berada di jalur yang benar, sedangkan 39 persen menganggap Kanada bergerak ke arah yang salah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pemerintah nasional sedikit berkurang, meskipun masih mendapat dukungan mayoritas. Dalam konteks ini, Coletto menekankan bahwa pandangan negatif terhadap AS tidak terlepas dari perubahan politik dan ekonomi yang terjadi sejak Trump memimpin kembali.

Kinerja pemerintah federal mencatatkan tingkat puasa tertinggi

Sementara kekhawatiran terhadap AS memuncak, kepuasan warga terhadap pemerintah federal Kanada justru mencapai angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hasil survei menunjukkan 59 persen penduduk menyatakan puas dengan kinerja pemerintah, sedangkan 27 persen mengeluh. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak pemerintahan Trudeau mengambil alih jabatan pada Agustus 2016, ketika tingkat kepuasan mencapai 57 persen. Kenaikan kepuasan ini terjadi meskipun masyarakat tetap waspada terhadap isu ekonomi dan kebijakan luar negeri.

Survei tersebut juga menyoroti pergeseran preferensi warga Kanada dalam memandang berbagai aspek kehidupan mereka. Jika sebelumnya ketidakpuasan terhadap pemerintah federal lebih terkait dengan kebijakan dalam negeri, kini perhatian mereka lebih terfokus pada dampak global yang diakibatkan oleh kebijakan AS. Misalnya, kekhawatiran terhadap ketidakstabilan ekonomi internasional dan ketegangan politik yang terjadi di benua Amerika Serikat menjadi faktor utama dalam penurunan dukungan terhadap AS.

Coletto menambahkan bahwa perubahan ini mencerminkan dinamika kekuasaan yang berlangsung di Kanada dan AS. Meskipun Trump dan Carney memegang posisi penting dalam masing-masing negara, pengaruhnya terhadap masyarakat Kanada lebih terasa dalam konteks global. Menurutnya, warga Kanada mulai menyadari bahwa kebijakan AS tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga berdampak luas pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari mereka. “Masyarakat mengakui bahwa kebijakan AS merupakan salah satu faktor utama dalam ketidakpuasan mereka, meskipun mereka tetap mempercayai pemerintah federal untuk mengatasi masalah dalam negeri,” jelas Coletto.

Survei ini juga mengungkap bahwa warga Kanada tidak hanya mengkritik AS, tetapi juga merasa bahwa negara mereka harus beradaptasi dengan perubahan kebijakan luar negeri. Misalnya, ketidakpastian perdagangan dan kebijakan migrasi yang diusung pemerintah AS menjadi perhatian utama. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Kanada-AS sempat mengalami gejolak akibat berbagai kebijakan yang dianggap tidak koheren atau bersifat proteksionis. Namun, meskipun ada kekhawatiran tersebut, pemerintah federal tetap memperoleh dukungan dari sebagian besar warga.

Persetujuan terhadap pemerintah federal Kanada yang mencapai 59 persen menunjukkan bahwa warga masih mempercayai kemampuan pemerintah dalam menjalankan kebijakan domestik. Meskipun ada peningkatan kekhawatiran terhadap AS, mereka tidak mengabaikan keberhasilan pemerintah dalam mengatasi isu-isu seperti infrastruktur, perpajakan, dan pendidikan. “Dukungan terhadap pemerintah tetap kuat, meskipun masyarakat menginginkan perbaikan lebih lanjut dalam hubungan internasional,” imbuh Coletto.

Selain itu, survei ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana opini publik Kanada terus berkembang dalam menyikapi dinamika global. Ketidakpuasan terhadap AS menjadi indikator bahwa masyarakat mulai menilai kebijakan luar negeri pemerintah tetangga mereka lebih ketat. Dengan 80 persen warga menganggap AS tidak bergerak ke arah yang benar, ini menunjukkan pergeseran besar dalam persepsi politik Kanada. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kanada kini lebih kritis terhadap kebijakan AS, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perang dagang dan perubahan iklim,” terang Coletto.

Kebijakan AS dan kepuasan warga Kanada

Meskipun kekhawatiran terhadap AS meningkat, pemerintah federal Kanada tetap berada di posisi yang stabil. Dengan 59 persen kepuasan terhadap kinerjanya, pemerintahan saat ini memperoleh dukungan yang lebih baik dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Angka ini juga menunjukkan bahwa warga Kanada menganggap pemerintah nasional mampu menyeimbangkan berbagai kepentingan, termasuk dalam menghadapi tekanan dari AS.

Survei ini memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan luar negeri AS berdampak pada opini publik Kanada. Dengan kekhawatiran terhadap volatilitas global dan kebijakan Trump, warga Kanada mulai menilai AS sebagai negara yang kurang stabil. Namun, mereka tetap mengakui bahwa kebijakan dalam negeri Kanada berjalan baik, yang menjadi alasan utama kepuasan terhadap pemerintah federal. “Kepuasan terhadap pemerintah Kanada berakar pada keberhasilannya dalam mengelola isu-isu domestik, sementara kekhawatiran terhadap AS lebih berkaitan dengan dinamika politik dan ekonomi internasional,” pungkas Coletto.

Persoalan utama yang muncul dalam survei ini adalah bagaimana warga Kanada menggambarkan AS sebagai negara yang tidak konsisten. Dengan 80 persen menganggap AS ber