Djauhari: Tekanan geopolitik tekankan pentingnya kerja sama RI-China
Djauhari: Tekanan Geopolitik Tekankan Pentingnya Kerja Sama RI-China
Djauhari, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, menggarisbawahi peran penting Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini. Dalam wawancara terkini di Jakarta, ia mengatakan bahwa dinamika politik dan ekonomi internasional yang terus berubah memberikan peluang besar untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Tiongkok serta kerja sama dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. “Kita harus mempererat koordinasi dan kolaborasi, baik dengan RI-China maupun dalam kerangka kerja sama ASEAN-China,” tegas Djauhari, menunjukkan bahwa aliansi ini menjadi kunci dalam menghadapi tekanan yang semakin kompleks.
Geopolitik dan Geoekonomi: Tantangan yang Memerlukan Kerja Sama
Di tengah pergeseran kekuasaan global dan persaingan ekonomi yang ketat, Djauhari menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok tidak hanya menjadi kebutuhan tetapi juga strategi utama untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan stabilitas politik. Ia menyoroti bahwa Tiongkok, sebagai salah satu negara perekonomian terbesar dunia, memiliki peran kritis dalam memperkuat kerangka kerja sama regional, terutama di tengah kecenderungan negara-negara lain untuk bergerak dalam arah yang berbeda.
Dubes juga menekankan bahwa hubungan RI-China telah mencapai titik kritis dalam beberapa tahun terakhir. “Kerja sama ini bukan hanya sekadar bilateral, tetapi menjadi fondasi untuk membangun keberlanjutan ekonomi dan politik kawasan,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa kesuksesan Indonesia dalam mengejar visi perekonomian modern dan inklusif tidak bisa terlepas dari peran Tiongkok, yang terus memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai sektor.
Kerja Sama Ekonomi: Angka yang Menunjukkan Pertumbuhan
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok menurut Djauhari menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan. Ia menyoroti bahwa nilai ekspor-impor kedua negara pada tahun 2025 diperkirakan mencapai hampir 170 miliar dolar AS, dengan investasi yang masuk dari Tiongkok ke Indonesia mencapai 7,5 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan pertumbuhan kemitraan ekonomi yang terus meningkat, tidak hanya dalam pertukaran barang, tetapi juga dalam pembangunan infrastruktur dan inisiatif teknologi.
Djauhari menjelaskan bahwa Tiongkok tidak hanya menjadi mitra dagang utama, tetapi juga mitra strategis dalam transformasi ekonomi Indonesia. Contohnya, investasi dari Tiongkok berperan penting dalam pengembangan sektor industri, termasuk teknologi, hilirisasi, dan ekosistem kendaraan listrik serta energi terbarukan. “Transformasi digital yang pesat di Indonesia membutuhkan kerja sama ekspor-impor yang lebih intensif, terutama dalam hal akses pasar dan penguatan rantai pasok global,” tambahnya.
Menurut Djauhari, Indonesia juga menargetkan peran penting dalam kerangka kerja sama ekonomi regional. Ia menyatakan bahwa potensi pasar ASEAN yang semakin besar, dengan total populasi sekitar 600 juta orang dan Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan yang melampaui 3 triliun dolar AS, menjadi alasan kuat untuk memperkuat hubungan dengan Tiongkok. “Kerja sama dengan Tiongkok bisa menjadi penggerak utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi kawasan dan menarik investasi global,” tambah Djauhari.
Djauhari juga menyoroti bahwa Indonesia tidak bisa mengejar visi perekonomian modern tanpa dukungan negara-negara tetangga. Ia menekankan bahwa aliansi dengan Tiongkok, terutama dalam konteks transisi ekonomi, akan memberikan keuntungan besar. “Kita harus selaras dalam langkah-langkah strategis, termasuk pembangunan infrastruktur dan digitalisasi, untuk menjamin daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang stabil,” jelasnya.
Dalam konteks ini, Djauhari menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi negara maju yang modern, inklusif, dan kompetitif. Visi “Indonesia Emas 2045” yang memiliki jangka waktu 19 tahun lagi menuntut kemitraan kuat dengan negara-negara tetangga, termasuk Tiongkok. Ia meyakini bahwa kerja sama yang terjalin akan membantu Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi regional dan global untuk mewujudkan tujuan tersebut.
