Alarm kedaruratan Terminal 2 Bandara Soetta berbunyi akibat asap
Alarm Kedaruratan Terminal 2 Bandara Soetta Berbunyi Akibat Asap
Konteks Kejadian di Tangerang
Alarm kedaruratan Terminal 2 Bandara Soetta – Kota Tangerang, Banten, menjadi sorotan akibat adanya peristiwa kedaruratan di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada hari Sabtu siang. Alarm darurat yang berbunyi memicu reaksi cepat dari petugas dan calon penumpang yang berada di area tersebut. Kejadian ini berlangsung singkat, namun mengakibatkan kepanikan sementara di sekitar terminal penerbangan.
Menurut video berdurasi 12 detik yang viral di media sosial, kejadian tersebut terjadi tepat di Terminal 2D. Kepulan asap yang muncul secara tiba-tiba mengganggu aktivitas di sejumlah ruangan terminal. Asap yang cukup padat membuat petugas harus segera mengambil langkah antisipasi, termasuk menginformasikan situasi kepada penumpang.
Kontak dengan Asst Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, memberikan klarifikasi mengenai sumber asap. Menurut penjelasannya, kejadian tersebut disebabkan oleh kendaraan operasional milik ground handling yang mengalami gangguan teknis saat berada di area makeup baggage. “Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa asap berasal dari salah satu kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan bagasi di Terminal 2D,” ujarnya.
“Kami menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sumber asap berasal dari salah satu kendaraan operasional milik ground handling yang mengalami gangguan teknis saat berada di area makeup baggage Terminal 2D,” katanya.
Menurut Yudistiawan, kejadian ini tidak mengancam keselamatan penumpang secara langsung. Namun, asap yang mengarah ke area terminal memicu peringatan kedaruratan yang berlangsung cukup lama. “Petugas kami segera mengevakuasi area yang terkena asap dan memastikan semua aktivitas terhenti sementara hingga situasi stabil,” tambahnya.
Bandara Soetta adalah salah satu bandara utama di Indonesia, yang melayani ratusan penerbangan setiap hari. Sebagai pusat aktivitas penerbangan internasional, Terminal 2D sering menjadi tempat penumpang dan barang yang diangkut melalui proses pembuatan bagasi. Kegiatan ini memerlukan keterlibatan kendaraan operasional, seperti truk pengangkut bagasi, yang bisa menyebabkan risiko kebakaran atau kebocoran asap jika terjadi gangguan teknis.
Petugas darurat langsung merespons dengan memeriksa sumber asap dan memastikan tidak ada kebakaran yang berpotensi meluas. Setelah melakukan pengecekan, mereka menyatakan bahwa asap tidak bersumber dari bahan bakar atau api, melainkan dari kendaraan yang mengalami kebocoran. “Kendaraan tersebut berhasil dikendalikan sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih parah,” jelas Yudistiawan.
Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak terkait untuk lebih memantau kondisi operasional di area terminal. Menurut Yudistiawan, pihak bandara sedang melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan prosedur respons darurat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh unit operasional agar lebih waspada dalam menjalankan tugas,” katanya.
Pada saat kejadian, terminal 2D sedang dalam kondisi normal, dengan penumpang dan staf bekerja sebagaimana biasa. Namun, kepulan asap yang tiba-tiba muncul membuat suasana menjadi tegang. Beberapa calon penumpang sempat bergegas ke area terbuka, sementara petugas membagikan informasi tentang kondisi asap kepada calon penumpang lainnya.
Kepala operasional terminal mengatakan bahwa asap yang muncul tidak mengganggu pengoperasian bandara secara keseluruhan. “Hanya sebagian area terminal yang terkena, dan kejadian ini segera teratasi setelah sumber asap ditemukan,” terangnya. Dengan demikian, tidak ada penundaan penerbangan atau kehilangan penumpang akibat kejadian ini.
Sebagai respons terhadap insiden tersebut, Bandara Soetta mengambil langkah untuk meningkatkan kesiapan darurat. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan operasional, terutama di area makeup baggage yang rawan terjadi masalah teknis. “Kami sudah memperketat pemeriksaan kendaraan sejak beberapa hari terakhir, sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kejadian serupa,” tambah Yudistiawan.
Kontak dengan staf teknis di lapangan menunjukkan bahwa kendaraan yang mengalami gangguan teknis sudah diperbaiki sebelum kondisi membaik. “Kejadian ini tidak memerlukan peralatan pemadam kebakaran karena asap tidak menyebabkan api yang signifikan,” katanya. Dengan demikian, peringatan kedaruratan di Terminal 2D dianggap sebagai langkah preventif yang berhasil menghindari risiko yang lebih besar.
Selain kejadian ini, Yudistiawan juga menyoroti pentingnya kebersihan dan ventilasi di area terminal. “Kami sudah menambahkan sistem penghisapan asap di sejumlah titik kritis, khususnya di area makeup baggage yang sering terjadi akumulasi asap,” ujarnya. Dengan adanya perbaikan tersebut, Bandara Soetta berharap dapat meningkatkan kenyamanan penumpang dan menjaga operasional yang lancar.
Kejadian kedaruratan di Terminal 2D Bandara Soetta ini juga menarik perhatian masyarakat setempat. Banyak warga Tangerang membagikan video dan foto kejadian tersebut di media sosial, menyebutnya sebagai pengalaman unik dalam menghadapi situasi darurat di bandara. “Saya terkejut saat melihat asap yang muncul secara tiba-tiba, tapi alhamdulillah semua berjalan lancar setelah pihak darurat bertindak cepat,” kata salah satu penumpang yang terdampak.
Dengan bantuan petugas, kejadian kedaruratan ini selesai dalam waktu singkat. Terminal 2D kembali normal setelah asap dianggap tidak membahayakan. “Kami memastikan semua area terminal telah diuji kembali dan aman untuk penggunaan,” pungkas Yudistiawan. Pemantauan terus dilakukan guna memastikan tidak ada kejadian serupa dalam waktu dekat.
