Topics Covered: Legislator dukung Mentan stabilkan harga telur ayam tingkat peternak

Legislator Bersikeras Dukung Upaya Stabilkan Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak

Komisi IV DPR RI Evaluasi Langkah Pemerintah untuk Kesejahteraan Peternak

Topics Covered – Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan mengapresiasi upaya Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dalam menjaga stabilitas harga telur ayam di tingkat produsen. Selama rapat kerja bersama jajaran Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu, Herry menyoroti keterlibatan Mentan dalam menangani keluhan peternak tentang harga telur yang terus merosot. “Pak Menteri telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi isu ini. Penanganannya sangat tepat, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha peternak,” ujarnya.

“Pak Menteri, terima kasih atas ketegasan Bapak dalam menstabilkan harga telur dan ayam hidup. Dengan langkah ini, para peternak dapat merasa lebih nyaman mengelola produksi mereka,” kata Herry.

Dalam pernyataannya, Herry menyebut sejumlah kebijakan yang diambil Kementerian Pertanian akhir-akhir ini mulai menunjukkan dampak positif. Ia menyoroti kenaikan harga telur ayam ras yang sempat membaik dalam dua hari terakhir. “Aspirasi dari para peternak telah kami terima. Harga telur yang sebelumnya turun, kini mulai pulih. Kami harap keadaan ini terus berlanjut hingga mencapai Rp26.000 per kilogram,” tambahnya.

Stabilitas Harga Telur Membantu Pulihkan Daya Beli Peternak

Ketua Komisi IV DPR ini menekankan bahwa kenaikan harga telur ayam ras dari Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram menjadi Rp23.000 per kilogram adalah indikator keberhasilan kebijakan pemerintah. Bahkan, di sejumlah wilayah, harga tersebut telah mencapai Rp24.000 per kilogram. “Kenaikan ini memberikan ruang bagi peternak untuk memperoleh pendapatan yang lebih sehat. Saya yakin, langkah pemerintah akan memberikan dampak signifikan,” ujarnya.

“Hari ini harga telur telah meningkat. Dengan dukungan terus-menerus, saya berharap harga bisa mencapai Rp26.000 per kilogram dalam waktu dekat. Ini akan memperkuat daya beli mereka,” tutur Herry.

Ketika menyebut kebijakan yang berkaitan dengan ayam pedaging, Herry menyampaikan bahwa harga ayam hidup yang sempat turun hingga Rp12.000 per kilogram kini mulai stabil di kisaran Rp16.000 per kilogram. “Peternak ayam pedaging mengalami tekanan akibat harga yang jauh di bawah biaya produksi. Namun, langkah pemerintah menunjukkan perbaikan yang signifikan,” jelasnya.

Program HAP Dianggap Solusi untuk Masa Depan Peternakan

Kebijakan stabilisasi harga telur bukan hanya menjadi perhatian Herry, tetapi juga disambut positif oleh banyak pihak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari kesejahteraan pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan. “Kementerian Pertanian memiliki tugas ganda, yaitu meningkatkan produksi sekaligus memastikan ekonomi peternak tetap sehat. Ketika petani dan peternak mendapat pendapatan yang layak, pertanian akan menjadi sektor yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegas Herry.

“Kami mengapresiasi peran Pak Menteri dan jajaran Kementerian Pertanian dalam mengambil langkah cepat. Dengan penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP), peternak bisa merasa lebih yakin menghadapi fluktuasi pasar,” sambungnya.

Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman mengumpulkan perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah untuk membahas strategi menjaga harga telur. Dalam pidatonya, ia menyebut pihaknya telah berupaya keras untuk mengatasi kelebihan pasokan yang menyebabkan harga telur turun di bawah tingkat yang menguntungkan peternak. “Kami berterima kasih atas partisipasi saudara-saudara kita di tingkat produsen. Kebijakan yang diusulkan bertujuan melindungi mereka dari kerugian akibat stok yang terlalu tinggi,” kata Amran.

Langkah Pemerintah untuk Kesejahteraan Peternak

Amaran mengatakan, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Di antaranya adalah penerapan HAP telur sebesar Rp26.500 per kilogram, yang diharapkan menjadi acuan bagi pembelian di tingkat produsen. “Program ini dirancang untuk menjamin kepastian harga di masa depan. Dengan begitu, peternak tidak perlu khawatir mengalami kerugian secara berkelanjutan,” ujarnya.

“Selain itu, pemerintah juga mengimbau para peternak untuk aktif dalam memantau penerapan HAP. Partisipasi mereka sangat penting agar kebijakan ini bisa berjalan efektif,” tambah Amran.

Menurut informasi yang diungkapkan Amran, penurunan harga telur ayam ras terjadi karena ketersediaan pasokan yang lebih besar dari kebutuhan pasar. Dengan mengatur pasokan, pemerintah berupaya memastikan harga tidak terlalu rendah yang bisa mengancam keberlanjutan usaha. “Kami sudah bergerak cepat untuk menstabilkan harga. Selama ini, harga telur hanya berkisar di Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram, tetapi kini sudah ada pen