Historic Moment: Media center PENAS kantongi lisensi nobar Piala Dunia untuk wartawan
PENAS Petani dan Nelayan XVII Terima Lisensi Nonton Bareng Piala Dunia untuk Wartawan
Historic Moment – Gorontalo, Jumat – Panitia Media Center Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Provinsi Gorontalo telah menerima izin resmi dari TVRI untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia. Langkah ini bertujuan memudahkan para jurnalis dalam mengakses informasi terkini dan menjaga kenyamanan selama meliput acara tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, menjelaskan bahwa adanya lisensi nobar menjadi penting mengingat penyelenggaraan PENAS XVII bertepatan dengan ajang Piala Dunia yang diperkirakan menarik perhatian banyak pengunjung media.
Penyelenggaraan Nobar untuk Dukung Kinerja Jurnalis
“Kami telah mengurus lisensi nonton bareng dari TVRI. Fasilitas ini disediakan agar para jurnalis tetap dapat mengikuti lomba tanpa terpaksa meninggalkan zona peliputan untuk mencari lokasi menonton,” ujar Trizal dalam wawancara. Ia menekankan bahwa penyediaan nobar bertujuan memastikan kebutuhan informasi dan komunikasi media terpenuhi selama penyelenggaraan acara besar ini.
“Jadwal pertandingan bervariasi, ada yang berlangsung pagi, siang hingga malam hari. Mekanisme pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut, namun yang terpenting lisensi nobar sudah tersedia,”
Pelaksanaan nobar diatur secara fleksibel agar tidak mengganggu tugas utama jurnalis atau mengurangi fokus mereka terhadap kegiatan utama PENAS. Trizal menyatakan bahwa jadwal pertandingan Piala Dunia yang beragam, mulai dari pagi hingga malam hari, memerlukan penyesuaian dengan kegiatan peliputan agar semua bisa berjalan lancar. “Pengaturan kegiatan nobar akan selaras dengan jadwal pertandingan dan aktivitas peliputan, sehingga tidak mengganggu fungsi utama jurnalis maupun agenda resmi PENAS,” lanjutnya.
Lokasi Fasilitas Nobar di Media Center
Dalam rangka memaksimalkan kemudahan bagi media, pihak penyelenggara juga menyiapkan televisi pintar berukuran 75 inci di Media Center yang berada di kompleks GOR David Tonny. Perangkat ini akan menjadi sarana pendukung bagi jurnalis dalam memantau pertandingan secara real-time tanpa hambatan teknis. “Kami ingin menjamin kenyamanan dan kualitas liputan dengan menyediakan fasilitas modern di Media Center,” tutur Trizal.
Penyelenggaraan PENAS XVII dijadwalkan berlangsung di Gorontalo sebagai ajang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang pertanian serta perikanan. Acara ini juga diharapkan menjadi platform untuk meningkatkan partisipasi petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya nobar, para jurnalis dapat tetap fokus pada peliputan utama sambil tetap menonton pertandingan secara berkala.
Pengurusan Lisensi di Lokasi Lain
Selain Media Center PENAS XVII, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo juga memfasilitasi pengurusan lisensi nobar TVRI di dua lokasi tambahan, yaitu Kantor Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo dan Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Langkah ini bertujuan memperluas akses bagi jurnalis dari berbagai wilayah yang ingin turut serta mengikuti acara Piala Dunia sambil meliput PENAS XVII.
Trizal menambahkan bahwa keberadaan lisensi nobar menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan koordinasi antara media dan penyelenggara acara. “TVRI memberikan dukungan besar dalam menyediakan fasilitas ini, sehingga semua pihak dapat bekerja lebih efisien,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan jurnalis dan jadwal pertandingan, tanpa mengorbankan kualitas peliputan.
Dengan adanya tempat nonton bareng yang terstruktur, para jurnalis diharapkan dapat tetap berada di area peliputan tanpa perlu berpindah ke tempat lain. Fasilitas ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam mengakses informasi tetapi juga meningkatkan pengalaman kerja media selama penyelenggaraan PENAS XVII. Trizal menggarisbawahi bahwa koordinasi dengan TVRI adalah langkah penting untuk memastikan semua kebutuhan media terpenuhi, terutama di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Kebutuhan nonton bareng ini juga menjadi bukti bahwa Piala Dunia menjadi momentum besar yang memicu kegiatan media di Gorontalo. Dengan lisensi yang telah diberikan, para jurnalis dapat mengikuti pertandingan secara bersamaan sambil meliput perhelatan PENAS XVII. Ini diperkirakan akan meningkatkan daya tarik acara dan menyebarluaskan informasi lebih luas ke masyarakat.
Selain itu, penyelenggaraan nobar di lokasi lain, seperti Kantor Badan Pendapatan Daerah dan Desa Palopo, juga dimaksudkan untuk memudahkan jurnalis yang berkunjung dari daerah-daerah di sekitar Gorontalo. “Lisensi ini menjadi jembatan antara media dan penyelenggara acara agar semua pihak bisa berpartisipasi secara optimal,” kata Trizal. Dengan demikian, acara PENAS XVII tidak hanya fokus pada penyampaan informasi teknis tetapi juga memperhatikan aspek komunikasi dan kolaborasi dengan media.
Menurut Trizal, keberadaan nobar di Media Center dan lokasi lain merupakan bentuk kepedulian terhadap kenyamanan para jurnalis. “Semua fasilitas ini diatur agar tetap sesuai dengan kebutuhan peliputan dan tidak mengurangi kualitas kegiatan utama,” katanya. Ia yakin, dengan adanya lisensi nobar, para jurnalis dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik, sehingga menjadikan PENAS XVII sebagai acara yang sukses dan berdampak luas.
