Facing Challenges: Gub DKI: JAKIM motor penggerak baru sektor pariwisata Jakarta
Gub DKI: JAKIM 2026 Meningkatkan Daya Saing Jakarta sebagai Destinasi Wisata Olahraga
Facing Challenges – Jakarta, maraton internasional BTN JAKIM 2026 yang diikuti oleh 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta asing dari 52 negara, menunjukkan kemajuan signifikan dalam menempatkan ibu kota sebagai destinasi sport tourism. Ajang olahraga ini tidak hanya menghadirkan atraksi fisik, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ekonomi kota. Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu faktor kunci dalam memperkuat Jakarta sebagai pusat wisata olahraga internasional.
Pengaruh JAKIM pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi
Pramono mengatakan, acara besar seperti JAKIM memiliki dampak yang luas, termasuk mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, dan usaha mikro serta kecil di sekitar jalur lomba. “Pertandingan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan perekonomian Jakarta secara signifikan,” tegasnya setelah melepas pelari di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada hari pertama acara, Sabtu. Menurut Pramono, konsistensi Jakarta dalam menyelenggarakan acara olahraga internasional secara matang dan aman adalah prinsip utama yang menjadikan kota ini kompetitif di tingkat global.
“Kami percaya, semakin banyak acara serupa diadakan, semakin terlihat citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan dinamis,” ujar Pramono Anung.
Menurutnya, sukses penyelenggaraan JAKIM 2026 menunjukkan bahwa infrastruktur Jakarta sudah mampu bersaing dengan kota-kota besar di dunia. Pengamanan jalur yang terorganisir dan pengaturan kegiatan yang terencana mencerminkan kesiapan Jakarta dalam menerima wisatawan dari berbagai belahan dunia. Faktor ini, diharapkan, dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota tujuan pariwisata olahraga yang menarik.
Partisipasi Peserta dan Kategori Lomba
JAKIM 2026 menarik partisipasi peserta dari berbagai negara, dengan dominasi peserta dari Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Tercatat, jumlah peserta yang terbesar berasal dari ketiga negara tersebut, menunjukkan popularitas acara ini di luar negeri. Selain itu, partisipasi peserta lokal juga mencerminkan semangat masyarakat Jakarta dalam mendukung event olahraga internasional.
Pada hari pertama, sebanyak 5.500 pelari mengikuti kategori 5K, sementara 15.000 peserta melomba dalam kategori 10K. Di sektor 5K Putra Nasional, podium pertama diraih oleh Pandu Sukarya, disusul Yad Hapizudin dan Marselino Varelian Fallo. Sementara untuk kategori 5K Putri, empat pelari terbaik adalah Marhaendrassiwi, Azizah Khusnul Qotimah, dan Alicia Chantiqa. Di sektor 10K Putra, juara satu, dua, dan tiga masing-masing diperoleh oleh Rikki Marthin, Immanuel, serta Arif Hidayatullah. Kategori 10K Putri ditaklukkan oleh Agustina Mardika, diikuti Irma Handayani dan Farah Aurellia.
Ajang ini tidak hanya menyajikan kompetisi fisik, tetapi juga menjadi sarana promosi Jakarta secara global. Selama pelaksanaan, kota ini menunjukkan kemampuan mengelola event besar dengan baik, yang sekaligus memperkuat image sebagai kota yang ramah dan profesional. Pramono menekankan bahwa JAKIM 2026 adalah langkah awal untuk memperbesar kontribusi olahraga dalam pengembangan destinasi pariwisata Jakarta.
Schedule dan Jalur Lomba pada Hari Kedua
Memasuki hari kedua, Minggu (14/6), JAKIM 2026 akan melanjutkan kegiatan dengan kategori utama, yaitu Half Marathon dan Marathon. Total peserta untuk kedua kategori mencapai 25.000, dengan 16.400 pelari untuk Half Marathon dan 8.600 peserta untuk Marathon. Jalur lomba dirancang melintasi sejumlah ikon ibu kota, mulai dari Monumen Nasional (Monas) hingga Stadion GBK. Rute ini dirasa strategis untuk memperkenalkan keindahan Jakarta kepada peserta dan pengunjung.
Menurut Pramono, keberhasilan JAKIM 2026 akan menjadi dasar bagi penyelenggaraan acara serupa di masa depan. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kegiatan seperti ini, agar Jakarta semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism yang unggul,” jelasnya. Selain itu, JAKIM 2026 juga diharapkan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kota.
Sebagai bentuk pengembangan jangka panjang, acara ini dirancang tidak hanya untuk menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Pramono menilai, adanya kegiatan seperti JAKIM 2026 akan memperkaya pengalaman wisatawan yang mengunjungi Jakarta, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah DKI Jakarta juga berharap, acara ini bisa menjadi pola bagi pengembangan event olahraga lainnya yang mampu menarik perhatian dunia.
Dengan partisipasi peserta dari berbagai belahan dunia dan berbagai kategori lomba, JAKIM 2026 menegaskan bahwa Jakarta mampu menjadi pusat aktivitas olahraga yang menarik. Faktor ini, diharapkan, akan memberikan manfaat yang tidak hanya terbatas pada sektor olahraga, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata dan perekonomian secara keseluruhan. JAKIM 2026 tidak hanya sebagai acara, tetapi juga sebagai wadah untuk menunjukkan
