Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran industri & perdagangan

Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran industri & perdagangan

Pameran WIITEX 2026 ditutup dengan capaian signifikan

Jabar bukukan transaksi Rp25 miliar di pameran – WIITEX 2026, pameran industri dan perdagangan internasional Jabar, resmi ditutup di Summarecon Mall Bandung pada hari Minggu (14/6). Event yang berlangsung selama tiga hari ini berhasil menarik partisipasi dari ribuan pengusaha lokal serta negara lain. Hasil transaksi dan komitmen bisnis selama acara mencapai total Rp25,09 miliar, yang setara dengan 1,4 juta dolar Amerika Serikat. Capaian ini menunjukkan minat tinggi peserta pameran terhadap produk-produk seperti kopi, teh, dan kakao yang dipromosikan.

Menurut data yang dirilis panitia penyelenggara, transaksi terbesar terjadi pada hari kedua acara, Rabu (13/6), di mana sejumlah besar pembelian dilakukan oleh mitra dagang dari luar negeri. Pembukaan pameran yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah serta lembaga ekspor impor memperlihatkan pentingnya acara ini dalam membangun jaringan ekonomi Jabar dengan pasar internasional. Sementara itu, pameran ini juga menjadi wadah bagi para produsen lokal untuk memperkenalkan inovasi produk mereka kepada calon pelanggan.

Komite bisnis yang tercapai mencakup berbagai kesepakatan strategis, seperti kerja sama produksi dan distribusi. Seorang peserta dari perusahaan minyak kelapa sawit di Kalimantan mengatakan bahwa acara ini memberikan peluang untuk memperluas pasar ekspor ke wilayah Asia Tenggara. “Kami mendapatkan minat dari beberapa importir Indonesia dan negara-negara tetangga,” ujar mantan direktur perusahaan tersebut. Selain itu, pengusaha kecil di wilayah Sumedang dan Cirebon juga melaporkan bahwa pameran ini membantu meningkatkan penjualan mereka di luar kota.

Pemimpin acara, Bupati Jabar, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa Jabar tidak hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga kemampuan untuk menghasilkan produk yang kompetitif di tingkat internasional,” katanya dalam pidato penutupan. Menurutnya, transaksi sebesar Rp25,09 miliar bisa memberikan dampak langsung pada perekonomian daerah melalui peningkatan pendapatan para pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung pertumbuhan ekspor.

Sejumlah pengunjung pameran, terutama dari kalangan pedagang kecil, menyambut positif keberhasilan acara ini. “Saya sangat senang karena bisa menjual produk lokal saya di sini. Beberapa pembeli langsung menawarkan harga lebih tinggi daripada di pasar biasa,” kata salah satu pengunjung dari Bandung. Di sisi lain, para produsen kakao di Lembang mengaku puas karena permintaan terhadap produk mereka meningkat tajam. “Ini membantu kami meraih pasar lebih luas, bahkan sampai ke Eropa,” kata salah satu petani yang turut serta.

Dalam penutupan acara, panitia menyatakan bahwa WIITEX 2026 menjadi salah satu pameran terbesar yang pernah diadakan di Jabar. Event ini menampilkan lebih dari 500 stand dari berbagai sektor industri, termasuk teknologi, pertanian, dan manufaktur. Selain itu, acara ini juga diiringi seminar dan diskusi mengenai tren perdagangan global. “Pameran ini menunjukkan komitmen Jabar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama lintas batas,” kata seorang perwakilan Kadin Jabar.

Capaian transaksi yang mencapai 1,4 juta dolar ini menunjukkan potensi pasar ekspor Jabar, terutama untuk produk pertanian. Menurut laporan dari kementerian perdagangan, sektor kopi dan kakao Jabar memiliki nilai ekspor yang tinggi, sementara teh masih membutuhkan dukungan lebih besar. WIITEX 2026 diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan keterlibatan investor asing dalam industri pertanian lokal. “Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk memastikan konsistensi pasar,” tambah salah satu pengelola acara.

Acara ini juga membuka peluang bagi pengusaha muda Jabar untuk berpartisipasi dalam pameran skala besar. Beberapa startup teknologi mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan banyak kritik konstruktif dari peserta dan menemukan mitra potensial. “Pameran ini menjadi jembatan untuk kami memperkenalkan produk berbasis teknologi ke pasar internasional,” kata seorang pengusaha startup di Bandung. Selain itu, pameran ini didukung oleh berbagai lembaga seperti Kementerian Perindustrian, Kadin Jabar, dan pemerintah pusat.

Dian Hardiana/Satrio Giri Marwanto/Nanien Yuniar

Panitia menyatakan bahwa WIITEX 2026 akan menjadi model acara tahunan yang terus berkembang. Mereka berharap, pada tahun depan, pameran ini bisa menarik lebih banyak perusahaan multinasional dan meningkatkan nilai transaksi hingga 20 persen. “Kami sudah mempersiapkan kerangka kerja yang lebih luas untuk pameran 2027, termasuk integrasi digital dan pengembangan jaringan dagang,” ujar seorang anggota panitia. Dengan demikian, WIITEX 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana pembelajaran bagi peserta tentang dinamika pasar global.

Dalam rangkaian acara pameran, pihak penyelenggara juga mengadakan program pemberdayaan UMKM, di mana pelaku usaha kecil diberikan pelatihan manajemen pemasaran dan pemasukan modal. “Program ini memberikan dampak jangka panjang karena banyak pengusaha merasa lebih percaya diri setelah berpartisipasi,” kata seorang anggota dari Koperasi Jabar. Selain itu, pameran ini menjadi ajang untuk