Topics Covered: Peneliti Unand kembangkan riset pengolahan air limbah
Peneliti Unand Terobosan dalam Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Anammox
Topics Covered – Kota Padang menjadi tempat kelahiran inovasi baru dalam bidang teknologi lingkungan, berkat karya riset yang dikembangkan oleh Zulkarnaini, seorang dosen Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat. Teknologi yang ditemukan oleh peneliti ini memanfaatkan metode unik bernama anammox—proses biologis yang mengandalkan bakteri spesial untuk menghilangkan senyawa nitrogen dari air limbah. Teknologi ini berpotensi mengurangi kebutuhan energi secara signifikan dibandingkan metode konvensional yang sudah umum digunakan.
Hasil Riset Dipresentasikan di Belanda
Zulkarnaini menegaskan bahwa teknologi anammox menjadi fokus utama penelitiannya. “Proses ini memanfaatkan bakteri khusus untuk menghilangkan nitrogen dari limbah, dengan konsumsi energi yang jauh lebih rendah daripada teknik tradisional,” kata dia. Sebelumnya, hasil risetnya sempat dipresentasikan di Belanda dalam acara IWA Nutrient Removal and Recovery Conference 2026 di Delft University of Technology. Konferensi tersebut menjadi platform untuk memperkenalkan kontribusi riset dari Indonesia ke panggung internasional.
Berkat pengalaman di Belanda, Zulkarnaini kini bertekad melanjutkan eksplorasi teknologi anammox di Tanah Air, terutama di lingkungan Unand. Tujuannya adalah mengoptimalkan metode ini agar lebih sesuai dengan kondisi lokal. “Kami ingin membuktikan bahwa penelitian yang dilakukan di Universitas Andalas mampu mengikuti tren ilmiah global,” ujarnya. Selain itu, ia juga ingin memastikan bahwa teknologi ini bisa diterapkan secara efektif di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah dengan sumber daya alami yang beragam.
Penelitian Berkelanjutan dan Pertumbuhan Bakteri Anammox
Proses anammox memang memiliki tantangan tersendiri. Bakteri yang menjadi inti teknologi ini dikenal memiliki laju pertumbuhan yang lambat dan sulit dikultivasi. Namun, tim riset Zulkarnaini berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan menggali sumber mikroorganisme lokal Indonesia. “Kami mengeksplorasi berbagai lingkungan alami untuk menemukan bakteri anammox yang potensial,” jelas peneliti. Hasilnya, mereka berhasil melakukan pengayaan dan kultivasi bakteri tersebut, yang menjadi bukti bahwa riset lokal mampu berkontribusi signifikan.
Melalui penelitian yang terus berkelanjutan, tim Zulkarnaini menemukan solusi berbasis bahan lokal. Salah satu inovasi utama adalah penggunaan material daerah sebagai media pembentuk biofilm, yang bisa mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi proses. Teknologi ini juga dikembangkan untuk disesuaikan dengan kondisi tropis Indonesia, di mana suhu dan iklim memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. “Kami berusaha membuat sistem yang stabil dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Kolaborasi dengan BRIN untuk Aplikasi Industri
Di samping itu, Unand bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menguji coba sistem pengolahan air limbah berbasis teknologi anammox dan struvite recovery di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kombinasi kedua metode ini diharapkan bisa memecahkan masalah limbah industri tahu, yang biasanya mengandung konsentrasi nitrogen tinggi. Selain itu, teknologi ini tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga memungkinkan pemulihan nutrien menjadi struvite. Bahan ini bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk, menguntungkan bagi pertanian lokal.
Struvite recovery adalah proses mengambil fosfor dan magnesium dari air limbah untuk dibentuk menjadi mineral yang bernilai ekonomi. “Dengan menggabungkan anammox dan struvite recovery, kami mencoba menciptakan solusi yang dua kali lipat bermanfaat: mengurangi limbah dan menghasilkan sumber daya baru,” ujar Zulkarnaini. Ini sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi ini juga bisa menjadi alternatif bagi daerah-daerah yang membutuhkan solusi pengolahan air limbah yang ramah biaya.
Potensi Teknologi Anammox untuk Lingkungan dan Ekonomi
Teknologi anammox yang dikembangkan Zulkarnaini memiliki potensi besar untuk berdampak pada dua aspek: lingkungan dan ekonomi. Dengan mengurangi konsumsi energi, metode ini bisa menghemat sumber daya yang vital. Di sisi lain, pemulihan nutrien menjadi struvite menciptakan nilai tambah ekonomi, karena bahan ini bisa digunakan oleh petani sebagai pupuk organik. “Kami percaya bahwa inovasi ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Selain itu, teknologi ini juga diharapkan bisa menurunkan konsentrasi nitrogen yang tinggi di air limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik bisa menyebabkan eutrofikasi danau atau sungai. Dengan proses anammox, senyawa nitrogen diubah menjadi gas nitrogen yang tidak berbahaya, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem air. Teknologi ini menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus hemat biaya.
Kontribusi Riset Lokal dalam Tren Global
Pelaksanaan riset ini menunjukkan bagaimana inovasi dari lembaga pendidikan lokal bisa berkontribusi pada perdebatan ilmiah global. “Kami menegaskan bahwa Universitas Andalas tidak hanya menghasilkan penelitian teoretis, tetapi juga solusi praktis yang bisa diterapkan di berbagai sektor,” tutur Zulkarnaini. Dengan pengembangan teknologi anammox, Unand menjadi salah satu institusi yang mendorong ekosistem riset nasional yang lebih berorientasi pada keberlanjutan.
Adapun proyek kolaborasi dengan BRIN, saat ini sedang dalam tahap uji coba di Sumedang. Tim riset mengharapkan hasilnya bisa menjadi contoh penerapan teknologi canggih dalam skala kecil hingga menengah. “Kami ingin melihat bagaimana sistem ini bisa diadopsi oleh industri lain di Indonesia,” katanya. Proses pengolahan air limbah ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan lingkungan, sekaligus membuka peluang bisnis baru di bidang pengelolaan sampah dan sumber daya alami.
Langkah Selanjutnya untuk Masa Depan Pengolahan Air Limbah
Setelah sukses mempresentasikan risetnya di Belanda, Zulkarnaini kini fokus pada penerapan teknologi anammox di Indonesia. “Kami ingin menyempurnakan proses ini agar lebih efektif dan ekonomis,” katanya. Hasil penelitian ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa memberikan peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi canggih dan sumber daya lokal, Unand berharap bisa menjadi pusat inovasi untuk pengolahan air limbah yang lebih berkelanjutan.
Riset yang sedang berjalan di Unand juga menjadi refleksi keberhasilan pendidikan tinggi dalam menciptakan solusi nyata. Teknologi anammox menawarkan alternatif untuk pengolahan air limbah yang tidak hanya mengurangi polutan, tetapi juga mengubah limbah menjadi bahan baku bernilai. “Ini bukti bahwa keahlian lokal bisa berkontribusi pada perubahan global,” kata Zulkarnaini. Dengan dukungan pemerintah
