Visit Agenda: 45 pelaku UMKM ikuti Pekan Raya Grogol

Visit Agenda: 45 Pelaku UMKM Ikuti Pekan Raya Grogol

Visit Agenda – Jakarta – Pekan Raya Grogol (PRG) yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Hotel Kartika Aston, Jumat (28/6), menarik perhatian sekitar 45 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor. Acara ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemasaran dan pengembangan usaha kecil tersebut. Dalam sambutan resmi, Kepala Dinas Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta, Lisniawati Uus, menegaskan bahwa PRG bertujuan untuk memberikan ruang konkret bagi UMKM, terutama yang tergabung dalam Dekranasda, agar mampu meraih kesuksesan dalam pasar yang semakin kompetitif.

Pelaku UMKM Diberi Ruang Tumbuh di Pekan Raya Grogol

Dalam pembukaan acara, Lisniawati Uus menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Hotel Aston menjadi bagian kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis kecil. “Dengan fasilitas yang diberikan Hotel Aston, pelaku UMKM punya akses lebih luas untuk menjangkau konsumen baru dan meningkatkan penjualan,” jelasnya. Ia menambahkan, PRG dirancang untuk memperluas jaringan pemasaran peserta, baik secara langsung maupun melalui platform digital yang lebih efektif. Visit Agenda ini juga bertujuan memperkuat daya saing UMKM lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Seleksi Produk yang Diperketat untuk Kualitas Terjaga

Menurut Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, kehadiran UMKM di PRG bukanlah kebetulan. “Para peserta yang hadir telah melalui seleksi ketat, sehingga produk yang dipasarkan memiliki kualitas terjaga dan layak diminati,” ujarnya. Menurut Iin, proses kurasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari penilaian teknis hingga keterlibatan masyarakat dalam menentukan pilihan produk. “Dimulai dari pembinaan berjenjang. Yang hadir di sini sudah dikurasi, sehingga produknya sudah layak untuk dijual,” tambahnya. PRG diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan pemasukan para pelaku usaha, terutama dalam situasi ekonomi yang menurun.

Pekan Raya Grogol yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (28-30/6), merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta. Jakarta Barat, yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan industri kecil, ingin melalui acara ini memberikan ruang bagi UMKM untuk menunjukkan inovasi dan kualitas produk mereka. Dengan menyediakan ruang pameran serta jaringan distribusi yang lebih luas, Pemkot Jakarta Barat berupaya membuka peluang bagi UMKM menciptakan nilai tambah dan memperluas pasar.

Kenaikan Harga Bahan Baku Mendorong UMKM Cari Solusi

Elva, seorang pengrajin produk mutiara yang terlibat dalam PRG, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi penyelamat bagi bisnisnya. “Omzet daganganku menurun drastis belakangan ini karena kenaikan harga bahan baku mutiara,” katanya. Ia menjelaskan bahwa harga bahan baku mutiara yang awalnya Rp75 ribu per unit kini mencapai hampir Rp300 ribu, sehingga memaksa dirinya menyesuaikan strategi bisnis. “Saya kan ini mutiaranya beli, mutiaranya beli rentengan. Nah, tadinya harganya cuma Rp750 ribu, sekarang sudah hampir satu juta-an,” tambah Elva. Visit Agenda ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, terutama ketika tantangan ekonomi membuat pengusaha harus lebih kreatif.

Elva berharap, program seperti PRG bisa terus diadakan di berbagai tempat strategis, sehingga UMKM tidak hanya mendapat pengakuan lokal tetapi juga nasional. “Harapan saya ada gerai-gerai Dekranasda di setiap hotel dan pameran-pameran seperti ini di setiap hotel di Jakarta Barat, jadi membantu kita,” imbuhnya. Dengan adanya PRG, dia yakin bisa memperbaiki situasi bisnisnya dan menginspirasi pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Menurut Lisniawati, PRG juga menjadi ajang untuk membangun kemitraan antar pelaku UMKM dan memperkuat ekosistem usaha mikro. “Kita ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan menjadi pilar ekonomi daerah,” katanya. Dengan kunjungan pengunjung yang terus meningkat, acara ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan kecil dan menengah, serta mendorong inisiatif serupa di masa depan. Visit Agenda seperti ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan lokal dan akses pasar yang lebih luas.

Dekranasda berharap kegiatan serupa bisa berulang di berbagai wilayah, agar UMKM memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjangkau konsumen. “Selain PRG, ada juga rencana pameran digital dan kolaborasi dengan platform e-commerce,” jelas Lisniawati. Ia menegaskan bahwa Visit Agenda ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Dengan adanya Pekan Raya Grogol, Pemkot Jakarta Barat berharap mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal melalui inisiatif seperti ini. Pelaku UMKM yang terlibat di acara tersebut tidak hanya memperoleh ruang pameran, tetapi juga akses ke sumber daya dan pengalaman bisnis yang bisa mereka manfaatkan. Visit Agenda ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor UMKM sebagai bagian dari keberlanjutan ekonomi kota.