Key Strategy: Mendukbangga minta menu MBG di daycare disesuaikan dengan usia balita
Key Strategy: Mendukbangga Sosialisasikan Penyesuaian Menu MBG di Daycare Sesuai Usia Balita
Key Strategy – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) kembali mengingatkan pentingnya penyesuaian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di tempat penitipan anak atau daycare sesuai dengan usia balita. Key Strategy dalam upaya ini adalah memastikan setiap anak menerima nutrisi yang sesuai tahap pertumbuhannya, sekaligus memudahkan mereka dalam mengonsumsi makanan. Mendukbangga memandang bahwa pemberian makanan yang tepat tidak hanya memperkuat kesehatan fisik, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif dan emosional balita.
Penyesuaian Nutrisi Berdasarkan Usia Balita
Kunjungan Menteri Wihaji ke Taman Asuh Adiku di Bantul, DIY, menjadi momentum untuk menekankan Key Strategy dalam pengembangan MBG. Ia menekankan bahwa menu harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan nutrisi anak di tiap tahap perkembangan. Misalnya, balita usia 1-2 tahun membutuhkan campuran protein dan karbohidrat yang berbeda dibandingkan anak usia 3-5 tahun. Key Strategy ini memastikan program MBG tidak hanya menjangkau keluarga, tetapi juga diintegrasikan ke dalam sistem layanan daycare secara efektif.
“Key Strategy dalam program MBG adalah menyesuaikan menu berdasarkan usia balita agar makanan bisa dikonsumsi secara optimal. Jika tidak disesuaikan, dampaknya bisa menurunkan nilai gizi yang diberikan,” ujarnya saat meninjau Taman Asuh Adiku, Jumat lalu.
Kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Kemendukbangga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan keberlanjutan Key Strategy dalam penyediaan MBG. Melalui SPPG, program ini bisa disesuaikan dengan kondisi setempat, termasuk kebutuhan balita di area layanan daycare. Key Strategy ini juga mencakup pelatihan pengasuh dan pengelola daycare dalam menyiapkan menu yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Wihaji menekankan bahwa penyediaan menu MBG yang tepat adalah bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menyatakan bahwa Key Strategy ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Dengan adanya kerja sama antar institusi, Key Strategy dalam MBG bisa dijalankan secara efektif di berbagai wilayah.
Dalam kunjungannya, Wihaji menyoroti peran daycare dalam membantu pekerja yang memiliki balita. Ia meminta pengelola daycare untuk tetap fokus pada Key Strategy, yaitu menyajikan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga menarik bagi anak-anak. Lokasi Taman Asuh Adiku yang terpisah dari area pabrik dianggap sebagai contoh nyata Key Strategy dalam menjaga keamanan dan kualitas nutrisi.
“Key Strategy kami adalah menjadikan daycare sebagai tempat pendidikan dan pengasuhan yang berbasis nutrisi. Kami harap setiap tempat penitipan anak menerapkan prinsip ini agar balita bisa tumbuh optimal,” tambah Wihaji.
Presiden Direktur PT Yogya Tembakau Indonesia (YTI) Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono menyetujui Key Strategy ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga. Taman Asuh Adiku tidak hanya meringankan beban pekerja, tetapi juga menjadi contoh bagaimana Key Strategy dapat diimplementasikan dalam program pemerintah. Ia menekankan bahwa daycare yang baik harus menjadi fasilitas pendukung kesejahteraan anak.
“Key Strategy ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan balita. Dengan menyesuaikan menu MBG berdasarkan usia, kita bisa memberikan asupan nutrisi yang tepat,” kata Condrokirono.
