Special Plan: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah bawa efek berantai
Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Berdampak Positif pada Kualitas Pendidikan dan Ekonomi Lokal
Special Plan – Jakarta, antaranews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan telah menciptakan dampak yang luas, tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. “Revitalisasi sekolah dianggap sebagai prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menunjang keterlibatan anak-anak dalam proses pendidikan,” jelas Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu. Menurutnya, program ini bukan sekadar akhir dari perjalanan, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.
Program revitalisasi ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang pada gilirannya diharapkan mampu memperbaiki kualitas sumber daya manusia. “Dengan lingkungan belajar yang lebih baik, siswa dapat berkembang secara optimal, sementara guru memiliki kesempatan untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih bermakna,” tegas Abdul Mu’ti. Ia menambahkan bahwa lingkungan fisik sekolah yang diperbarui juga berperan dalam memotivasi generasi muda untuk lebih antusias dalam belajar.
“Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa,” ujar Kepala SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Bona Ventura. Menurut Bona, transformasi fisik sekolah tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih mendukung proses belajar-mengajar.
Pencahayaan, sirkulasi udara, dan fasilitas pembelajaran yang sebelumnya terbatas kini telah ditingkatkan secara signifikan. Sebelum direvitalisasi, SD Negeri 05 Pontianak Timur mengalami kesulitan dalam menyediakan lingkungan belajar yang nyaman. Kondisi bangunan yang usang memengaruhi efektivitas pembelajaran, tetapi setelah program revitalisasi dijalankan, perubahan terasa jelas. Selain itu, masyarakat sekitar sekolah juga melihat manfaat ekonomi dari keberadaan fasilitas pendidikan yang lebih modern.
“Bagi warga sekolah, revitalisasi ini tidak hanya berdiri tegak, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil,” kata Bona Ventura. Ia menekankan bahwa proyek ini memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar memperbaiki infrastruktur. Adanya keterlibatan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sekolah, menurutnya, menjadi bukti komitmen nasional terhadap pendidikan berkualitas.
Pemerintah Kota Pontianak, melalui Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa kota tersebut secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan. “Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas sarana dan prasarana sekolah negeri, baik dari segi fisik maupun digital,” ungkap Edi. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam percepatan peningkatan mutu pendidikan. Dengan dukungan tersebut, keberhasilan program revitalisasi dapat dicapai secara lebih cepat.
Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa program revitalisasi dari pemerintah pusat telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada 2025, dan jumlahnya akan bertambah hingga 12 sekolah pada 2026. “Dengan total 27 sekolah yang menerima revitalisasi, kita berharap bahwa kondisi sarana dan prasarana akan mencapai standar yang baik,” kata Edi. Ia menargetkan hingga 2029, sebanyak 95 persen sekolah negeri di Kota Pontianak akan memiliki fasilitas yang representatif dan layak digunakan.
Revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada lingkungan belajar, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bona Ventura mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan berdampak langsung pada ketersediaan tenaga kerja yang lebih kompeten. “Dengan adanya sekolah yang lebih modern, masyarakat lokal mulai melihat peluang investasi dan pengembangan usaha yang berkaitan dengan pendidikan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.
Program revitalisasi juga memperkuat penerapan pembelajaran berbasis digital. Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa sinergi antara pusat dan daerah tidak hanya terbatas pada peningkatan fisik, tetapi juga mencakup modernisasi sarana digital di sekolah-sekolah. “Keterlibatan pemerintah pusat dalam memberikan akses teknologi memudahkan proses pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif,” jelasnya. Hal ini sangat penting dalam era digital, di mana pendidikan harus selalu adaptif terhadap perubahan teknologi.
Kebijakan revitalisasi sekolah dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Abdul Mu’ti berharap bahwa program ini dapat menjadi dasar bagi perbaikan yang lebih luas dalam sistem pendidikan nasional. “Selain perbaikan kondisi fisik, revitalisasi juga memberikan ruang bagi inisiatif lokal, seperti pengembangan kompetensi guru dan keterlibatan komunitas dalam pendidikan,” tutur dia. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya tentang bangunan, tetapi juga tentang perubahan mindset dan kinerja di dalam institusi pendidikan.
Mengingat tantangan yang dihadapi oleh sektor pendidikan, program revitalisasi ini diharapkan menjadi solusi yang komprehensif. Bona Ventura menegaskan bahwa keter
