Key Strategy: Unib kirim mahasiswa ikuti PPL ASEAN tingkatkan kompetensi calon guru

Unib Kirim Mahasiswa Ikuti PPL ASEAN Tingkatkan Kompetensi Calon Guru

Key Strategy – Bengkulu, Selasa – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) kembali melaksanakan kegiatan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ASEAN. Dalam program ini, sembilan mahasiswa diutus ke dua negara, Malaysia dan Thailand, pada periode 202 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi global calon guru. Kegiatan yang menjadi bagian dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) tersebut bertujuan membuka wawasan akademik serta memberikan pengalaman mengajar yang lebih luas di luar negeri.

Program SEA-Teacher dan Kerja Sama Internasional

Dr. Rio Kurniawan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP Unib, menjelaskan bahwa pengiriman mahasiswa ini dilakukan melalui program SEA-Teacher yang merupakan bagian dari kerangka kerja SEAMEO. “Kita mengirim mahasiswa ke Sanggar Belajar Binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia dan ke Sangkhon Islam Wittaya School di Thailand,” ujarnya dalam wawancara di Bengkulu. Program ini disusun untuk memfasilitasi mobilitas mahasiswa di bidang pendidikan di kawasan Asia Tenggara, dengan fokus pada praktik mengajar yang bisa dilakukan di luar batas wilayah negara asal.

“Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa memiliki perspektif global dalam praktik pendidikan sekaligus memperkuat jejaring akademik antar-perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara,” tambah Rio.

Dalam rangka meningkatkan kualitas calon guru, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan lintas negara. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik secara internasional, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan pemahaman tentang keberagaman budaya dan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara. “Dengan mengikuti PPL di luar negeri, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat berbagai metode pengajaran dan pendekatan pembelajaran yang berbeda,” jelas Rio.

Kompetensi Profesional dan Pengalaman Multikultural

Menurut Rio, program ini memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa. Selain meningkatkan kapasitas akademik dan profesional, kegiatan ini juga membantu menumbuhkan kemampuan komunikasi internasional serta sikap adaptif dalam lingkungan multikultural. “Mereka belajar untuk berinteraksi dengan siswa dan pendidik dari berbagai latar belakang, yang berdampak pada pengembangan soft skills dan peningkatan kualitas pendidikan mereka,” tuturnya.

Dalam konteks globalisasi pendidikan, program PPL ASEAN dianggap sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan yang dihadapi calon guru di era modern. Kehadiran mahasiswa Unib di luar negeri memberikan kesempatan mereka untuk memahami berbagai praktik pendidikan yang berbeda, termasuk metode pengajaran, sistem manajemen sekolah, serta budaya belajar masyarakat setempat. “Ini juga memperkuat hubungan bilateral antara Unib dengan institusi pendidikan di Malaysia dan Thailand,” tambah Rio.

Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga mengembangkan perspektif global mahasiswa. Dengan mengeksplorasi sistem pendidikan di luar negeri, mereka diberikan wawasan yang lebih luas tentang pendekatan pembelajaran kontemporer. “Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum internal, tetapi juga oleh kesempatan mahasiswa untuk belajar dari lingkungan eksternal,” kata Rio.

Program Rekursif dan Kemitraan Akademik

Sebagai bagian dari kegiatan PPL ASEAN, FKIP Unib juga menerima mahasiswa asing dari beberapa perguruan tinggi mitra. Kehadiran para siswa internasional ini dilakukan melalui skema reciprocal exchange, yaitu bentuk kerja sama akademik yang saling menguntungkan. “Mereka bertukar pengalaman dengan mahasiswa Indonesia, sehingga saling melengkapi pengetahuan dan keterampilan mereka,” jelas Rio.

Kerja sama antar-perguruan tinggi dalam program ini diharapkan bisa memperkuat jaringan kemitraan akademik di kawasan Asia Tenggara. Menurut Rio, hal ini memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi maupun dalam pengembangan ekosistem pendidikan regional. “Kemitraan ini bisa menjadi jembatan untuk kolaborasi dalam penelitian, pengembangan kurikulum, dan pertukaran program studi,” tuturnya.

Kehadiran mahasiswa Unib di luar negeri juga memperkuat reputasi institusi di tingkat regional dan internasional. Dengan menjadi bagian dari program PPL ASEAN, FKIP Unib menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis pengalaman langsung. “Harapan kami adalah mahasiswa yang kembali akan memiliki pengetahuan yang lebih luas dan kemampuan untuk menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global,” ujar Rio.

Program SEA-Teacher ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi pilar dalam meningkatkan kapasitas calon guru. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai negara, program ini memberikan keuntungan bersama, yaitu memperkaya keterampilan dan pengalaman pendidik. “Kita juga berharap program ini bisa menjadi model yang bisa diikuti oleh universitas lain di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.