Pamekasan lakukan pendampingan jemput bola pada pelaku usaha perikanan
Pamekasan Lakukan Pendampingan Jemput Bola untuk Tingkatkan Kualitas Usaha Perikanan
Pamekasan lakukan pendampingan jemput bola – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tengah gencarkan pendampingan jemput bola dalam upaya mendorong pelaku usaha perikanan lokal memperoleh sertifikat halal. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendekatan proaktif. Dengan pendampingan jemput bola, para pelaku usaha tidak hanya didukung dalam proses penerbitan sertifikat, tetapi juga diberikan pembinaan teknis yang sesuai dengan standar internasional. Tujuan utamanya adalah memastikan lebih banyak usaha perikanan bisa memperkuat nilai jual produknya di pasar nasional maupun global.
“Kami melakukan pendampingan jemput bola ini agar semua pelaku usaha perikanan di Pamekasan dapat memiliki sertifikat halal. Dengan demikian, mereka akan lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pemkab Pamekasan, Abdul Fata, saat memberi keterangan di Pamekasan, Jumat.
Pendampingan jemput bola yang dilakukan Diskan Pamekasan melibatkan proses pembinaan terstruktur, mulai dari penyuluhan tentang standar kehalalan hingga bantuan administratif. Fata menjelaskan bahwa pendekatan ini lebih efektif dibandingkan jika pelaku usaha memproses sertifikasi secara mandiri. Karena banyak usaha perikanan di daerah ini masih kurang memahami prosedur teknis, serta kesulitan dalam memenuhi persyaratan administratif. Dengan program ini, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat proses penerbitan sertifikat dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha perikanan.
Proses dan Manfaat Pendampingan Jemput Bola
Pendampingan jemput bola di Pamekasan berupa koordinasi antara Diskan dengan perusahaan pelayanan sertifikasi halal. Proses ini memastikan pelaku usaha dapat memenuhi kriteria kehalalan dengan lebih mudah. Selain itu, pemerintah juga memberikan pelatihan berkala kepada pengusaha perikanan tentang hukum halal, praktik pengolahan, dan manajemen kualitas. Fata menambahkan bahwa pendampingan ini tidak hanya membantu dalam pengurusan sertifikat, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kehalalan dalam meningkatkan daya tarik produk.
“Pendampingan jemput bola ini memberikan keuntungan yang nyata bagi pelaku usaha perikanan. Mereka bisa fokus pada produksi tanpa khawatir tentang proses pengajuan sertifikat,” kata Fata.
Dengan adanya sertifikat halal, usaha perikanan diharapkan bisa mendapatkan akses ke pasar ekspor, terutama ke negara-negara yang menerapkan kebijakan kehalalan sebagai syarat masuk. Fata menekankan bahwa pendampingan jemput bola tidak hanya meningkatkan kuantitas usaha yang bersertifikat, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produk, seperti pengemasan yang lebih menarik dan kejelasan prosedur pengolahan.
Capaian dan Tantangan dalam Program Pendampingan
Hingga saat ini, program pendampingan jemput bola di Pamekasan telah berhasil mengantarkan 422 dari 725 unit usaha perikanan lokal untuk meraih sertifikat halal. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan, terutama dalam pengembangan ekosistem usaha perikanan yang lebih terpadu. Namun, Fata mengakui bahwa masih ada tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya kesadaran beberapa pelaku usaha tentang manfaat sertifikasi.
“Meski capaian pendampingan jemput bola sudah baik, kami masih perlu memperluas cakupannya. Beberapa pelaku usaha perikanan masih enggan mengikuti proses karena merasa rumit,” tambah Fata.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Diskan Pamekasan berencana meningkatkan sosialisasi melalui workshop dan kunjungan ke lapangan. Selain itu, pihaknya juga berharap mendapatkan dukungan dari pihak swasta dan lembaga pembiayaan untuk mempercepat akses ke modal. Pendampingan jemput bola akan terus diperluas agar lebih banyak pelaku usaha bisa memanfaatkan kebijakan ini sebagai sarana pembangunan ekonomi daerah.
Program pendampingan jemput bola di Pamekasan tidak hanya fokus pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produksi, dan akses ke pasar. Pendekatan ini sangat relevan dalam era globalisasi, di mana konsumen semakin memperhatikan aspek kehalalan dan keberlanjutan. Dengan dukungan pemerintah, para pelaku usaha perikanan diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan standar pasar yang lebih tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di tingkat nasional.
“Pendampingan jemput bola bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi juga tentang transformasi usaha perikanan secara holistik. Kami ingin melihat lebih banyak inovasi dan kualitas produksi yang meningkat,” ujar Fata.
