Key Issue: Era populasi menua, lansia diajak paham literasi keuangan
Era Populasi Menua: Lansia Diajak Memahami Literasi Keuangan
Key Issue – Kamis (2/7), sekitar 120 lansia dari berbagai kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat, mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh DBS Foundation bekerja sama dengan Langit Bumi Pertiwi. Acara bertajuk “
People of Purpose: Together for the Golden Age
” ini dirancang untuk membantu lansia menghadapi tantangan baru di tengah perubahan demografi Indonesia yang semakin menua. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi para lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan kreatif, berolahraga, serta meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan.
Kegiatan yang Menyentuh
Dalam acara tersebut, lansia diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan relawan yang terlatih. Aktivitas fisik menjadi bagian penting dari program, seperti senam lansia, yoga ringan, dan permainan tradisional yang diadaptasi untuk usia senja. Sementara itu, kegiatan kreatif melibatkan pemanfaatan media digital dan alat bantu seperti kertas, pita, dan bahan-bahan daur ulang. Kombinasi antara fisik, kreativitas, dan pendidikan keuangan diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia.
Dalam proses pembelajaran literasi keuangan, para peserta diberikan materi yang sederhana namun bermanfaat. Misalnya, cara menyusun anggaran bulanan, memahami produk investasi yang cocok untuk usia senja, dan manajemen keuangan saat pensiun. Relawan yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memandu lansia dalam praktik langsung, seperti membuat rencana tabungan atau menghitung pengeluaran harian. Pendekatan ini bertujuan agar pembelajaran tidak terasa membosankan, melainkan menarik dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Populasi Menua: Tantangan yang Harus Diatasi
Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai negara muda, kini sedang memasuki fase populasi menua. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Indonesia pada 2023 mencapai sekitar 28,2 juta orang, atau sekitar 10,6 persen dari total populasi. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat, mencapai 30 persen pada 2050. Perubahan demografi ini memicu perlunya penyesuaian sistem sosial, kesehatan, dan ekonomi untuk memastikan lansia dapat hidup mandiri dan bermakna.
Menyadari hal ini, DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi memutuskan untuk menyelenggarakan acara yang fokus pada penguatan literasi keuangan. “Lansia adalah bagian penting dari masyarakat, dan memahami pengelolaan keuangan bisa menjadi kunci untuk menjaga kemandirian mereka,” ujar salah satu relawan yang turut serta dalam kegiatan. Dengan adanya literasi keuangan, para lansia tidak hanya mampu merencanakan kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga mengantisipasi situasi krisis, seperti inflasi atau kenaikan biaya layanan kesehatan.
Selain itu, program ini juga berupaya membangun komunitas yang lebih solidar. Dengan melibatkan relawan dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pengusaha, dan masyarakat umum, kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. “Kami ingin memberikan ruang bagi lansia untuk berbicara, berbagi pengalaman, dan bersama-sama mencari solusi,” tambah salah satu peserta yang berpartisipasi aktif. Ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi perubahan demografi.
Strategi untuk Masa Depan
Aktivitas seperti ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. DBS Foundation, yang merupakan salah satu perusahaan keuangan terkemuka di Indonesia, telah lama berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Langit Bumi Pertiwi, organisasi nirlaba yang fokus pada pendidikan dan kesadaran lingkungan, menambahkan dimensi kreativitas dan sosial dalam program ini. Kombinasi antara pendidikan keuangan dan aktivitas sosial dianggap mampu memberikan dampak yang lebih menyeluruh.
Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), kurangnya literasi keuangan di kalangan lansia menjadi masalah serius. Banyak lansia masih mengandalkan pengelolaan uang secara tradisional, tanpa memahami konsep tabungan, investasi, atau pinjaman. Kegiatan ini diharapkan bisa mengubah pola pikir tersebut, sehingga lansia tidak hanya bisa menjaga kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengelola dana pensiun secara lebih efisien.
Dalam konteks yang lebih luas, upaya seperti ini juga bertujuan memperkuat ekonomi keluarga. Dengan mengajarkan cara mengatur keuangan, lansia dapat memastikan bahwa penghasilan mereka tetap bermanfaat, bahkan saat mereka tidak lagi bekerja. “Finansial yang sehat tidak hanya memengaruhi kualitas hidup individu, tetapi juga berdampak pada keluarga dan masyarakat secara keseluruhan,” kata narasumber dari DBS Foundation. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun kebijakan yang lebih inklusif bagi lansia.
Langkah Nyata untuk Perubahan
Acara “People of Purpose: Together for the Golden Age” tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi diskusi kelompok. Para lansia diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup, merancang rencana keuangan pribadi, serta berinteraksi dengan relawan yang memiliki keahlian di bidang keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pengelolaan uang dan platform belajar online, sehingga lansia bisa memahami alat-alat modern yang bisa memudahkan pengelolaan keuangan.
Menurut Rizky Bagus Dhermawan, salah satu peserta kegiatan, “Saya merasa lebih percaya diri mengelola uang setelah mengikuti pelatihan ini.” Pengakuan seperti ini menunjukkan bahwa program yang diselenggarakan mampu memberikan dampak nyata. Dengan kesadaran keuangan yang lebih tinggi, lansia tidak hanya bisa merencanakan masa depan, tetapi juga menjadi bagian dari ekonomi sektor ketiga yang sedang berkembang.
DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi berencana mengulangi program serupa di berbagai kota besar lainnya, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. “Ini adalah langkah awal, dan kami ingin membuat program yang bisa berlangsung secara berkelanjutan,” jelas Ludmila Yusufin Diah Nastiti, salah satu pengelola acara. Dengan adanya program yang rutin, diharapkan lansia bisa terus belajar dan beradaptasi, serta menjadi bagian dari masyarakat yang mandiri dan tangguh di tengah tantangan demografi yang semakin kompleks.
Dari sisi teknis, kegiatan ini dirancang dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan lansia. Misalnya, bahan pelatihan disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kecepatan belajar mereka. Sementara itu, suasana yang santai dan menyenangkan membantu para peserta tetap termotivasi. “Kami tidak ingin hanya memberikan informasi, tetapi juga membuat proses belajar menjadi menarik,” kata Nanien Yuniar, relawan yang bertugas memandu acara. Dengan pendekatan ini, harapan besar diharapkan dapat tercapai, yaitu lansia yang mampu membangun masa depan yang lebih baik melalui literasi keuangan yang baik.
Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana perusahaan dan organisasi dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif. Dengan menggabungkan pendidikan, kreativitas, dan kegiatan sosial, DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi menunjukkan bahwa l
