Historic Moment: Nathan Ake tinggalkan Manchester City untuk gabung Fenerbahce

Nathan Ake Berpindah ke Fenerbahce Usai Masa Berbunga di Manchester City

Transfer Musim Panas Menjadi Penutup Kariernya di Kota Manchester

Historic Moment – Jakarta, 4 Juli – Bek internasional Belanda, Nathan Ake, telah resmi menandatangani kontrak dengan klub Turki, Fenerbahce, dalam bursa transfer musim panas. Pengumuman ini dikeluarkan oleh Manchester City melalui akun media sosial mereka pada Sabtu (4/7). Selama enam tahun bersama The Citizens, Ake menjadi bagian dari era sukses yang berkesan, tetapi kini memutuskan untuk mencari pengalaman baru di TURKI.

Kontrak Ake dengan Manchester City berakhir setelah sebelumnya diperpanjang, menjadikannya menjadi anggota tim yang stabil selama hampir satu dekade. Namun, pada musim terakhir Pep Guardiola, posisinya di lini belakang mulai tergeser. Fenerbahce, yang berambisi memperkuat pertahanan mereka, berhasil menarik minat Ake dengan paket transfer yang mencapai 7 juta poundsterling (Rp154 miliar), dengan kemungkinan naik hingga 8,5 juta poundsterling (Rp187 miliar) jika mencapai kondisi tertentu.

“Merupakan kehormatan membela Manchester City selama enam tahun terakhir. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang luar biasa,” ungkap Ake dalam pernyataannya.

Ake, yang dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di Premier League, membawa City meraih empat gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dua Piala FA, dan dua Piala Liga Inggris selama kariernya di klub. Ia juga menjadi pilar utama dalam beberapa laga penting, termasuk dalam pencapaian treble yang luar biasa pada musim 2022-2023.

Dalam perjalanan karier di Manchester City, Ake mengalami masa sulit di awal. Ketika didatangkan dari Bournemouth pada musim panas 2020 dengan nilai transfer 41 juta poundsterling, cedera menghambat kemampuannya untuk tampil konsisten. Namun, ia berjuang keras dan akhirnya menjadi pemain andalan, membantu tim meraih empat gelar dalam empat musim pertama.

Keberhasilan Ake dalam membantu Manchester City memperoleh trofi Liga Champions pada 2023 membuat klub memperpanjang kontraknya untuk satu musim tambahan. Meski demikian, keberadaannya di skuad utama mulai berkurang seiring munculnya pemain muda yang lebih diandalkan. Pada musim terakhirnya di klub, Ake hanya muncul enam kali sebagai starter dalam 18 penampilan di Liga Inggris, mengisyaratkan penurunan peran.

Keluar dari City menjadi keputusan yang berat bagi Ake, tetapi ia yakin langkah ini akan membawanya ke fase baru dalam kariernya. Fenerbahce, yang sedang berusaha menyelesaikan rekonstruksi tim, berharap Ake bisa memberikan stabilitas di posisi bek kanan. “Saya akan selalu mengenang momen-momen indah, terutama saat meraih treble, menjadi bagian dari empat gelar Liga Inggris yang mengukir sejarah, serta menjuarai Piala Liga dan Piala FA pada musim terakhir saya di klub,” tambahnya.

Momen Kunci dalam Karier Ake

Kehadiran Ake di Manchester City tidak hanya meningkatkan performa tim, tetapi juga menawarkan kestabilan di lini belakang. Sebagai bek yang tajam dalam pencegahan, ia sering kali menjadi penjaga gawang pertama saat pertandingan berjalan sengit. Kombinasi kecepatan, pengalaman, dan kemampuan mengantisipasi membuatnya menjadi pemain yang sangat dibutuhkan.

Keluar dari City juga menandai akhir dari kariernya sebagai bagian dari skuad utama yang berprestasi. Meski sempat dihantam cedera, ia tetap menunjukkan semangat tinggi dan kerja keras dalam latihan, akhirnya memperoleh kesempatan untuk menampilkan kemampuannya di level klub terbaik Eropa. Kini, dengan bergabung ke Fenerbahce, Ake siap menghadapi tantangan baru di Turki, yang memiliki style permainan berbeda dari Inggris.

Fenerbahce, yang berada di Liga Super Turki, membutuhkan pengalaman Ake untuk mengisi kekosongan di posisi bek kanan. Dalam beberapa tahun terakhir, klub tersebut berusaha membangun tim yang kompetitif, dan Ake dianggap sebagai penambahan strategis. Pemain berusia 31 tahun ini dikenal karena kemampuannya dalam membangun pertahanan sekaligus menjadi opsi pemain yang bisa memberikan kecepatan di fluktuasi permainan.

Masa Depan yang Menantikan

Mengenai masa depannya, Ake menyatakan antusiasme untuk memulai babak baru di Fenerbahce. “Saya ingin melanjutkan perjalanan karier dengan tim yang berambisi meraih kesuksesan besar. Fenerbahce memiliki ambisi dan potensi, jadi saya merasa ini adalah langkah yang tepat,” tambahnya.

Kontrak Ake dengan Manchester City sebenarnya sempat menjadi sumber perdebatan karena keberhasilan tim dalam Liga Champions. Dengan memperpanjang perjanjian hingga musim 2024, City memastikan bahwa Ake tetap menjadi bagian dari skuad utama. Namun, di bursa transfer musim panas ini, klub memutuskan untuk melepasnya, mengingat kebutuhan akan pemain muda yang bisa menemani trio bek tengah yang sedang berkembang.

Dengan penandatanganan Ake, Fenerbahce diberi kesempatan untuk memperkuat pertahanan mereka dalam jangka panjang. Penjaga gawang yang sempat menjadi bintang di City kini siap menghadapi lingkungan baru, yang menantikan kembang karnival kariernya. Penampilannya di Turki diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan, seiring berbagai target yang ingin dicapai klub tersebut.

Penyesuaian Ake ke Fenerbahce menjadi bagian dari strategi klub untuk meningkatkan kualitas pemain di lini belakang. Meski beberapa pemain lokal sudah memperlihatkan kemampuan yang mengesankan, Ake dianggap sebagai penambahan penting yang bisa memberikan pengalaman dan kualitas tinggi di setiap laga. Ia pun siap menerima tantangan ini dengan semangat tinggi, menjadikan transfernya sebagai langkah strategis menuju masa depan yang lebih cerah.

Keluar dari Manchester City menjadi titik balik dalam perjalanan karier Ake. Meski mendapat banyak kehormatan selama enam tahun, ia memilih untuk mencari peluang baru di luar Inggris. Dengan keputusan ini, Ake berharap bisa menciptakan catatan sejarah baru di Fenerbahce, sekaligus menegaskan keinginannya untuk terus berkembang sebagai pemain internasional.