Latest Program: HKTI: Papua miliki peran penting perkuat ketahanan pangan nasional
HKTI: Papua Berperan Strategis dalam Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Latest Program – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Provinsi Papua, Yanni, menyatakan bahwa daerah tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Potensi pertanian yang dimiliki wilayah ini harus dimanfaatkan sebagai kekuatan produksi yang bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Yanni dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Minggu. Ia menekankan bahwa pengembangan sektor pertanian di Papua bisa menjadi pilar utama dalam mencapai kemandirian pangan nasional.
Ketahanan pangan nasional dianggap sebagai target utama dalam kebijakan pertanian Indonesia, terutama setelah capaian swasembada beras yang diraih selama hampir setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Yanni mengatakan, pencapaian ini membuktikan bahwa sektor pertanian mampu berkembang pesat ketika mendapatkan perhatian dan kebijakan yang tepat. “Swasembada beras adalah bukti kuat bahwa pertanian Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh lebih cepat, terutama jika dikelola secara efektif,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi seluruh daerah, termasuk Papua, untuk meningkatkan kontribusinya.
“Ketahanan pangan nasional tidak mungkin hanya bergantung pada daerah-daerah yang sudah menjadi sentra produksi. Kabupaten Biak Numfor harus ikut serta dalam mengambil bagian,” ujarnya.
Kabupaten Biak Numfor, yang terletak di wilayah Papua, dianggap sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan pertanian. Yanni menjelaskan bahwa daerah ini memiliki kesempatan besar menjadi pusat produksi pangan baru, terutama jika potensi tersebut dikelola secara lebih serius. “Dengan mengeksplorasi sumber daya pertanian yang ada, Biak Numfor bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan nasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.
Pertanian di Papua, menurut Yanni, tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Daerah ini memiliki lahan subur dan iklim yang mendukung berbagai jenis tanaman pertanian,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa pengelolaan lahan secara optimal bisa menghasilkan produksi yang lebih besar dan berkualitas, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan pertanian, Yanni menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas petani. “Tanpa peningkatan produksi, ketahanan pangan nasional akan sulit dicapai. Petani perlu memiliki akses yang mudah terhadap pupuk, benih, dan peralatan dasar lainnya,” katanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi juga pada dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat.
“Produksi tidak akan meningkat jika petani kesulitan memperoleh kebutuhan dasar. Persoalan ini harus diselesaikan secepat mungkin agar mereka bisa bekerja dengan tenang dan hasil panennya meningkat,” ujarnya.
Ketahanan pangan nasional memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para petani. Yanni berharap bahwa para petani Orang Asli Papua (OAP) bisa menjadi bagian dari aktor utama dalam memperkuat ketahanan pangan. “Karena Papua memiliki tanah yang subur, keberadaan petani OAP sangat penting dalam mengelola potensi pertanian ini secara produktif,” katanya. Ia menilai bahwa peran OAP tidak hanya penting dalam meningkatkan produksi, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan pertanian di masa depan.
Pengembangan sektor pertanian di Papua juga menjadi isu penting dalam kebijakan nasional. Yanni menyoroti bahwa daerah ini bisa menjadi salah satu penyangga utama dalam mencapai ketahanan pangan, terutama jika diberikan dukungan yang memadai. “Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya harus memastikan bahwa petani di Papua memiliki akses yang sama dengan petani di daerah lain,” katanya. Ia menekankan bahwa peran HKTI dalam mendorong pengembangan pertanian tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan keseluruhan sektor.
Dalam menghadapi tantangan global seperti kenaikan harga bahan baku pertanian, Yanni menilai bahwa Papua perlu memperkuat kapasitas produksi melalui berbagai inisiatif. “Kabupaten Biak Numfor, misalnya, bisa menjadi contoh bagus jika mampu mengelola potensi pertaniannya secara baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi, daerah ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dan memperkuat ekonomi lokal.
Kebutuhan akan ketahanan pangan nasional semakin mendesak, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakstabilan pasokan internasional. Yanni menegaskan bahwa Papua memiliki peran krusial dalam menjawab tantangan ini. “Daerah ini harus menjadi bagian dari strategi nasional, karena ketersediaan pangan yang stabil akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat,” katanya. Ia berharap bahwa dengan kolaborasi yang lebih baik, pertanian di Papua bisa menjadi kekuatan utama dalam mencapai ketahanan pangan nasional.
Dalam menjalankan tugasnya, HKTI Papua terus berupaya meningkatkan kemampuan petani melalui pendampingan teknis dan pengembangan infrastruktur. “Peningkatan produktivitas petani memerlukan peningkatan sarana produksi, seperti akses ke pupuk dan benih berkualitas, serta kepastian pasar,” jelas Yanni. Ia menilai bahwa dengan mendorong efisiensi dan keterlibatan aktif petani, Papua bisa menjadi daerah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi pusat penghasil pangan yang mandiri.
