Timnas disiplin speed tiba di Prancis untuk ikuti Series Chamonix 2026

Timnas Disiplin Speed Tiba di Prancis untuk Ikuti Series Chamonix 2026

Timnas disiplin speed tiba di Prancis – Jakarta – Tim nasional panjat tebing disiplin speed Indonesia telah melangkah ke seri Chamonix 2026 yang berlangsung di Prancis pada 10–12 Juli. Acara tersebut akan menjadi bagian dari World Climbing Series, dengan tujuan menyelesaikan tugas kompetitif di Prancis. Sebelumnya, tim telah berada di Kota Krakow, Polandia, untuk mengikuti seri pertama. Kini, mereka bergerak menuju Prancis guna melanjutkan perjuangan di babak berikutnya.

Perjalanan ke Prancis

Asisten pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed, Fitriyani, mengungkapkan bahwa tujuh atlet serta satu asisten pelatih, yaitu dirinya sendiri, telah tiba lebih dulu dibandingkan tim disiplin lead yang akan menyusul dari Indonesia. “Kami langsung bergeser dari seri sebelumnya di Krakow, Polandia, sehingga sampai lebih awal,” kata Fitriyani saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa. Ia menambahkan, perjalanan ke Prancis dilakukan dengan penerbangan langsung dari Kota Krakow, kemudian transit di Kota Jenewa, Swiss, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chamonix. “Atlet memang sangat lelah setelah tiga hari pertandingan, tapi mereka langsung berangkat untuk perjalanan berikutnya,” ujarnya.

“Ya, para atlet memang terlihat kelelahan setelah tampil di Krakow, tetapi semangat mereka tetap tinggi untuk tampil di Chamonix,”

Fitriyani menekankan bahwa walaupun jadwal padat dan jarak perjalanan jauh, kehadiran tim di Prancis tetap dihormati. Ia juga menjelaskan bahwa alasan tim kehilangan waktu untuk keberangkatan lebih awal terkait dengan kesinambungan acara serupa yang diadakan di Eropa. “Maka dari itu, kami memutuskan untuk berangkat langsung ke Prancis,” tuturnya.

Komposisi Tim

Dalam World Climbing Series Chamonix 2026, Timnas Disiplin Speed Indonesia mengirimkan 10 atlet, terdiri atas tujuh orang untuk kategori speed dan tiga atlet untuk disiplin lead. Komposisi tim speed yang tampil di Chamonix dianggap sama dengan yang tampil di seri Krakow, Polandia, pada 3–5 Juli. “Karena format dan jadwal yang mirip, kami memutuskan untuk mempertahankan penampilan atlet yang sama,” kata Wahyu Pristiawan Buntoro, manajer Timnas Indonesia, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (6/7).

“Sementara tim lead, asisten pelatih, dan saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Chamonix pada Rabu (8/7),”

Pristiawan menjelaskan bahwa tim lead akan menyusul dari Jakarta setelah acara di Chamonix selesai. Ia juga menyebutkan bahwa perjalanan ke Prancis akan menjadi bagian dari rangkaian pertandingan internasional yang diikuti oleh atlet-atlet berbakat Indonesia. “Kami ingin memastikan kehadiran mereka di setiap seri untuk menyeimbangkan pengalaman dan performa,” tuturnya.

Tim speed yang diterjunkan di Chamonix meliputi empat atlet putra dan tiga atlet putri. Di kategori putra, nama-nama yang diangkat adalah Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, serta Antasyafi Robby Al Hilmi. Sementara di kategori putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih menjadi anggota utama. Keberadaan mereka di Prancis diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam pembinaan olahraga panjat tebing nasional.

Dalam disiplin lead, Indonesia mengirimkan tiga atlet, termasuk Putra Tri Ramadani yang kerap disapa Srondeng, Ravianto Ramadhan, dan satu atlet putri, Alma Ariella Tsany. Kehadiran mereka di Chamonix dianggap penting untuk menguji kesiapan dalam format pertandingan yang berbeda. “Lead membutuhkan kombinasi kecepatan dan akurasi, jadi kami ingin melihat bagaimana mereka beradaptasi,” ungkap Pristiawan.

Keberhasilan Timnas Disiplin Speed di Chamonix 2026 juga menjadi motivasi bagi atlet muda yang ingin terus berkembang. Meski jadwal yang rapat, seluruh anggota tim berkomitmen untuk menjalani proses persiapan dengan optimal. “Mereka tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga pada pembelajaran dari setiap babak,” tambah Fitriyani.

Dalam persiapan menuju Prancis, tim mengadakan latihan intensif sebelum keberangkatan. Penyesuaian waktu dan cuaca menjadi tantangan utama, tapi keberadaan pelatih dan asisten pelatih di sepanjang perjalanan membantu menjaga konsentrasi para atlet. “Kami memberikan dukungan penuh selama perjalanan, agar mereka tidak kehilangan momentum,” kata Pristiawan.

Chamonix 2026 diharapkan menjadi salah satu babak kunci dalam rangkaian World Climbing Series. Para atlet akan menghadapi tantangan baru, termasuk persaingan ketat dari negara-negara lain yang turut berpartisipasi. “Ini kesempatan untuk menunjukkan kemampuan Indonesia di panggung internasional,” pungkas Fitriyani. Ia pun yakin bahwa konsistensi tim dalam berbagai seri akan menjadi fondasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan.

Kehadiran Timnas Disiplin Speed di Prancis juga menjadi pengingat bagi para atlet untuk tetap berlatih dan beradaptasi. Meski jadwal yang padat, mereka berusaha menjaga performa prima. “Setiap serinya adalah bagian dari perjalanan, dan kami ingin memastikan mereka tetap siap,” ujar Pristiawan. Dengan latihan yang rutin dan komunikasi intensif, kepercayaan terhadap kemampuan tim semakin meningkat.

Kehadiran para atlet di Prancis bukan hanya untuk memperkuat prestasi, tapi juga untuk membangun pengalaman yang berharga. Fitriyani menilai, tantangan di Chamonix akan menjadi pembelajaran berharga bagi atlet dalam menghadapi tekanan dari kompetitor global. “Mereka belajar tentang teknik, mental, dan adaptasi di lingkungan berbeda,” tuturnya.

Dengan keseluruhan persiapan yang matang, Timnas Disiplin Speed Indonesia siap melangkah ke babak berikutnya. Mereka berharap, hasil yang dicapai di Chamonix bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan strategi dan perform