• Berbagi
  • /
  • 5 Tata Cara Aqiqah dalam Islam yang Perlu Diketahui

5 Tata Cara Aqiqah dalam Islam yang Perlu Diketahui

Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah yang disyariatkan dalam Islam sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Dalam praktiknya, aqiqah memiliki ketentuan dan tata cara yang sudah ditetapkan, baik dari sisi waktu pelaksanaan, jenis hewan, hingga pelaksanaan penyembelihannya. Oleh karena itu, memahami tata cara aqiqah dalam Islam menjadi penting bagi setiap Muslim.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terstruktur mengenai tata cara aqiqah dalam Islam. Mulai dari hukum aqiqah, waktu pelaksanaan, jumlah hewan, hingga niat dan pelaksanaan penyembelihan. Artikel ini juga mengulas berbagai hal yang kerap ditanyakan seputar aqiqah sehingga pembaca dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan penuh keikhlasan.

Hukum dan Pentingnya Aqiqah dalam Islam

Aqiqah memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana berbagi kebahagiaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam dalam menyambut kelahiran anak. Mengetahui dasar hukumnya akan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya pelaksanaan aqiqah secara benar.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan, terutama bagi orang tua yang memiliki kemampuan. Aqiqah juga menjadi bentuk pengakuan terhadap karunia Allah dan sebagai bentuk permohonan perlindungan bagi si anak dari segala keburukan. Inilah mengapa tata cara aqiqah dalam Islam perlu dipahami secara benar.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Dianjurkan

Mengetahui waktu pelaksanaan aqiqah merupakan bagian dari tata cara aqiqah dalam Islam yang penting untuk diperhatikan. Sebab, waktu ini berkaitan erat dengan kesempurnaan ibadah dan teladan dari Rasulullah SAW.

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka boleh dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Apabila masih belum memungkinkan juga, maka kapan pun orang tua mampu, aqiqah tetap dapat dilakukan. Namun, menyegerakan pada waktu yang dianjurkan lebih utama.

5 Tata Cara Aqiqah dalam Islam yang Harus Diketahui

Sebelum melaksanakan aqiqah, penting untuk memahami lima tata cara utama yang menjadi panduan dalam Islam. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Niat Aqiqah dengan Ikhlas karena Allah

Setiap amal ibadah harus diawali dengan niat yang benar. Dalam pelaksanaan aqiqah, niat ini menunjukkan bahwa aqiqah dilakukan semata-mata untuk menjalankan sunnah Nabi dan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak.

Niat aqiqah tidak harus diucapkan secara lisan, melainkan cukup di dalam hati. Yang terpenting adalah niat tersebut hadir saat hendak menyembelih hewan dan disertai kesungguhan serta keikhlasan dalam menjalankannya.

2. Jumlah Hewan Aqiqah Sesuai Jenis Kelamin Anak

Jumlah hewan dalam aqiqah menjadi salah satu poin penting dalam tata cara aqiqah dalam Islam. Rasulullah SAW memberikan ketentuan yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan.

Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor kambing. Hewan tersebut harus sehat, tidak cacat, dan memenuhi syarat hewan sembelihan sebagaimana dalam ibadah kurban.

3. Penyembelihan Dilakukan atas Nama Anak

Salah satu tata cara penting dalam aqiqah adalah penyembelihan dilakukan dengan menyebut nama anak yang diaqiqahi. Penyebutan nama ini bukan hanya formalitas, tetapi menunjukkan bahwa sembelihan itu diniatkan sebagai aqiqah untuk si anak.

Contoh bacaan saat penyembelihan adalah: “Bismillah, Allahumma hadzihi ‘aqiqatu fulan.” Dengan penyebutan ini, ibadah aqiqah menjadi lebih sah dan bernilai ibadah sesuai syariat.

4. Pembagian Daging Aqiqah kepada Orang Lain

Setelah penyembelihan, daging aqiqah sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Ini berbeda dengan kurban yang boleh dibagikan dalam keadaan mentah. Memasak daging sebelum dibagikan menjadi sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah.

Daging aqiqah bisa dibagikan kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, maupun teman. Tindakan ini mencerminkan nilai berbagi dan menjalin silaturahmi. Salah satu artikel menarik tentang praktik berbagi ini dapat dibaca di perbedaan berbagi dan donasi yang menjelaskan lebih lanjut perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut.

5. Mencukur Rambut Bayi dan Memberi Nama

Pelaksanaan aqiqah disertai dengan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh. Hal ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyucian dan awal kehidupan sang bayi yang baru di dunia.

Setelah dicukur, rambut dapat ditimbang dan nilai seberat rambut tersebut disedekahkan dalam bentuk perak. Pemberian nama juga biasanya dilakukan bersamaan dengan pencukuran rambut sebagai bentuk identitas dan doa bagi masa depan anak.

Hikmah dan Nilai Spiritual dalam Aqiqah

Aqiqah bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga sarat akan nilai spiritual dan sosial. Melalui aqiqah, orang tua diajak untuk bersyukur dan berbagi rezeki dengan sesama. Ini mencerminkan semangat kepedulian dan kebersamaan dalam Islam.

Lebih dari itu, aqiqah juga menjadi awal pengenalan seorang anak kepada lingkungan sosialnya. Ini bisa menjadi momen silaturahmi dan mempererat ikatan antara keluarga dan masyarakat sekitar.

Kesimpulan

Tata cara aqiqah dalam Islam merupakan bagian penting dari tradisi keislaman yang menyatukan unsur spiritual dan sosial. Melalui niat yang ikhlas, pelaksanaan sesuai syariat, serta berbagi kepada sesama, aqiqah menjadi ibadah yang bermakna bagi keluarga dan masyarakat. Dengan memahami lima tata cara utama seperti niat, jumlah hewan, cara penyembelihan, pembagian daging, serta mencukur rambut dan pemberian nama, umat Islam dapat melaksanakan aqiqah secara sah, tertib, dan penuh hikmah.

Meskipun aqiqah tidak bersifat wajib, melaksanakannya sesuai waktu dan tuntunan akan menjadi wujud syukur yang mendalam atas anugerah kelahiran. Maka dari itu, penting bagi setiap keluarga Muslim untuk memahami tata cara aqiqah dalam Islam secara menyeluruh agar dapat menjadikannya sebagai ibadah yang berkualitas dan penuh keberkahan.

FAQ

1. Apa hukum aqiqah dalam Islam?
Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, sangat dianjurkan bagi yang mampu.

2. Berapa jumlah kambing untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan?
Dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan.

3. Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?
Waktu utama adalah hari ketujuh, namun boleh di hari ke-14 atau ke-21.

4. Apakah daging aqiqah boleh dibagikan mentah?
Sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat.

5. Apakah mencukur rambut wajib dilakukan saat aqiqah?
Disunnahkan mencukur rambut bayi dan menimbangnya untuk disedekahkan.

Rachmat Razi

Writer & Blogger

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.

You May Also Like

Indocrowdfunding.com adalah layanan situs informasi terdepan di Indonesia yang memfasilitasi aksi kebaikan melalui crowdfunding dan donasi.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Contact Us

Ready to collaborate? Let’s connect and discuss how we can work together.

© 2025 indocrowdfunding.com. All rights reserved.