Kakorlantas Sebut Lalin Arus Balik di Arteti Padat Sementara Tol Terkendali

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan kondisi kemacetan di jalan utama saat ini masih terjadi. Namun, ia menyatakan bahwa volume lalu lintas di daerah wisata telah menunjukkan penurunan.

“Tadi, saya memerintahkan dua pejabat utama kami untuk mengecek kondisi jalan utama. Meski masih ada penumpukan kendaraan, kami telah menerapkan pengelolaan yang cukup efektif,” jelas Irjen Agus saat melakukan inspeksi di rest area 62 tol Cikampek, Sabtu (28/3/2026).

Persalinan Polri secara aktif terlibat dalam pengaturan lalu lintas di jalan utama, terutama pada wilayah Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela). Hal ini disebabkan oleh penerapan arah satu arah lokal tahap dua dari kilometer 263 hingga 70 tol Trans Jawa yang masih berlaku.

“Dan Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, serta Bapak Kasat Lantas turun bersama-sama untuk mengelola lalu lintas di jalan utama, khususnya di Pantura maupun Pansela. Kebijakan ini berupa arah satu arah tahap pertama dan tahap kedua yang disinkronkan,” tambahnya.

Menurut Irjen Agus, kondisi lalu lintas di jalan tol secara keseluruhan telah terpantau dengan baik. Setelah arah satu arah lokal mencapai kilometer 70, pihaknya menerapkan alur dua arah di sepanjang kilometer 70 hingga 55 tol Japek.

“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan, hasil pemantauan hari ini menunjukkan bahwa jalan tol cukup lancar. Kita mengatur lajur pertama dari kilometer 70 hingga 55 untuk memastikan arus lalu lintas tetap terjaga,” katanya.

Di sisi lain, Irjen Agus juga memberi peringatan terkait kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan kendaraan berbobot tiga sumbu selama masa arus balik Lebaran 2026. Ia meminta para pengusaha memahami kebijakan tersebut dengan tidak mengoperasikan kendaraan tiga sumbu untuk mengurangi beban di jalan raya.

“Ini perlu dipahami oleh semua pihak, karena pembatasan kendaraan tiga sumbu bertujuan mempercepat arus balik agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan. Dengan demikian, lalu lintas bisa tetap terkelola secara optimal,” ujarnya.