Indo Crowd Funding
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BKPM: Banten daerah strategis investasi kesehatan hingga pendidikan

Published 13 Oktober, 2026 · Updated 13 Oktober, 2026 · By Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Foto : Richard Garcia - indocrowdfunding.com

Banten Dorong Investasi Kesehatan, Pendidikan, dan Pariwisata

Indocrowdfunding.com – BKPM - Banten terus memperkuat posisinya sebagai wilayah yang menarik bagi investasi di sektor kesehatan, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga digital. Letaknya yang dekat dengan Jakarta, didukung jaringan infrastruktur dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, memberi daerah ini ruang besar untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha bernilai tinggi.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Riyatno, menilai kombinasi akses transportasi, kawasan industri, pengembangan kota baru, serta potensi wisata menjadi modal penting bagi Banten. Sektor kesehatan telah menunjukkan peningkatan realisasi investasi dalam dua tahun terakhir.

Sejak 2025, investasi kesehatan di Banten tercatat mencapai Rp12,7 triliun. Pada semester pertama 2026, nilainya telah berada di angka Rp1,9 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi Rp800 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang menandakan minat penanaman modal di bidang layanan dan ekosistem kesehatan tetap tumbuh.

Ekonomi Banten Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Perkembangan investasi berjalan seiring dengan kinerja ekonomi daerah. Pada semester I 2026, ekonomi Banten tumbuh 5,45 persen, melampaui rata-rata nasional. Arus investasi juga menempatkan Banten dalam lima besar daerah tujuan investasi di Indonesia.

Riyatno menyampaikan bahwa tren tersebut dapat menjadi fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi pada akhir dekade ini.

"Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai," kata Riyatno.

Bagi investor, pertumbuhan ekonomi yang stabil penting karena mencerminkan adanya aktivitas usaha, permintaan pasar, serta kesiapan wilayah untuk menerima pengembangan proyek baru. Banten memiliki karakter ekonomi yang beragam, dari kawasan perkotaan dan industri di bagian utara hingga potensi pesisir dan pariwisata di bagian selatan.

BSD dan KEK ETKI untuk Sektor Berbasis Pengetahuan

Di Kabupaten Tangerang, kawasan BSD menjadi salah satu titik pengembangan pendidikan, teknologi, dan layanan kesehatan. Sejak 2024, Banten telah memiliki International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone atau ETKI SEZ di kawasan tersebut.

Kawasan ekonomi khusus ini tidak hanya diarahkan bagi investasi pendidikan, teknologi, dan kesehatan. Pengembangan ekonomi kreatif serta sektor digital juga menjadi bagian dari perannya. Kehadiran kampus berstandar internasional seperti Monash University Indonesia di BSD dinilai memperkuat daya tarik Banten bagi aktivitas pendidikan tinggi dan pengembangan talenta.

"Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia," kata Riyatno dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.

Ekosistem pendidikan dan teknologi dapat memberi dampak yang lebih luas bagi daerah, termasuk kebutuhan akan hunian, layanan pendukung, ruang kerja, pelatihan tenaga kerja, serta kegiatan usaha kreatif. Karena itu, pertumbuhan kawasan seperti BSD tidak hanya relevan bagi perusahaan besar, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha pendukung di sekitarnya.

Akses Bandara dan Pariwisata Tanjung Lesung

Di sektor pariwisata, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu keunggulan utama Banten. Bandara tersebut mendukung mobilitas wisatawan mancanegara dan domestik menuju berbagai destinasi di provinsi ini. Pengembangan infrastruktur wisata, terutama akses ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, diharapkan memperkuat posisi Banten sebagai pilihan wisata baru.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyoroti sejumlah pusat ekonomi yang berkembang di wilayah Tangerang Raya, antara lain BSD, Lippo, dan Sedayu. Selain itu, Kota Cilegon dan Serang memiliki kawasan industri, sementara Tanjung Lesung dikembangkan sebagai KEK yang bertumpu pada pariwisata.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah kerja sama pengembangan destinasi dan fasilitas skydiving berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung. Nota kesepahaman untuk proyek itu ditandatangani Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.

Rencana itu diharapkan menambah variasi aktivitas wisata di Tanjung Lesung. Wisata tidak hanya bergantung pada keindahan pantai dan bentang laut, tetapi juga membutuhkan atraksi, fasilitas, serta kemudahan perjalanan agar pengunjung dapat tinggal lebih lama dan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan.

Prospek kawasan ini turut berkaitan dengan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan selesai pada tahun depan. Jalan tol tersebut diharapkan memangkas hambatan akses menuju Tanjung Lesung. Pengembangan bandara perintis dan dermaga juga disebut sebagai bagian dari dukungan konektivitas kawasan.

"Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten," jelas Wagub Dimyati.

Infrastruktur dan Kepastian Investasi

Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan sejumlah faktor penunjang untuk menjaga keberlanjutan investasi, seperti ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, keamanan, dan kenyamanan bagi pelaku usaha. Faktor-faktor ini menjadi penting karena keputusan investasi tidak hanya dipengaruhi oleh potensi pasar, melainkan juga kepastian dalam menjalankan kegiatan usaha.

"Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah," ujar Wagub Dimyati.

Dengan kekuatan industri, pendidikan, layanan kesehatan, dan wisata yang tersebar di sejumlah wilayah, Banten memiliki peluang untuk membangun pertumbuhan yang lebih merata. Tantangannya adalah memastikan konektivitas, kesiapan lahan, pelayanan perizinan, dan kualitas sumber daya manusia bergerak sejalan dengan masuknya investasi baru.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BKPM?

BKPM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BKPM matter?

BKPM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.